
Gelisah, resah dan gundah sekarang yang dirasakan oleh Revano.Setelah pergi dari rumah Dinda,Revano pun segera menancapkan gas nya menuju tempat yang sering ia datangi sewaktu pikirannya sedang kacau.
"Heii, lama lo gak mampir kesini bro."ucap Steven yang terkejut dengan kedatangan Revano,karena sudah hampir 2 bulan ini Revano tak datang ke tempat ini
"Iya nih, gue lagi suntuk banget.Gue mau cerita sama lo bro tapi lo bisa kasih saran buat gue kan?"tanya Revano kepada Steven namun baru kali ini Steven mendengar ucapan seperti itu keluar dari mulut Revano
"Jelass bro, ada apaa tumben muka lo kusut kayak ga dikasih makan gitu?"tanya Steven lalu Revano pun menceritakan segala keluh kesahnya selama ini dan juga cerita tentang perjodohan yang akan dilakukan oleh Mama nya
Setelah mendengarkan cerita singkat dari Revano,bukannya memberi nasihat malah Steven menertawakan Revano tepat didepan wajah Revano.
"Haduh bro baru kali ini gue denger cerita yang bikin gue ketawa lepas,haha."ucap Steven yang membuat Revano mengetatkan rahangnya karena ia merasa sangat diejek oleh Steven
"Santai bro santaii, gini gue mau kasih saran sama lo. Sebenernya lo suka nya sama siapa?"tanya Steven
"Sama cewek gue lah, mana mungkin gue suka sama orang yang mau dijodohin sama gue!"ucap Revano dengan tegas
"Yaudah perjuangin aja apa susahnya sih."
"Tapi gue gak tega kalo bilang sama Mama gak setuju dengan perjodohan yang dia inginkan."jawab Revano dengan lesu sembari menenguk segelas wine yang ada dihadapannya
"Yaudah lo turutin aja apa mau nyokap lo dulu, setelah itu lo bilang sama dia kalo lo punya cewek.Udah kan selesai masalahnya?"ucap Steven dengan santai sementara Revano masih berpikir bagaimana caranya ia mengatakan kepada Dinda jika ia sudah dijodohkan oleh sang Mama
"Sekarang yang terpenting lo cari sampe dapet tu cewek lo, buat dia ngerti sama keadaan lo supaya ada yang bisa nge support lo disaat lagi gini."ucap Steven sambil menepuk pundak Revano agar Revano tegar menghadapi masalahnya
"Tapi dia lagi gaada dirumahnya, gue telpon ga diangkat apalagi pesan gue yang udah beribu satu pun dia gak bales."ucap Revano dengan wajah lesu seperti tak makan berhari-hari
"Udah ah gue gamau liat lo kayak gini,kalau lo mau sama dia perjuangin bro.Lo tungguin tuh didepan rumahnya sampe dia mau keluar nemuin lo dan nyelesain masalah kalian."ucap Steven
"Makasih bro saran lo,gue mau pergi kerumahnya sekarang sekali lagi thanks ya bro."ucap Revano dengan semangat 45 dan setelah itu ia pun segera menancapkan gas nya menuju kerumah Dinda
"Baru kali gue liat lo kacau karena perempuan, beruntung nya perempuan itu, bro. "ucap Steven
***
Setelah keluar dari club,Revano langsung menancapkan gas menuju ke rumah Dinda. Entah apa yang akan terjadi nantinya Revano siap menjalankan konsenkuensinya.
"Hm, lebih baik aku menunggu disini."ucap Revano yang memakirkan mobilnya tak jauh dari rumah Dinda agar ia bisa melihat jikalau Dinda keluar ataupun masuk kedalam rumahnya
__ADS_1
Dikamar Dinda sedang menikmati hari libur nya, tanpa memikirkan bagaimana nasip Revano yang sejak tadi pagi tak berhenti menelpon dan mengirim pesan untuknya.
Sejak tadi pagi Dinda telah menitipkan pesan dengan Pak satpam jika ada orang yang menanyakannya jawab saja dia tak ada dirumah wkwk.Saat ini ia tengah berbaring diatas kasur,sambil menonton drama korea kesukaannya dan memakan beberapa camilan yang sudah ia siapkan sebelum memulai drama tersebut.
"Kemana dia sudah lebih 2 jam aku menunggu disini."ucap Revano sambil menghela nafasnya setelah kurang lebih 2 jam menunggu didalam mobil yang terpakir dekat dengan rumah Dinda
Tak lama kemudian handpone Revano berdering ternyata sang Mama tengah menelponnya dan menyuruhnya segera pulang karena nanti malam mereka akan menemui calon istri Revano.
Kemudian Revano kembali pulang setelah lama menunggu Dinda ia pun putus asa, lalu ia pun harus pulang dan menuruti apa yang dikatakan oleh Mama nya tadi.
***
Tokkk...tokkk
"Sayang,kok kamu belum siap-siap?"tanya Mama yang heran melihat Dinda masih terbaring dikasurnya bersamaan dengan laptop yang berada tepat dihadapannya dan beberapa cemilan yang sudah berjatuhan dilantai
"Hmm, kenapa emangnya Ma?"tanya Dinda yang masih memperhatikan drama yang sedang ia tonton tanpa melihat wajah sang Mama
"Kamu itu kan udah Mama bilang, nanti malem kita bakalan ketemu sama keluarga nya abang Lano.Kamu gak mau apa ketemu sama abang Lano kamu itu?"tanya Mama yang membuat Dinda bingung,sementara disisi laun ia sudah mulai mencintai dan menerima Revano tapi sekarang ia sangat merindukan abang Lano setelah bebelas tahun tak bertemu
"Kamu itu ya Din,suka banget ngaret.Yaudah sekarang ini jam 4,Mama taunya jam 6 kamu udah siap semua udah rapi pokoknya ya!"lalu Dinda hanya mengagukkan kepalanya dan setelah itu Mama pun pergi meninggalkan Dinda yang melanjutkan acara nonton drakornya
Disisi lain Revano menjadi Gelisah lantaran sampai sekarang Dinda membalas beribu pesan dari nya.
"Van, siap-siap gih nanti jam 7 kita berangkat kesana."ucap Mama sambil menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Revano nanti malam
"Iyaya Ma, nanti Revano siap-siap."lalu setelah itu ia melanjutkan lagi tidurnya bukan tidur tapi hanya memejamkan mata nya agar tak terkena ocehan dari sang Mama
Setelah selesai menonton Dinda pun segera bersiap untuk acara nanti malam, mau tak mau ia harus menuruti ucapan sang Mama karena ia tak mau menjadi anak durhaka.
"Gimana udah siap kan?"tanya Mama yang sedang memperhatikan Dinda tengah memakai aksesoris dilehernya
"Iya udah."ucap Dinda dengan singkat
"Yaudah ayo kita berangkat."setelah itu mereka pun segera bergegas menuju tempat yang sudah dibooking oleh keluarga Lano
Sementara dikediaman Revano semua sudah siap tinggal menunggu Revano yang sedari tadi sangat lamban karena ia sebenarnya tak mau datang ke acara perjodohan ini.
__ADS_1
"Cepetan Vano!"ucap Mama yang kesal dengan tingkah laku Revano sedari tadi lambat sekali bersiap siap padahal semua sudah disiapkan oleh sang Mama
"Ckck iyaya ayo, Ma. "setelah itu mereka bertiga pun pergi berangkat ketempat acara yang sudah dibooking sebelumnya
Setelah sampai ditempat mereka pun langsung menuju meja namun setelah ia sampai di meja tersebut ternyata keluarga Dinda belum datang jadi nya mereka harus menunggu terlebih dahulu.
"Ma,Vano ke toilet sebentar ya."lalu setelah Mama mengizinkan nya ia pun bergegas menuju toilet
Disisi lain keluarga Dinda sudah tiba namun tiba-tiba Dinda meminta izin untuk pergi ke toilet karena sedang kebelet untuk membuang air kecil.
"Ma, Din ke toilet sebentar ya."
"Iya cepet ya 5 menit!"setelah itu Dinda pun berlari menuju kearah toilet karena sedari tadi ia sudah lama menahannya
Tak lama kemudian mereka berdua pun selesai dari urusan mereka masing-masing, kemudian mereka bergegas menuju meja tersebut.
"Ma, Din udah sele..saii..."ucap Dinda yang terbata-bata ketika melihat Revano yang kini duduk manis disebelah sang Mama dan berbicara sangatlah akrab dengan kedua orang tua nya
"Dinda!"
"Vano!"
"Kenapa kamu ada disini!"ucap Dinda yang terkejut melihat keberadaan Revano yang sekarang tepat dihadapannya
*
*
*
TBC
"Selamat berbuka puasa temen-temenn 😇semoga lancar puasanya sampai hari terakhir ya, aamiin"🙏
Mau update terus setiap hari yakan?
kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨
__ADS_1