
Pagi ini setelah sampai dikantor mereka pun bergegas mengerjakan tugas masing-masing, baik Revano yang sibuk dengan meeting dan Dinda yang sibuk mengurus berkas file yang akan diakan dalam meeting tersebutt.
"Sayang jam berapa meetingnya?"tanya Revano sembari melirik Dinda yang mengerjakan berkas meetingnya itu
"Bentar 1 jam lagi, kamu ngopi aja dulu sambil nungguin kerjaan aku kelar."ucap Dinda dengan santai lalu ia kembali mengerjakan tugasnya
"Hmm boleh kalo gitu aku pesan antar, aku mau mocca late kamu yang?"tanya Revano kepada Dinda
"Samain aja!" balas Dinda tanpa melirik wajah Revano
"Siap buk boss."
Setelah lebih dari 15 menit kopi pesanan mereka pun akhirnya datang, Revano yang tersenyum manis seolah mendapatkan permen dari kekasihnya itu langsung menyuruh pengantar itu masuk ke ruangannya.Biasanya tak ada orang yg bisa masuk kecuali ia sendiri dan Dinda, karena akses facelock hanya untuk mereka berdua saja.
"Masukk."ucap Revano seketika akses pintu itupun terbuka
"Ini Pak pesanannya mocca latte 2."ucap nya sambil menaruh pesanan ke meja tamu
"Baiklah ini."lalu Revano pun memberi dua lembar uang berwarna merah kepadanya
"Em maaf Pak, saya lupa bawa uang kembalian lagi pula ini hanya lima puluh sembilan ribu."ucapnya sambil mengembalikan uang milik Revano
"Ambilah sisanya untuk anak-anakmuu." setelah itu raut wajah pak tua pengantar menjadi bahagia karena baru kali ini ia menemukan orang yang sangat baik
"Te...rima kasih Pak, saya senang karena hari ini anak saya akan makan dengan ayam." ucapnya sambil mengelap air mata nya yang jatuh dan Revano hanya menggagukan kepalanya kemudian dia pun pergi dari ruangan Revano
"Sayang ini kopi nya..."lalu dengan segera Revano menaruh kopi tersebut dimeja Dinda namun Dinda masih menghiraukannya karena ia tengah sibuk mengerjakan file-file itu
"Sayangg..."bujuk Revano agar Dinda segera meminum kopinya
"Sabar nanggung dikit lagi ini."kemudian Dinda kembali fokus dengan layar komputer yang ada dihadapannya
"Sayang nanti ga enak lagi loh."
"Ckck Iyy...aaa."
"Astagaaaa."
Lalu tanpa melihat ternyata kopi yang ditaruh oleh Revano rupanya diatas kertas dan tanpa sengaja Dinda menyenggol kopi tersebut, kemudiann tumpahlah kopi itu diatas berkas yang akan dipakai meeting nanti.
"Revanoooo!!!"ucap Dinda ketika melihat kopi tersebut tumpah dan mengenai sebagia dari berkasnya
"Yahhh..."sedangkan Revano hanya terdiam melihat semua kejadian tersebut karena sekarang ia tak berani untuk berbicara
"SIAPA YANG NYURUH KAMU NARUH KOPI ITU DIATAS BERKAS, HA!"ucap Dinda dengan nada tinggi lalu menatap tajam kearah Revano
"Emmm..."
"JAWAB!"
"Aku kan ga sengaja, mana tau aku..."ucap Revano sembari menundukan kepalanya dan tak berani menatap wajah Dinda yang sedang marah
"AKU GAK MAU TAU, SEMUA BERKAS INI HARUS KEMBALI SEPERTI SEMULA SEBELUM MEETING DIMULAI!!!"ucap Dinda yang menghampiri Revano dan menarik dagu Revano agar menatap wajahnya
"Ckck jadi siapa sekarang yang jadi boss?" gumam Revano didalam hati sembari menatap wajah Dinda yang tepat berada didepannya
__ADS_1
"HEI!"lalu Dinda pun menggoyangkan tubuh Revano agar tersadar dengan apa yang ia katakan
"Emm iyy...aaa, aku akan menyuruh sekretaris kedua untuk mengulang semuanya."ucap Revano yang terbata-bata lalu dengan cepat ia menghindar dari hadapan Dinda karena takutnya Dinda akan berbuat nekat kepadanya wkwk
"AKU GAK MAU HARUS KAMU YANG KERJAIN, MEETING MASIH 30 MENIT LAGI MASIH ADA WAKTU.CEPAT KERJAKAN!"lalu dengan cepat Revano pun mengagukkan kepalanya dan beralih tempat menuju meja Dinda dan mengerjakan berkas-berkas yang tadi ditumpahkan Dinda
"Ckck enak sekali dia duduk sembari menonton tv, sedangkan aku harus mengulang semua berkasnya.Padahal yang menumpahkan dia."gumam Revano didalam hati sembari memperhatikan Dinda yang tengah duduk dan menonton tv haha
"Hei, kamu kenapa menatapku?"tanya Dinda yang sedari tadi merasa ada seseorang yang melihatnya lalu ia pun tau seseorang yang sedang melihatnya adalah Revano
"Mana ada!"lalu dengan cepat Revano kembali mengcopy semua berkas tadi
"Awas kalau dalam 30 menit lagi gak selesai, aku tinggal!"ucap Dinda dengan nada mengancam
"Ckck kenapa dia berperilaku sebagai boss? Bukankah aku yang memerintahnya, malah sebaliknya."gumam Revano didalam hati
"Haha enak juga ngerjain dia..."gumam Dinda didalam hati sembari tertawa kecil
Setelah lebih dari 25 menit akhirnya berkas-berkas tadi yang Dinda tumpahkan pun selesai lalu dengan segera ia menyusunnya dan mengajak Dinda untuk pergi ke ruang meeting.
"Huh akhirnya selesai jugaa."ucap Dinda yang merebahkan tubuhnya diatas sofa setelah meeting namun sampai sekarang Dinda masih mendiamkan Revano
Sedangkan disisi lain Revano hanya menggelengkan kepalanya dan hanya memikirkan bagaimana cara agar Dinda tak lagi mendiamkannya, namun handponenya berdering dan ternyata yang menelpon adalah sang Mama.
Mama calling
"Halo waalaikumsalam Ma, ada apa tumben menelpon?"tanya Revano dibalik telponnya
"Hm Mama cuma mau ingetin kamu, jam 3 nanti jangan lupa ke butik tante Rina ya..."
"Ha?ngapain ke butik tante Rina, Ma."tanya Revano yang bingung
"Astagaa!"
"Iyaya Ma, sekarang Revano kesana sama Dinda."lalu dengan segera ia menutup sambungan telpon dari sang Mama
"Huh! selalu saja begitu untung anak kalo enggak udah lama dicekik!"gumam sang Mama yang geram melihat Revano memutuskan sambungan telponnya secara sepihak
"Sayang, Mama bilang kita harus fiting baju pengatin sekarang."bujuk Revano yang sedari tadi duduk didekat Dinda sedangkan Dinda masih fokus memperhatikan handponenya
"Kapan?"
"Sekarang ayo kita pergi, sekarang."lalu tanpa menjawab Dinda langsung berdiri dan beranjak mengambil tas nya sedangkan Revano masih terdiam dan menatap kearah Dinda yang sudah berdiri diambang pintu
"Cepat!"lalu dengan kesadaran penuh Revano bangkit dan menyusul Dinda yang sudah pergi meninggalkannya wkwk
***
Setelah sampai dibutik mereka pun turun dan beranjak masuk kedalam butik tersebut, kalian masih bertanya apakah Dinda masih mendiamkan Revano? jawabannya adalah iya karena didalam mobil tadi mereka hanya saling diam dan bungkam.
"Wah wahh calon pengantin rupanya baru dateng ya..."ucap Rina pemilik butik tersebut dan merupakan sahabat akrab Mama Revano
"Hehe iya nih tante, ohiya kenalin ini calon Revano namanya Adinda..."ucap Revano sambil tersenyum kearah Dinda
"Emm saya Dinda tante..."ucap Dinda yang tersenyum tipis
__ADS_1
"Wahh pantas saja sedari dulu kamu belum punya pacar, rupanya menunggu gadis secantik ini yaa..."ucap Rina yang tertawa melihat Revano dan Dinda yang tersenyum malu dihadapannya
"Hehe tante bener kok, Vano nungguin dia selama ini."ucap Revano dengan santai sedangkan Dinda masih malu malu untuk menatap kearah Rina
"Yasudah ayo kita fitting baju, Vano tungguin dulu biar Dinda ganti baju yaa."
"Siap tante."lalu Rina pun mengajak Dinda untuk keruang ganti baju karena sudah ada 3 gaun yang ia siapkan untuk Dinda nantinya
Tak lama kemudian akhirnya Dinda pun keluar menampakan wajahnya kearah Revano yang sedari tadi bermain handpone lalu tiba-tiba handpone tersebut pun jatuh seketika Revano yang melihat Dinda bak putri dari kerajaan..
"Gimana?"tanya Dinda yang melihat Revano terperangah dibuatnya
"Gakk gak aku gasuka ada bagian yang terbuka, terus baju itu kurang bahan!"ucap Revano seketika membuat Dinda menghela nafanya
"Walaupun sebenarnya ia cantik memakainya, tapi Revano seakan tak rela jikalau orang lain melihat tubuh gadis kecil kesayangannya itu."
"Hm baiklah..."lalu Dinda pun mengerti dan kembali masuk keruang ganti baju tersebut
"Gimana menurut Revano nak?"tanya tante Rina
"Katanya bajunya kurang bahan tante."ucap Dinda yang sedih namun membuat tante Rina tertawa bahagia melihat sikap asli Revano yang ternyata sangat posesiv
"Baiklah baiklah ayo kita ganti lagi."setelah itu tante Rina pun membantu Dinda memakai gaun kedua
"Ini gimana?"tanya Dinda lagi setelah keluat dari ruang ganti baju tersebut
"Gak!masih kurang bahan, ganti!"lalu Dinda pun mendengus kesal melihat sikap Revano yang sangat sangat posesiv terhadap dirinya
"Hei! ini bagaimana?"tanya lagi Dinda setelah beberapa kali masuk kedalam ruang ganti baju namun gaun tersebut sama sekali belum sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Revano
"Gak ini masih terbuka, coba cari yang lain lagi!"dengus Revano lalu ia pun kembali memainkan handponenya dan menghiraukan Dinda yang masih terpaku dihadapannya
"TERSERAH!"
"KALAU INI TIDAK MAU, SEKALIAN TAK USAH MENIKAH!!!"ucap Dinda yang kesal dengan kelakuan Revano karena ia sudah lelah untuk mengganti gaun lagi
What!seketika Revano tersadar dari lamunannya dan segera mencekal tangan Dinda, karena tak mungkin jika hanya masalah gaun mereka tak jadi menikah konyol bukan?
*
*
*
TBC
MAU UP KELANJUTANNYA?
TEMBUS 50 LIKE+10 KOMENTAR AKU UPDATE MALAM INI JUGA....
__ADS_1
Berteman dengan author diig yukk
follow : @dillaaa09_