
***
Selesai menelpon dengan abang Dev,Dinda pun segera kembali mengerjakan
berkas -berkas yang akan dipakai untuk meeting nanti siang.
"Ada apa dengan dia, kenapa dari tadi memperhatikan ku?"tanya Dinda didalam hati karena sedari tadi revano menatap kearah dinda dengan tajam
"Huh untung boss kalo enggak udah aku habisin tu orang."ucap Dinda di dalam hati
Namun dibalik tatapan tajam Revano,ia malah dibuat bingung dengan kelakuan Dinda yang tadi nya menangis lalu dia pun tertawa bahagia.
"Ckck gadis aneh tapi untung nya dia kesayangan ku."gumam Revano didalam hati
Dan tanpa Revano sadari Dinda pun sedari tadi tak mengerjakan berkas-berkas nya melainkan Dinda pun menatap Revano dengan sangat tajam, sampai-sampai Revano pun bergelidik takut dibuat nya.
"Hmm,kok aku bisa ya bekerja dengan boss aneh seperti dia."gumam Dinda didalam hati
"Tapi yasudah lah aku juga nyaman bekerja dengan nya walaupun ia sangat menyebalkan tapi dibalik sifat itu ia sangat begitu baik kepadaku."
"Aduhh parah ni boss kok bisa ya aku mikirin dia."gumam Dinda di dalam hati
Yak kena Dinda yang sedari tadi menatap tajam kearah Revano kini berbanding terbalik malah justru Revano lah yang kini menatap tajam kearah Dinda, kemudia dengan memberanikan diri Revano pun angkat bicara.
"Kamu kenapa sih Din? kamu lagi liatin kegantengan saya ya!"tanya Revano terhadap Dinda karena sedari tadi Dinda menatap tajam kearah Revano tanpa mengedip,hebat bukan
"Ih apaan sih kenapa di ke pedean amatt"
gumam Dinda didalam hati
"Ckck siapa juga yang natap kamu!"ucap Dinda dengan nada kesal nya lalu ia langsung berdiri dan hendak pergi dari ruangan itu karena ia sangat malu melihat Revano
"Teruss kenapa natap saya kayak gitu?"tanya Revano namun sedari tadi Dinda tetap diam saja bahkan ia tak berani menatap wajah Revano
Namun Dinda yang hendak keluar, tertahan oleh Revano karena Revano berdiri dan mencengkal tangan dinda agar ia tak pergi dari ruangan ini.
"Kamu mau kemana?"tanya Revano dan sekarang ia sedang menarik lengan Dinda untuk duduk di meja kebesaran nya
"Emm....mmm gakk kemana-ma...naa kok pak
"jawab Dinda yang gugup lantaran saat ini revano berada di hadapan nya dan sedang duduk mengahadap Dinda
Lalu Revano terus menatap Dinda dan Revano membungkuk lalu membisikan sesuatu di depan telinga Dinda yaitu,
"Kalau sekali lagi saya dengar kamu manggil dengan embel-embel bapak,kamu tunggu saja tanggal main nya."bisik Revano di telinga Dinda
Glek...Glekkk
"Iyy...aaa Vanoo."ucap Dinda dengan gugupp lantaran tadi Revano membungkuk lalu berada tepat di telinga Dinda dan membisik kan sesuatu yang membuat Dinda bergelidik takut
"Apa yang ia lakukann, tuhan bantu aku."gumam dinda di dalam hati
"Baiklah, sekarang waktu nya kita makan siang."ucap Revano yang berdiri dan langsung memegang tangan Dinda untuk mengajak nya ke tempat makan
__ADS_1
***
Setelah sampai di restorant terdekat mereka pun langsung memesan makan lalu mereka makan tanpa ada suara sedikit pun,kalau pun ada suara itu hanya dentingan sendok dan garpu.
Selesai makan mereka pun kembali ke kantor lantaran akan ada meeting yang akan membahas tentang resort yang dibangun di surabaya.
Tokkk...tokkk...
Revano kini sudah datang di ruangan rapat lalu ia pun duduk di kursi direksi utama yang sudah disediakan,sedang kan Dinda ia duduk di meja lain sambil melihat arahan yang dijelaskan oleh karyawan itu.
"Baik berhubung Pak Revano sudah datang mari kita bahas masalah resort yang ada di Surabaya."ucap karyawan tersebut sambil menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan masing-masing tugas mereka
"Baiklah, disini saya sebagai penangung jawab resort ingin membahas apakah resort yang sedang kita bangun di Surabaya akan selesai pada tanggal yang sudah kita tentukan?"tanya karyawan tersebut namun setelah itu ada seseorang yang menjawab pertanyaan nya
".........."
"Baiklah, apakah Pak Revano setuju dengan apa yang dijelaskan oleh bu sinta?"tanya karyawan itu kepada Revano
"Baik saya setuju, untuk jadwal keberangkatan saya ke Surabaya kalian bisa langsung menanyakan nya dengan sekretaris saya."ucap Revano sambil menujuk Dinda yang kini sedang jadi perhatian orang-orang didalam ruangan tersebut
"Dan saya akhiri rapat ini,silahkan kalian selesaikan tugas-tugas kalian dan untuk masalah yang tadi bisa dikonfirmasi kan dengan sekeretaris saya."ucap Revano lalu ia berdiri,sedangkan para karyawan menunduk kan kepala mereka sebagai tanda hormat terhadap atasann mereka,lalu keluar dari ruangan rapat tersebut dan disusul dengan Dinda yang sedang berjalan tepat dibelakang Revano
"Huh, kenapa ia cepat sekali berjalan"
"Apa dia pikir aku itu robot yang bisa mengikuti nya dengan cepattt, akukan pakai hight heels."gerutu Dinda didalam hati lantaran ia sangat kesal karena Revano berjalan sangat lah cepat dan berbeda dengan Dinda yang ketinggalan jauh dari Revano karena Dinda memakai hight heels
***
Setelah kembali ke ruangan nya dengan Revano,Dinda hanya diam tak berbicara dengan Revano begitupun sebaliknya Revano.
gumam Revano didalam hati
"Lalu kapan jadwal keberangkatan ku ke Surabaya?"tanya Revano kepada Dinda karena ia tak suka dengan Dinda yang pendiam jadilah ia yang lebih dulu memulai percakapan ini
"Kemungkinan 2 minggu kedepan."jawab Dinda dengan cuek bebek nya karena sedari tadi ia masih sangat kesal dengan Revano
"Baiklah kamu bisa mempersiapkan barang-barang mu karena kita akan berangkat bersama."ucap Revano dengan tegas
"Hah!"
Ucap Dinda yang spontan karena ia sangat begitu terkejut dengan yang dibicarakan oleh Revano.
"Kamu kenapa?"tanya Revano kepada Dinda karena Dinda tampak terkejut dengan apa yang ia bicara kan tadi
"Kok aku ikut?"tanya Dinda kepada Revano
"Ya teruss, kalo bukan kamu siapa?Pak Didi?"tanya Revano namun ia hanya tertawa kecil dengan tingkah laku Dinda
"Kok pak Didi sih dia kan supir kamu,kenapa juga dia ikut kamu ke Surabaya?"tanya Dinda dengan kesal dengan Revano hari ini apa saja yang dilakukan Revano pasti itu akan berdampak buruk dengan Dinda
"Siapa juga yang mau ajak dia, saya tuh ngajak kamu Dindaa!"ucap Revano dengan kesal entah kenapa hari ini gadis kesayangan nya itu begitu bolott
"Huhh sabarr sabarr"
__ADS_1
gumam Revano didalam hati
"Tapp...iiii Pak saya nanti mau izin."ucap Dinda dengan gugup dan gemetar karena sekarang ia tau jikalau Revano sedang kesal terhadap nya
"Tidak ada tapi-tapi an dinda! kamu mengerti"
ucap Revano dengan tegas,namun didalam hati kecil nya itu ia merasa sangat lah bersalah karena telah membentak gadis kesayangan nya itu
"Baaa...ikkkk lah Pak."ucap Dinda dengan gemetar dan saat ini yang ia ingin menetes kan air mata nya, lantaran ia tak pernah sama sekali pun dibentak oleh orang termasuk oleh abang-abang nya sekali pun tak pernah
"Hiksss...hiksss...hiksss"
gumam Dinda sambil menetes kan air mata nya karena sedari tadi ia tak bisa menahan air mata nya itu
Lalu Revano yang melihat Dinda menetes kan air mata,langsung menuju ke meja Dinda karena ia merasa sangat bersalah kepada Dinda karena membentak nya tadi.
"Maaff."satu kalimat yang keluar dari mulut Revano yang kini sedang jongkok di hadapan dinda yang sedang menangis sedari tadi
"Saya tak bermaksud membentak mu, maaf."ucap Revano sambil menghapus air mata dinda menggunakan tangan nya sendiri
Lalu Dinda pun yang sedari tadi menunduk kan kepala nya kini memberanikan diri untuk menatap Revano yang sedang menghapus air mata nya.
"Hikss...hiksss maaf kalo aku cenggeng."ucap Dinda sambil menangis sesegukan
Kemudian tanpa aba - aba Revano pun berdiri dan memeluk tubuh Dinda.lalu Dinda pun terkejut dengan apa yang dilakukan Revano.
"Apaaaa... yang kamu lakukan."tanya Dinda kepada Revano
"Maaff tadi emosi saya sedang tak terkontrol,maaf."ucap Revano sambil memeluk Dinda
"Iyy...aaa."ucap Dinda sambil melepas pelukan Revano lalu ia menghapus air mata nya agar tak lagi dilihat oleh Revano
"Saya sudah di maaf kan bukan?"tanya Revano dengan tersenyum sambil menggoda Dinda agar dinda bisa tersenyum manis lagi
"Iyyaaa."ucap Dinda sambil tersenyum dihadapan Revano
"Baiklah sebagai permintaan maaf ku, saya akan mengajak kamu ke suatu tempat besok malam, mau?"tanya Revano sambil melirik kearah Dinda
"Haa! kenapa tiba - tiba ia menjadi baik sepeti ini."gumam Dinda di dalam hati
"Baiklah."ucap Dinda sambil tersenyum
Lalu Revano pun tersenyum dan tanpa Dinda sadari Revano kembali memeluk Dinda dengan erat.
"Saya memang brengsek, maaf kan saya dinda."gumam Revano di dalam hati lalu kembali tersenyum dihadapan Dinda
*
*
*
TBC
__ADS_1
Mau update terus setiap hari yakan?
kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨