Badboy My Boss

Badboy My Boss
Honeymoon ?


__ADS_3

Setelah perdebatan tadi pagi mereka berdua terus melanjutkan sarapan dan pada akhirnya sang istri pun mengeluh kebosanan ditempat tersebut, padahal mereka menginap di apartemen mewah sungguh aneh.


"Abang..." ucap sang istri dengan muka malasnya itu.


"Hmm..." singkat padat jelas ketika Revano sedang menyelesaikan sesuatu pastilah ia melupakan seseorang yang ada dihadapannya.


"Din bosenn!" ucapnya yang merengek seperti anak berumur tujuh tahun.


"Bentar sayang, dua puluh lima menit lagi selesai ya." ucap Revano tanpa menoleh kearah sang istri.


"Bentar, bentar, bentar daritadi terus bilang aja gitu, mana tau dia kalo istrinya mati kebosanan melihatnya sedang meeting dilayar laptop itu!"


Dan pada akhirnya Dinda juga yang harua mengalah untuk menunggu sang suami selesai meeting dari layar laptop tersebut.


"Yaudah ah mending scrooll instagram aja, daripada ngeliatin dia daritadi!" ucapnya sambil melirik kearah sang suami yang sedari tadi tengah duduk tegap menghadap layar tersebut.



"Yaampun cute bangett sihhh, kenapa orang-orang sosweet banget sedangkan aku bersama lelaki itu melebihi tikus dan kucing."


ucapnya sembari melirik kearah Revano lagi dan lagi haha.



"Dimana ini, kenapa aku baru kali ini melihat keindahan alam yang murni ciptaan tuhan." ucapnya sembari melihat dengan seksama foto tersebut.


...LABUAN BAJO, INDONESIA...


"Dua kalimat ini sungguh sangat membuat hati seorang gadis keturunan Amerika bercampur Indonesia tersebut seakan luluh dan terpanah melihat keindahan yang seakan akan diciptaan oleh tangan manusia akan tetapi ini adalah maha karya sang pencipta."



Fasilitas Berlayar selama 3 hari di


"LABUAN BAJO, INDONESIA"


"Seakan membuat gadis ini tergila-gila dengan keindahannya, dengan cepat pula ia mencari seluk beluk dimanakah ini berada dan secepatnya ia harus pergi berlibur bersama sang suami."


"Sayangg..." ucap Revano.


"Sayangg..." dua kali mengucap kata itu namun sama sekali tak direspon oleh Dinda.


"Liatin apa dia , sampai suaminya memanggil ia tak mendengarkan?" gumamnya sembari melirik kearah Dinda yang sedang asik dengan handpone.


Lalu Revano pun beranjak untuk menuju kearah Dinda, namun saat ia hendak beranjak ada deringan telepone yang masuk.


"Halo!"


"Ckck sudah berapa kali saya katakan!Apa kamu tuli ha!"


"Maaf Pak tapi ini sangat mendesak sekali." ucapnya yang gugup ketakutan menghadapi bos nya itu.

__ADS_1


"Bilang besok, atau jika dia mau saya akan batalkan kerjasama dengan Perusahaan mereka!"


"Tapp..." belum sempat menjawab sambungan tersebut ternyata sudah dimatikan secara sepihak oleh Revano.


Setelah mematikan sambungan telepone tersebut, ia pun bergegas menuju kearah sang istri yang sedari tadi masih juga fokus dengan layar handpone tersebut.


"Huh, apa yang dia lihat sampai sebegitunya?"


ucapnya didalam hati yang heran melihat istrinya itu.


"Sayang?"


"Eh iya kenapa bang?" jawabnya tanpa melirik


"Kamu liatin apa sampe fokus gitu?" ucapnya sembari melirik kearah handpone istrinya itu.


"Emm ini bang, kamu liat aja." ucapnya sembari memberikan handpone tersebut kepada sang suami.


"LABUAN BAJO, INDONESIA."


Setelah melihat apa yang ditunjukan oleh sang istri Revano pun seketika paham, ternyata tempat destinasi wisata yang sangat ingin dikunjungi oleh istrinya itu.


"Terus?" tanya Revano sembari mengembalikan handpone milik istrinya itu.


"Em, Din belum pernah kesana bang..." ucap Dinda dengan wajah sedih dan merunduk karena ia tau pasti Revano tak akan menyetujui.


"Kamu mau honeymoon, Sayang?" tanya nya sembari melirik kearah Dinda.


"Em Din mau kesana ya, bang." ucapnya yang masih merundukkan kepala.


"Sendiri?" tanya Revano lagi.


"Eh engga dong, abang juga ikut lah."


" Nanti kalo Din diculik sama penjahat gimana, terus kalo Din dibun..." dengan cepat Revano membungkam bibir milik istrinya itu karena jika tidak pasti akan banyak pembicarann yg tidak-tidak.


"Cup!" sembari mengecup ke dahi sang istri.


"Jangan pernah bilang gitu, oke!"


"Abang sih bilangnya sendiri! Ga mungkin lah Din pergi sendiri bang..." ucap nya yang kesal.


"Haha ya mana tau kamu mau pergi sendirian aja." ucap Revano yang dengan sengaja mempermainkan sang istri.


"Ih yaudah!" dengan cepat Dinda menarik selimut yang ada dihadapannya , lalu ia pun menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut tersebut.


"Oh ngambek rupanya, haha." gumam Revano didalam hati sambil tersenyum bahagia.


"Sayanggg..." ucap Revano dengan sengaja.


"Sayanggg, besok abang mau beli Varian eskrim gelato loh."

__ADS_1


"Tapi mau distok juga gak ya?" ucapnya yang dengan sengaja agar istrinya tersebut tidak marah lagi dengan nya.


"His dia pikir aku anak kecil apa, dikit-dikit dibujuk pake eskrim." ucap Dinda didalam hati sebenarnya ia sangat pengap namun ia gengsi mengatakan jika ia ingin honeymoon kesana, karena seharusnya Revano lah yang harus menyiapkan nya.


"Yaudah kalo gamau, masa udah ditawarin yang gratisan malah gamau yah rugi." ucap Revano lagi dan lagi karena ini adalah rencana atau senjata yang paling ampuh untuk meluluhkan hati istrinya itu.


"Ia juga ya, nanti aku juga yang rugi kalo misal gamau nerima eskrim gelato itu." ucap Dinda yang kini masih saja diam ketika mendengar ucapan sang suami


"Halo!"


"Saya mau besok pagi persediaan eskrim gelato seluruh varian rasa ada disini!"


"Seperti Dark chocolate, Black Forest, Tutti Fruity, Tiramisu, Pistachio, Rum, Bubble Gum, Mactha,Vanilla Latte,Blueberry,Green Tea, dan 24 varian lainnya!"


Hebat!benar-benar hafal sampai diluar kepala apa saja varian rasa yang sangat disukai sang istri, bahkan ia sendiri tak tau apa yang disukainya. Namun jika menyangkut dengan orang yang dicintainya pastilah Revano mendahuluinya.


"Tunggu sebentar saya akan menanyakan dulu kepada istri saya!"


"Bamboo Charcoal with Vanilla Bean!" teriak Dinda dengan kencang.


"Berhasil bukan..." gumam Revano didalam hati yang saat ini sedang tersenyum bangga


"Kau dengar itu?Saya mau besok pagi sudah ada disini!"


"Baik Pak saya mengerti..."ucap karyawan tersebut dengan gugup.


"Baik dan pastikan jika semua itu dibuat dari pabrik gelato langsung!" dan dengan cepat Revano mematikan sambungan tersebut lalu langsung melirik kearah istrinya itu yang masih berada didalam selimut.


"Sayang..." ucapnya sembari membuka perlahan selimut tersebut.


"Kamu mau honeymoon bukan?" tanya Revano sembari mengelus dahi sang istri.


"Kalo gitu ayo kita honeymoon, rasanya aku sudah tidak sabar lagi menantinya!" ucap Revano yang seolah membayangkan sesuatu sehingga membuatnya tersenyum bahagia.


"Gimana kamu setuju kalo kita honeymoon kesana?" masih dengan mode kesal Dinda sengaja tidak menjawab apa yang dibicarakan Revano karena ia sangat menahan gengsi nya itu


"Apa kita pergi kesana besok atau lusa?" tanya nya yang masih ngelus dahi sang istri


"Gausah buru-buru juga, masa gak nyiapin keperluan dulu!" dan seketika Revano tersenyum kembali ketika akhirnya sang istri membalas pembicaraannya


"Baiklah, aku terserah kamu sayang."


"Jadi kamu mau kita kapan berangkat kesana?" tanya nya lagi dan lagi


"Gimana kalo minggu depan, kan bisa prepare dulu kita bang." ucap Dinda yang kini sudah memutar balik badannya kearah Revano


"Baiklah apapun untukmu princess..." ucap Revano sembari mengecup kening sang istri


TBC


Selama engga ada judul end tetep klik favorit ya, aku masih mau kok ngelanjutin kisah mereka wkwk. insyallah update satu minggu sekali, gimana pada setuju? mungkin hari sabtu/minggu aku update ya❤

__ADS_1


Terimakasih buat kalian-kalian semua yang udah pada setia nungguin cerita ini update lagi, aku sayang kalian❤❤❤


__ADS_2