
Sinar mentari pagi menyeruak dibalik gorden kamar hotel tersebut, sedangkan kedua orang itu masih saja terlelap dengan posisi saling memeluk satu sama lain dan seakan tak teringat dengan guling pembatas yang sudah terjatuh dilantai.
Hoammm...
"Sudah pagi rupanya..."ucap Dinda yang masih tak sadar jikalau laki-laki yang tertidur tersebut sedang memeluknya dengan sangat erat siapa lagi kalau bukan Revano yang sekarang sudah sah menjadi suaminya
Seketika rasanya saat ini ia merasakan tubuhnya dipeluk dengan erat sekali sampai- sampai ia tak bisa untuk menggerakkan tubuhnya.
"HEI!"ucap Dinda yang tersadar jikalau Revano lah yang memeluknya dengan erat sedari tadi
"Ckck tak tau diri sekali, sudah dikasih kesempatan untuk tidur bersama malah mencari akal untuk memelukku."gumam Dinda sembari memperhatikan wajah Revano yang tengah tidur dengan jelas
"Tapi dia sungguh tampann, tak salah aku memilihnya menjadi suami haha..."ucapnya sembari mengelus hidung mancung suaminya itu dengan lembut
Lalu tanpa aba-aba Revano pun membuka matanya dan melihat apa yang dilakukan Dinda sekarang yang sedang mengelus hidungnya.
"Good morning my wife..."ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur
"Ckck kau melewati batas ya!"lalu Dinda pun menarik tangannya dan sekarang ia menatap tajam kearah Revano
"Melewati apa, baby?"tanya Revano yang sekakan tak tau apa yang terjadi
"Kau kemanakan pembatas itu?"tanya Dinda demgan tatapan yang mematikan
"Mana aku tau, kan aku sedang tidur!"ucap Revano yangtak mau kalah dengan Dinda
"Ckck sudahla tak penting!"lalu Dinda ingin beranjak pergi kekamar mandi dan tiba-tiba Revano menarik lengannya
"Kenapa?"tanya Dinda yang menoleh kearah Revano
"Morning kiss, baby..."ucapnya tanpa rasa bersalah sedangkan Dinda masih memikirkan cara bagaimana bisa mengelabui Revano
"Baiklah, tapi tutup dulu matamu."ucapnya sambil tersenyum manis menatap Revano
"Baiklah, baiklah..."lalu dengan cepat Revano menutup matanya berharap ia akan mendapatkan morning kiss dari istrinya itu
"Oh, baiklah jika kau mau morning kiss kita lihat saja ya wkwk..."gumamnya didalam hati yang tertawa sembari mencari bahan ide yang akan menjadi percobaan untuk Revano
"Ckck mana lama sekalii!"gumam Revano yang sedari tadi menutup matanya
"Diam dan bersabarlah!"ucapnya dengan kesal
Ahaa, dapat!
"Rasakan, haha..."
"Sebentar ya..."ucap Dinda dengan lembut dan tak lama kemudia ia menempel sesuatu yang ada ditangannya ke pipi Revano
Cup!
Lalu Revano pun tersenyum setidaknya jika bukan bibir, pipi pun tak apa karena mereka masih awal permulaan benar bukan?
"HAHAHAHA..."seketika tawa Dinda pecah yang melihat Revano tersenyum bahagia sesudah ia mencium pipinya
"Kenapa apa ada masalah?"tanya Revano yang bingung
"Kau yang benar saja, masa tidak bisa membedakan mana ciuman dariku mana ciuman dari orang lain..."ucapan Dinda membuat Revano bingung entahla ada apa dengan Dinda kenapa ia bisa berbicara seperti itu
__ADS_1
"Maksudmu bagaimana?"tanyanya lagi yang heran
"Lihat ini haha..."lalu Dinda pun memberi handponenya kepada Revano dan memutar video siapa yang mencium Revano tadi
"APA!"
"ADINDA EMILY GRACE!!!"ucap Revano yang murka lalu dengan cepat Dinda pergi masuk kedalam kamar mandi sembari tertawa terbahak-bahak melihat kemarahan Revano akibat ulahnya sendiri
Bagaimana Revano tak marah, jikalau yang menciumnya itu adalah waiters pengantar makanan untung saja yang menciumnya adalah laki-laki jika perempuan bisa bisa akan terjadi perang dunia...
What!akhirnya ia pun tersadar dari lamunannya yang menciumnya adalah laki-laki?Yatuhannn!seumur hidupnya baru kali ini ia dicium sesama jenis akibat ulah istri kecilnya yang cerdik itu.
Lalu dengan cepat ia mengambil pembersih wajah serta kapas yang ada diatas meja tersebut dan segera ia basuhkan dipipi serta seluruh bagian wajahnya...
"Tunggu hukumanmu, baby..."ucapnya yang tersenyum smirk sembari menghapus sisa-sia ciuman yang melekat di wajahnya
Flashback
Tokkk...tokkk...permisi layanan kamar
"Iya ada apa ya?"ucap Dinda yang sudah berdiri dihadapan waiters pengantar makanan tersebut
"Ini sarapan pagi nyonya."ucapnya
"Oh baiklah kau boleh masuk dan letakkan itu disana."ucap Dinda yang menujukkan dekat sofa yang terdapat sebuah meja
"Baik nyonya..."lalu waiters tersebut pun menaruh dan menata seluruh makanan yang ia bawa di meja tersebut
"Nyonya apa saya boleh keluar, semuanya sudah selesai?"tanyanya kepada Dinda
"Bantu aku, cium laki-laki itu di pipinya sekarang!"
"Tap-iii nyonya saya tidak berani mencium pak Revano.Jika beliau tau maka pekerjaan saya bisa terancam, nyonya!"ucapnya yang gelapan karena ia sungguh sangat takut ketika Dinda menyuruhnya untuk mencium pipi Revano
"Tidak! aku berani jamin jika pekerjaanmu akan baik-baik saja setelah ini, cepatlah!"
"Ba-ikk nyonya!"
"Tunggu!"
"Pakai ini!"lalu dengan cepat waiters tersebut pun memakai masker tutup mulut yang diberikan oleh Dinda
"Baik nyonya..."
"Lakukanlah!"
Cup!
"Sudah nyonya..."
"Baiklah kau boleh keluar dan terima ini, terimakasih ya kau sudah membantuku..."
"Sama-sama nyonya dan saya harap ini tak menjadi hari terakhir aku bekerja disini!"
gumamnya sembari keluar dari dalam kamar President suite tersebut
Setelah waiters itu pun keluar dan Dinda langsung menuju Revano karena sedari tadi ia masih menutup matanya.
__ADS_1
Flashback off
Setelah membersihkan wajahnya, Revano pun segera membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaannya karena mungkin hariini ia tak akan masuk ke kantor.
Tak lama setelah membersihkan tubuhnya Dinda pun ternyata lupa untuk membawa baju serta celana yang akan ia pakai, jadilah sekarang ia termenung memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa keluar dengan aman tanpa ganguan dari Revano.
"Ckck gara-gara dia aku jadi lupa untuk membawa baju gantiku!"gumamnya sembari menggerutu melihat sekarang ia hanya memakai jubah mandi yang tersedia dikamar hotel tersebut
"Sayangg, bisakah kamu membantuku..."teriak Dinda dari dalam kamar mandi
"Ckck giliran ada perlu memanggil sayang, dasar otak culas!"gumam Revano sembari mengecek pekerjaannya dari dalam laptop
"Sayang, kamu mendengarkanku?"teriak Dinda sekali lagi
"Iya kenapa?"jawab Revano dengan nada malas
"Sayang, ambilkan baju dan celanaku didalam lemari.Tadi aku lupa membawanya, sayangg."
teriaknya dengan sangat lembutt
"Ambil saja sendiri!"balas Revano
"Sayangg, ayolah bantu aku kali ini sajaa yayaya..."
Sedangkan Revano yang mendengarkan itu hanya bisa tersenyum manis dan memikikan ide baru agar bisa membalas kelabuan istri cerdiknya itu.
"Baiklah, tapi didunia ini tak ada yang gratiss."
"Apa yang kamu inginkan, sayangg."teriak Dinda lagi
"Ckck tadi aku membawa baju gantiku, mana mungkin aku memanggilmu dengan selembut itu."
"Beri aku morning kiss setiap bangun tidur, setiap aku pergi berangkat bekerja, dan setiap mau tidur..."ucap Revano yang kini sudah berdiri tegak didepan pintu kamar mandi tersebut
"Haruskah aku menuruti permintaan gilanya itu?"
"Yasudahlah kali ini mungkin harus aku turuti permintaan, tuan mesum itu!"
"Baiklah, baiklah kapanpun kamu mau..."ucap Dinda dengan nada malas
"Benarkah?"tanya Revano dengan mata berbinar-binar setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dinda
"Iya tuan mesum tapi hanya untuk hariini saja, hahaha..."
*
*
*
TBC
Maaf ya author lama up nya, hehehe...
Maklum ya author juga lagi sibuk buat belajar karena mau tes masuk universitas doain ya semoga lancar semuanya tanpa hambatan, aamiin yarobaalaminn...
Terimakasih ya sudah mau baca cerita ini, sudah setia walaupun updatenya lama hihihi. kalo urusan author udah kelar, author janji bakalan update setiap hari ya...
__ADS_1