Badboy My Boss

Badboy My Boss
Berbagi Kamar


__ADS_3

"Apa!"


"Jadi mereka sudah kenal lama?"


"Sepertinya pramugari itu suka dengan Revano?"gumam Dinda didalam hati sambil menatap tajam kearah Revano


Karena sedari tadi Revano menatap Dinda dengan heran,entah kenapa gadis kecilnya itu begitu diam dan tak seperti biasanya.


"Baby,kenapa?"tanya Revano dengan lembut sbil mengelus puncak kepala Dinda


"Ah, tak apa."balas Dinda dengan senyuman


Lalu Dinda pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, agar ketika sampai nanti tubuh nya bisa kembali fit lagi dan begitu juga sebaliknya dengan Revano ia memilih untuk memejamkan mata nya sejenak hingga mereka tiba dibandara.


Setelah lepas landas mereka akhirnya tiba dibandara Juanda International Airport setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam lamanya.


"Baby, bangun kita sudah sampai."ucap Revano sambil mengelus puncak kepala Dinda dan entah kenapa ia sangat senang mengelus puncak kepala gadis kesayangannya itu


"Hoammm..."


"Kita dimana?"ucap Dinda sambil menutup mulutnya yang masih menguap dihadapan Revano


"Kita sudah sampai baby di surabaya."ucap Revano sambil membantu Dinda untuk bersiap-siap karena mereka akan turun dari Jet tersebut


"Hm,cepat sekali?"tanya Dinda yang sambil menguncir rambut nya


"Karena kita naik Jet baby, bukan pesawat first class."jawab Revano yang masih setia menatap kearah Dinda


"Kenapa ia begitu cantik ketika bangun tidur?"


gumam Revano didalam hati sambil sesekali melirik kearah Dinda yang sedang menguncir rambutnya


"Yasudah ayo kita turun."ucap Revano sambil menggandeng lengan Dinda kemudian mereka berdua pun turun dan menuju hotel yang sudah mereka pesan sebelumnya


***


Setelah sampai di hotel mereka pun segera mengambil kunci kamar,agar mereka bisa beristirahat karena besok mereka akan melanjutkan aktivitas.


"Permisi,mbak saya mau ambil 2 kunci kamar


Presidential suite yang saya pesen lusa kemarin?"tanya Revano kepada resepsionis tersebut


"Baik, sebentar Pak saya cek dulu ya."jawab resepsionis itu sambil mengecek tanggal reservasi kamar yang dibooking oleh Revano lusa kemarin


Setelah mengecek bookingan Revano, ternyata ada kejanggalan karena yang dibooking ternyata hanya satu kamar saja.


"Begini Pak, lusa kemarin bapak hanya memesan satu kamar bukan?"tanya resepsionis itu


"Ha? bukankah saya memesan dua kamar."tanya Revano kepada resepsionis itu


"Ini Pak,bapak bisa lihat sendiri tanggal bookingan bapak."ucap resepsionis itu sambil memutar layar komputer didepannya agar bisa mengahadap kearah Revano


Setelah melihatnya Revano pun nampak binggung karena dimana Dinda harus tidur jikalau cuma 1 kamar yang ia pesan.


"Begini bisa saya pesan dari sini satu kamar lagi?"tanya Revano kepada resepsionis itu agar Dinda bisa mendapatkan kamar

__ADS_1


"Maaf Pak,kamar disini semuanya sudah penuh dengan bookingan orang, tidak ada yang tersisa satupun Pak."ucap resepsionis itu kepada Revano


"Sial,bagaimana ini bisa terjadi."


gumam Revano didalam hati


"Satu pun tidak ada?"


"Maaf Pak, tapi memang semua kamar disini harus dibooking 2 hari sebelum menginap Pak. Maka dari itu tidak ada satu pun kamar yang tersisa.Ini kunci kamar bapak yang kemarin sudah di reservasi."jawab resepsionis itu sambil menyodorkan card kamar presidential suite yang memang dibooking oleh Revano lusa kemarin


"Huh! bagaimana ini apa dia mau berbagi kamar denganku."


gumam Revano didalam hati


"Baiklah terimakasih."ucap Revano sambil menerima card yang diberikan oleh resepsionis itu


Disisi lain Dinda sedang duduk di sofa ruang tunggu sambil sesekali memainkan handpone nya.kemudian ia melirik kearah Revano yang sedang berjalan menuju ketempat ia berada sekarang.


"Baby,ada yang aku mau bicarakan."ucap Revano kepada Dinda sambil duduk disebelah Dinda


"Ada apa?"


"Begini lusa kemarin ternyata aku hanya memesan satu kamar,jadi disini hanya tersisa satu kamar bookingan kita saja."ucap Revano sambil menjelaskan masalah kamar tersebut


"Lalu aku tidur dimana?"tanya Dinda sambil menatap kearah Revano


"Kita bisa berbagi kamar."ucap Revano dengan santai


"Apa! berbagi kamar dengan nya?"


gumam Dinda didalam hati


"Ckck kenapa bisa begitu."ucap Dinda yang sontak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Revano tadi karena bagaimana mungkin ia sekamar dengan laki-laki mesum seperti Revano


"Karena tak ada lagi kamar yang tersisa baby, maka dari itu mau tak mau kamu harus sekamar berdua dengan ku."bisik Revano Dinda,sedangkan Dinda hanya tersenyum tipis sambil menatap tajam kearah Revano


"Bagaimana mau?"tanya Revano kepada Dinda,sedangkan Dinda hanya diam dan melamun karena sedari tadi ia mengumpat Revano didalam hati nya


"Ckck bisa-bisa nya dia mencari kesempatan dalam kesempitan."


"Tapi yasudah lah,mau bagaimana lagi daripada aku menjadi gelandangan lebih baik berbagi kamar bersamanya."


gumam Dinda didalam hati sedari tadi


"Heii!kenapa kamu melamun baby."tanya Revano kepada Dinda karena sedari tadi Dinda menghiraukan pertanyaan yang diberikan oleh Revano


"Ah tak apa, baiklah ayo kita kekamar."ucap Dinda yang berdiri lalu mengambil kopernya untuk dibawa menuju kamar tersebut


"Baiklah,kemarikan kopermu biar aku saja yang membawanya baby."ucap Revano sambil mengambil koper Dinda lalu beranjak mengambil kopernya untuk dibawa kedalam kamar mereka


Setelah sampai dilantai 23 mereka pun beranjak menuju kamar,karena dilantai 23 hanya terdapat dua kamar "Presidential Suite" yang harga satu malamnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.


"Ini card nya."ucap Revano sambil menyodorkan card tersebut dengan Dinda


"Ayo masuk."ucap Revano sambil mengajak Dinda untuk masuk kedalam kamar tersebut

__ADS_1


"Wahh, besar sekali.Ini bukan kamar namanya melainkan seperti apartemen khusus."


gumam Dinda didalam hati sambil terpukau melihat ruangan yang tepat berada dihadapannya



- Ini ruang tamu


"Masukkan kopermu kekamar."ucap Revano sambil menyodorkan dua koper kepada Dinda


"Baiklah."jawab Dinda sambil menerima dua koper itu



"Woww pantas saja harga per malam nya sampai puluhan juta,rupanya semewah ini kamar nya."ucap Dinda sambil meletakkan dua koper itu didalam lemari


Lalu tak lama kemudian Revano pun masuk kedalam kamar tersebut.


"Kau suka baby?"tanya Revani kepada Dinda karena sedari tadi Dinda berkeliling untuk melihat kamar tersebut


"Sangatt sukaa."ucap Dinda sambil tersenyum bahagia


"Baguslah kalau kamu suka,kamu lapar?"tanya Revano kepada Dinda karena ia takut gadis kesayangannya itu kelaparan


"Tidak aku hanya ingin beristirahat sebentar."ucap Dinda yang merebahkan tubuhnya keatas kasur itu


"Kamu tidak bersih-bersih dulu?"tanya Revano kepada Dinda


"Sudah tadii sayangg."ucap Dinda sambil tersenyum tipis kearah Revano


Lalu Revano pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Setelah selesai pun Revano keluar dengan pakaian tidur, karena ia ingin beristirahat sejenak untuk melepas penat setelah perjalanan tadi.


"Kamu mau ngapain?"tanya Dinda yang heran karena Revano beranjak untuk merebahkan tubuhnya kekasur yang ditempatinya


"Lah aku mau tidur?"ucap Revano yang sudah mengahadap kearah Dinda


"Loh kok tidur disini?"tanya Dinda kepada Revano


"Lalu aku harus tidur dimana baby?"


"Kan bisa di sofa itu?"


"Tapi aku tidak terbiasa tidur disana baby."


"Baiklah kamu boleh tidur disini hanya saja kamu tak boleh berbuat macam-macam, mengerti?"tanya Dinda kepada Revano namun Revano hanya senyam senyum saja


"Baiklah, aku hanya satu macam baby."


ucap Revano yang membuat Dinda seketika takut kepadanya


*


*


*

__ADS_1


Aku udah tepatin janjiku kan, hariini update 2 episode hahaha.jangan lupa like,komen and vote ya temen-temenn ♥♥♥


__ADS_2