
Setelah Dinda ingat dengan seseorang yang disebutkan oleh Papa tadi,seketika ia ingin menangis bahagia.Karena orang yang selama ini ia tunggu-tunggu telah kembali pulang ke negara asalnya.
"Hikss... hiksss..."
"Kapann abang Lano pulang dari Aussie,Pa."
"Sudah lama nak,mereka sudah lama pulang kembali ke Indonesia."jawab Papa sembari menenangkan Dinda yang sedang menangis dihadapan kedua orang tuanya
"Kenapa abang Lano jahatt sama Dindaa,dia janji sama Dinda kalau dia pulang dia pasti bakal jemput Dinda tapi sekarang dia enggak nemuin Dinda,Pa."
"Hikss... hiksss..."
Lama sudah Dinda menangis dihadapan orang tua nya.Dulu setelah Lano pergi meninggalkan Dinda,setiap hari ia selalu bertanya kepada sang Mama kapan abang Lano pulang kembali menjemputnya...
Flashback 12 tahun yang lalu
"Maaa,kapan abang Lano pulang."tanya gadis kecil itu setelah merenung meratapi mainan yang dulu selalu ia mainkan bersama Lano
"Sabar ya sayang, nanti setelah Dinda udah besar pasti deh abang Lano dateng kesini jemput Dinda."jawab Mama untuk menenangkan anaknya karena sudah beberapa tahun ini,setiap hari Dinda menanyakan kapan Lano akan pulang kembali menjemputnya
"Tapi sampe kapan Ma,hikss...hikss..."setelah itu Dinda pun menangis karena ia sudah sangat-sangat merindukan abang Lano nya itu
"Nanti abang Lano pasti jemput Dinda, udah ya jangan nangis lagi kalau abang Lano tau Dinda nangis,bisa-bisa Mama dimarahin sama dia."jawab sang Mama sambil menghibur Dinda agar ia melupakan Lano sejenak
"Yaudah Din gak lagi nangis, tapi Mama janji ya sama Din kalau nanti abang Lano pasti jemput Din."ucap Dinda yang mengakat jari kelingking nya tanda perjanjian
"Iyaa Mama janji."jawab Mama yang langsung melilitkan jari kelingkingnya bersamaan dengan jari Dinda
Sejak saat itu Dinda yang cengeng pun telah berubah,ia tak lagi menanyakan kapan Lano akan menjemputnya dan Dinda percaya jika suatu saat Lano akan menjemputnya.
Flashback off
***
"Din gamau ketemu sama abang Lano, dia jahat sama Din,dia ga nepatin janji."setelah itu Dinda berlari menuju kamarnya dan menangis sejadi-jadi nya
"Hikss... hiksss..."
"Abang Lano jahat sama Adinn..."gumam Dinda seraya menghapus air mata nya.Sebenarnya Dinda sangat mau dijodohkan dengan Lano namun seketika ia teringat bagaimana nanti dengan Revano jikalau ia menerima perjodohan ini
"Din gak tau harus nerima siapa, Din bingungg."gumam Dinda seraya memikirkan siapa yang akan ia pilih nantinya
__ADS_1
Setelah itu Dinda pun melanjutkan tidurnya, karena besok ia harus bekerja dan harus mengahadapi sikap Revano yang sedang tidak bertegur sapa dengan nya.
Keesokan hari Dinda berpikir untuk hari ini tidak berangkat bekerja,karena ia terlalu lelah untuk menghadapi sikap Revano yang semakin hari semakin cuek terhadapnya.
Tokkk...tokkk
"Din kamu ga berangkat kerja hari ini?"tanya Mama didepan pintu kamar Dinda
"Engga Ma,Din capek mau cuty dulu."jawab Dinda setelah membuka pintu kamarnya lalu ia mempersilahkan sang Mama untuk masuk kedalam kamarnya
"Hm,kamu kenapa sayang.Sini cerita sama Mama kamu ada masalah apa?"tanya Mama sambil mengelus puncak kepala Dinda dengan lembut
"Din bingung harus gimana sekarang, Ma."balas Dinda yang terlihat lesu karena ia terlalu lelah memikirkan kedua laki-laki itu entah siapa nantinya yang akan dipilih oleh Dinda
"Din gausah bingung disini ada Mama sama Papa, kalau emang Din udah gamau sama abang Lano kita bisa batalin perjodohannya kok."ucap Mama sambil tersenyum tipis kearah Dinda
"Tapi Ma, Din sayang sama abang Lano tapi Din juga sayang sama orang lain."ucap Dinda dengan wajah sendu dan bingung dengan perasaannya
"Kalau Din setuju sama perjodohan ini, nanti malam kami semua sudah menyiapkan makan malam bersama dengan Lano dan orang tua nya nak."
"Mama kebawah dulu ya, kalau nantinya kamu berubah pikiran kamu bilang sama Mama ya sayang."Dinda hanya mengangukkan kepalanya lalu setelah itu Mama pergi meninggalkan Dinda sendirian yang masih terpaku menatap kepergian sang Mama
Disisi lain Revano yang baru saja sampai dikantor, merasa kebingungan kenapa gadis kecil kesayangannya itu tidak ada diruangannya.Biasanya sebelum Revano datang Dinda sudah duduk manis sambil mengerjakan beberapa file,namun tidak dengan kali ini.Revano sama sekali tak melihat tas ataupun barang-barang Dinda itulah ia bingungkan saat ini.
"Celine!"panggil Revano tak lama kemudian datanglah Celine dengan raut wajah ketakutan melihat Revano yang sekarang sepertinya sangatlah kesal
"Iyy...yaa Pak."ucap Celine dengan gugup
"Kemana Dinda!"
"Kenapa dia tak masuk kekantor!"
"Eumm maaf Pak, tadi pagi bu Dinda telpon katanya dia cuty sakit hari ini karena sedang tak enak badan Pak."ucap Celine lalu setelah itu Revano menyuruhnya segera pergi keluar dari ruangannya
"Kenapa dia tidak memberitahuku kalau dia sakit?"tanya Revano didalam hati nya
Namun setelah itu Revano pun memutuskan untuk menelpon Dinda untuk menanyakan kabarnya,akan tetapi sudah lebih dari 3 kali telpon dari Revano tak diangkat oleh Dinda.
"Apakah ia masih marah kepadaku?"tanya Revano didalam hati nya
Setelah mencoba berulang kali menelpon dan mengirim pesan kepada Dinda, Revano menjadi resah karena Dinda sama sekali tak menjawab ataupun membalas pesan dari nya.
__ADS_1
"Celine, batalkan semua rapat!"ucap Revano dengan tegas namun Celine mengingatkan bahwa rapat tersebut tak bisa ditunda
"Maaf Pak, rapat kali ini tidak bisa ditunda. Karena para Investor dari Jepang sudah terlanjur menunggu diruang meeting."ucap Celine yang resah karena para Investor dari Jepang sudah sedari tadi menunggu kedatang Revano agar meeting akan segera dimulai
"Berapa lama meeting itu!"tanya Revano yang semakin kesal disisi lain ia ingin melihat keadaan kekasihnya dan sementara jika ia tak datang dengan segera ke ruang meeting maka Perusahaannya yang ada di Aussie akan berada diujung tanduk
"Hanya 1 jam kurang lebih Pak,kita hanya membahas kesepakatan dan tanda tangan kontrak untuk menyetujui resort Perusahaan yang ada di Aussie."jawab Celine
"Hm, baik saya akan kesana!"dengan langkah cepat Revano pun segera bergegas untuk masuk kedalam ruang meeting tersebut
Setelah selesai rapat ia pun bergegas menuju kediaman Dinda,entah bagaimana nantinya jika orang tua Dinda tau yang pasti Revano harus melihat gadis kecilnya itu dulu.
"Permisi..."
"Pak saya mau tanya Adinda,apa ada didalam?"tanya Revano dengan satpam dirumah Dinda
"Em maaf Pak,non Dinda gak ada dirumah."jawab satpam tersebut
"Kalo saya boleh tau Dinda kemana ya,Pak?"tanya Revano dengan resah saat tau gadis kecilnya itu tak berada dirumahnya
"Saya juga kurang tau Pak."
"Baiklah terimakasih Pak."
"Maaf Pak saya tak bermaksud untuk berbohong, karena non Dinda sendiri yang bilang kalau ada yang menanyakannya jawab saja dia tak ada dirumah."gumam satpam itu ketika melihat wajah Revano yang sedih setelah tau Dinda tak ada dirumahnya
Lalu dengan segera Revano masuk kedalam mobilnya dan bertanya-tanya apakah yang terjadi dengan Dinda.Sehingga Dinda tak mau mengakat telpon darinya serta membalas pesan nya
"Shit."
"Kamu dimana gadis kecilku..."
"Aku merindukanmu..."gumam Revano sembari menitihkan air mata nya
*
*
*
TBC
__ADS_1
Mau update terus setiap hari yakan?
kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨