
Yakin!"
"Baik, kalau begitu tunggu aku di RING TINJU pukul sembilan malam!"ucap Al dengan tegas
"ABANGG!!!"teriak Dinda yang terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh sang abang
"Baik Al, saya akan datang!"ucap Revano dengan nada menantang
Setelah itu Al menggangukan kepalanya, lalu dengan segera ia berlalu meninggalkan Revano dan Dinda yang hanya saling diam membisu.
"INGET KALO KAMU PERGI, SEKALIAN GAUSAH NIKAH SAMA AKU!!!"lalu dengan segera Dinda bangkit dan pergi meninggalkan Revano yang terdiam melihat Dinda begitu marah kepadanya
Kemudian Revano pun pergi meninggalkan kediaman Dinda, dan bergegas menyiapkan dirinya untuk tanding malam nanti dengan Al.
Sedangkan disisi lain Dinda langsung menuju kamar sang abang, ia ingin membujuk agar mereka tak jadi bertemu di Ring Tinju bisa - bisa gawat kalau mereka bertemu..
"Abanggg...."ucap Dinda yang langsung masuk kedalam kamar sang abang
"Hm, kenapa?"tanya Al yang masih fokus menatap layar laptop dihadapannya
"Batalin yayaya, untuk apa juga abang mengajaknya ke Ring Tinju?"ucap Dinda yang membujuk sang abang karena Dinda tau Revano pasti kalah melawan Al yang mantan juara nasional Taekwondo sewaktu ia sma
"Buat ngelatih dia lah, biar abang ga khawatir jika kamu bersamanya..."ucap Al dengan santai sedangkan Dinda masih memikirkan bagaimana cara agar mereka agar tak bertemu
"Tapikan Din bisa jaga diri bang, abang lupa ya Din kan mantan Taekwondo sabuk akhir?"
"Iya abang tau, tapi kodrat kamu itu perempuan dan perempuan itu harus dilindungi oleh laki-laki Dinda!"
"Yaudah terserah abang, Din mau pergi aja kalo gitu."lalu dengan cepat Dinda meninggalkan Al karena ia sudah mendapatkan ide cemerlang untuk mengagalkan pertandingan mereka berdua.
"Hahaha awas aja, aku pastiin kalian berdua ga bakalan jadi tanding."gumamnya didalam hati sedari tersenyum memikirkan idenya
Sementara Revano sudah sampai dirumahnya sedari tadi, lalu ia pun segera menuju ruang olaraga yang ada dirumahnya untuk mempersiapkan diri menghadapi Al nanti.
"Bik Vano udah pulang?"tanya sang Mama
"Udah nyonya, Aden tadi langsung keruang olaraga."
Kemudian Mama langsung beranjak menuju ruang olaraga, karena ia ingin menanyakan sesuatu kepada Revano.
"Nak kamu udah ngelakuin apa yang Mama katakan?"tanya sang Mama yang melihat Revano memukul bantalan khusus yang berada didepannya (maaf author gatau apa namanya)
"Udah Ma."jawab Vano dengan santai lalu ia kembali melanjutkan aktivitasnya
"Terus Al minta apa nak?"tanya lagi sang Mama yang heran kenapa putranya pulang dalam keadaan kesal dan marah
Lalu seketika Revano berhenti memukul bantalan itu, ia mendekat kearah sang Mama untuk menjelaskan apa yang diinginkan oleh abang Dinda.
"Al minta Vano tanding di Ring Tinju, Ma."ucap Revano sambil menghapus keringat yang sedari tadi bercucuran di dahinya
__ADS_1
"Loh kenapa begitu, terus kamu setuju?"
"Iya Ma, makanya Vano mau prepare dulu ini."
"Hm, yasudah Mama harap kamu tak terluka nak.Karena beberapa hari lagi kamu akan melaksanakan akad nikah."ucap Mama sambil mengelus puncak kepala Revano, sebenarnya ia tak ingin mengizinkan namun jika dilarang Revano malah semakin menantang, maka dari itu ia dengan terpaksa mengizinkannya
"Pasti, Mama tenang jangan terlalu dipikirkan ya.Ini cuma masalah kecil dan Mama tak perlu khawatir."balas Revano dengan senyuman karena ia tau saat ini Mama sedang khawatir kepada dirinya
***
Akhirnya tepat sudah pukul sembilan malam, Al kini sudah siap dengan pakaian hitamnya dan disisi lain Revano sudah sedari tadi sampai ditempat itu.Sedangkan Dinda ia tersenyum sambil memikirkan apa idenya itu akan berjalan lancar hahaha.
"Lea, aku sudah siap jemput ditempat biasa ya."
"Baiklah aku kesana sekarang..."lalu tak sampai setengah jam Lea pun sampai dan dengan segera ia menancapkan gas nya menuju tempat pertandingan itu
Kemudian Al pun datang dan ia tersenyum melihat Revano yang sudah duduk di Ring tersebut.
"Ternyata dia menepati janjinya!"gumamnya didalam hati sambil berjalan menuju Ring yang sudah dihuni seseorang yaitu Revano
"Hei, sekarang aku mau bertanya kepadamu!" ucap Al dengan nada tegas
"Apa?"
"Apa kau sungguh benar-benar mencintai adikku?"
"Iyaa tanpa kamu bertanya pun sedari kecil saya sudah menyukai adikmu."
"Tentu saya akan berusaha untuk menjaganya walaupun nyawa taruhannya!"jawab Revano dengan tegas
"Jika nanti saya merestui hubungan kalian, apa kau janji akan membuatnya tersenyum bahagia?"
"Apapun yang akan aku lakukan demi membuatnya tersenyum, tapi kali ini saya tidak bisa berjanji karena hidup tidak bisa berjalan dengan mulus.Percayalah kepadaku apapun akan saya lakukan demi kebahagiaannya, tanpa kamu minta saya akan lakukan itu!"
"Baik, tapi jika suatu hari nanti kamu melukai perasaanya.INGAT!saya akan datang untuk menjemputnya kembali!"
"Kamu bisa pegang janji saya!"ucap Revano yang tersenyum tipis dihadapan Al
Lalu keduanya pun tertawa sedangkan disisi lain Dinda terus menerus menyuruh agar Lea cepat karena Dinda takut akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan oleh Revano.
"ABANGG!!!"teriak Dinda yang melihat Revano dan Al saling menatap satu sama lain
"PLISS STOP!"
"DINDA MOHON, HIKSS..."
"STOP! DIN MOHON, BANG..."ucap Dinda yang menangis karena melihat dua laki-laki itu sedang menatap satu sama lain
"BRAKKK..."
__ADS_1
"DINDA!"teriak Revano yang melihat Dinda ambruk seketika, lalu dengan cepat ia membopong Dinda menuju sofa yang ada disana
"Dindaaaa!"teriak Lea dari kejauhan lalu ia pun segera berlari menuju sofa tersebut
"Sayang sadarr..."ucap Revano sembari mengelus puncak kepala Dinda karena sekarang ia memangku Dinda
"Lea apa kau ada minyak gosok?"tanya Al kepada Lea lalu Lea pun menganguk dengan cepat ia berlari ke mobilnya untuk mengambil minyak gosok tersebut
"Ini bang."ucap Lea sembari menyerahkan minyak gosok tersebut kepada Al, namun Al memberi Revano minyak tersebut agar Revano yang mengosokkan minyak tersebut dikepala dan hidung Dinda
"Abang, Vano..."lirih Dinda sembari membuka pelan matanya karena sekarang kepalanya masih terasa pusing
"Sayang!"
"Dinda!"ucap mereka bersamaan
"Din gapapa kok, tapi Din mohon sama kalian gaperlu dengan cara begini menyelesaikan nya!"ucap Dinda dengan pelan
"Ckck iyaya sekarang abang udah restuin kamu sama dia!"ucap Al lalu dengan cepat Dinda menghampirinya dan memeluk Al sambil tersenyum bahagia
"Makasih ya bang..."ucap Dinda sembari memeluk erat sang abang
"Iya sama-sama."
"Ehem!"dengus Revano yang sengaja batuk agar mereka berdua mendengarnya
"Loh kamu kenapa sayang?"lalu dengan cepat Dinda melepaskan pelukkannya dan menuju Revano yang sedari tadi agak kesal melihat keduanya tengah berpelukan
"Hei, Beruang kutub! Dia adikku wajar aku memeluknya!"ucap Al dengan nada kesal karena ia tau saat ini Revano pasti sedang cemburu buta
"Iya bang tau kok, ga kok sayang aku gapapa." lalu mereka semua pun tersenyum bahagia sedangkan Dinda bersyukur tidak ada yang terjadi diantara keduanya
"Syukurlah Rencanaku berhasil."gumamnya sembari tersenyum menatap keduanya
Jika kalian pikir Dinda benar-benar pingsan, kalian salah.Dinda tadi hanya melakukan akting supaya mereka berdua tak jadi berkelahi btw bagus kan akting Dinda...
Cocoklah jadi aktris hahahaha
*
*
*
TBC
Mau update terus setiap hari yakan?
kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨
__ADS_1
Berteman sama author yuk diig
follow @dillaaa09_