
***
Setelah melajukan mobil nya,Revano pun mengajak Dinda untuk pergi ketempat yang seharusnya mereka tujui.Kira - kira mau kemana yapp,hahaha author juga bingung mereka mau kemana yaudah deh ayok kita lihat mereka mau kemana.
Setelah sampai ditempat itu, Revano pun segera memarkirkan mobil nya.mereka pun segera turun dari mobil dan berjalan untuk menuju tempat tersebut.lalu Revano pun menelpon seseorang untuk menanyakan apakah tempat itu sudah siap atau belum.
62891XXXX
"Gimana semua nya sudah siap."tanya Revano kepada sang penelpon itu
"Sudah hampir siap,kalian bisa langsung masuk."ucap sang penelpon itu yang memberitau jikalau tempat itu sudah siap
"Baiklah, mobil saya diparkir disini."ucap Revano sambil keluar dari mobil lalu mengajak Dinda untuk menuju tempat tersebut
***
"Kita mau kemana?"tanya Dinda kepada Revano
"Ke suatu tempat."jawab Revano sambil melirik kearah Dinda lalu ia kembali berjalan bersama Dinda untuk menuju ketempat tersebut
"Ckck iya tau tapi ini mau ketempat apa?"tanya Dinda sekali lagi kepada Revano
"Huh! sudahlah jangan banyak bicara jalan saja."ucap Revano dengan tegas lalu ia kembali berjalan untuk menuju ketempat tersebut
Setelah berjalan agak sedikit lama, tiba lah mereka disebuah kapal pesiar yang sudah menanti mereka untuk mengajak mereka berlayar dilaut lepas.
"Kok kita kesini sih?"gumam dinda kepada Revano sedangkan Revano hanya tersenyum manis dihadapan dinda
"Yaudah yuk kita masuk aja."ucap Revano sambil menggandeng tangan Dinda untuk masuk kedalam kapal tersebut
lalu Dinda pun mengikuti langkah kaki Revano, karena ia sangat binggung kenapa tiba - tiba boss itu mengajak nya ke kapal tersebut.
"Selamat datang di kapal xxx."ucap pelayan itu kepada mereka berdua
"Kita diluar aja yuk pemandangan nya lebih indah kalo diluar."ucap Revano lalu ia pun mengajak Dinda ke ujung kapal itu
Setelah sampai mereka pun langsung melihat laut lepas yang sedang berada tepat didepan mata mereka berdua.
"Kenapa kamu ngajakin aku kesini."tanya Dinda kepada Revano karena ia sangat bingung apa alasan Revano mengajaknya untuk pergi kesini
"Kan sebagai permintaan maaf saya kemarin."ucap Revano dengan enteng sambil menghadap ke laut lepas
"Iya tapi kan bisa ditempat biasa saja, kenapa harus kesini coba."tanya Dinda lagi lantaran alasan Revano sungguh sangat tidak tepat
"Ini kenapa lagi dia senyam senyum dari tadi."gumam Dinda didalam hati
"Emang gaboleh apa saya ngajak kamu kesini."tanya Revano kepada Dinda
"Ya boleh-boleh aja sihh, tapi aku kan bingung kenapa tiba-tiba ngajak kesini."ucap Dinda dengan kesal lantaran mengapa Revano tak memberikan alasan yang tepat untuk Dinda
"Ckck ini kan tempat mahal kan sayang uang nya kalo digunain cuma untuk menyewa kapal ini dan makan saja!"ucap Dinda lagi kepada Revano namun tanggapan Revano hanyalah tersenyum saja
Karena memang Dinda adalah orang yang tidak suka mengahambur-hambur kan uang dengan hal yang berguna.
"Kapal ini punya keluargaku."jawab Revano dengan santai sedangkan Dinda hanya tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Revano tadi
"Hah!apa santai sekali dia bilang kalau ini kapal punya keluarganya."gumam Dinda didalam hati
Lalu tak lama kemudian datanglah pelayan yang ingin memberitau kepada Revano kalau yang disiapkan telah siap.
"Pak semuanya sudah siap."ucap pelayan itu sambil membisikkan sesuatu dengan Revano
"Baiklah, kami akan kesana."ucap Revano kepada pelayan itu, sedangkan Dinda hanya diam lalu memikirkan apa yang dikatakan mereka berdua hingga sampai berbisik-bisik begitu
__ADS_1
Lalu Revano pun kembali menuju ketempat Dinda berdiri, dan bergegas mengajak Dinda untuk masuk kedalam kapal tersebut.
"Ayo masuk."ucap Revano sambil menggandeng lengan Dinda
"Baiklah ayo."ucap Dinda sambil mengikuti Revano karena sedari dari Revano menggandeng lengan Dinda tanpa Dinda sadari itu
***
Setelah hampir sampai didalam Revano pun menyuruh Dinda agar menutup mata nya, agar kejutan itu berhasil.
"Sekarang saya tutup mata mu."ucap Revano sambil mengambil sapu tangan dari saku kanan nya lalu ia pun menutup mata Dinda menggunakan sapu tangan tersebut
"Ckck kenapa sih harus ditutup segala."ucap Dinda yang kesal karena mengapa mata nya harus ditutup padahal kan cuma mau makan malam
"Biar suprise hahaha."ucap Revano sambil tertawa kecil dihadapan Dinda
"Kamu jangan lari kemana-mana ya kan mata aku ga bisa liat."
"Ckck iyaa bawel banget sih."ucap Revano sambil menuntun Dinda ketempat yang sudah ia persiapkan itu
Lalu tak lama kemudian mereka pun sampai ditempat itu, dan Revano pun segera pergi menjauh dari Dinda. agar rencana nya berhasil 100% hahaha.
"Revanoo! kamu dimana."ucap Dinda sambil membuka ikatan penutup mata nya sedari tadi
1
2
3
"Matikan lampu nya."ucap Revano sambil berbisik dengan pelayan tersebut
Lalu lampu diruangan tersebut pun seketika padam, dan Dinda pun bingung apa yang harus ia lakukan karena ia sangat takut akan kegelapan.
"Vanoo,jangan main-main deh,aku gasuka bercanda ya."ucap Dinda yang merinding ketakutan karena ia tak tau ia sedang berada dimana dan seketika ia pun teringat akan kejadian masa kecil nya dulu yang sangat suram yang membuatnya sampai sekarang sangat membenci akan kegelapan
"Vano hiksss...hiksss."gumam Dinda sambil menangis karena ia sudah tak tahan lagi untuk meneteskan air mata nya
"Kenapa dia menangis?"gumam revano didalam hati nya
"Maaf"
Lalu Dinda pun duduk terpojok dibawah lantai kapal itu sambil menangis menekukkan kaki nya.
"Mamaaa, hiksss... hiksss.. Dinda takutt"
ucap Dinda yang sedari tadi menangis sesengukkan
"Dindaa!"ucap Revano sambil mencari Dinda
"Akk...uuu disinii hiksss...hikss."ucap Dinda yang kini semakin ketakutan
1
2
3
Seketika lampu pun menyala kembali dan memperlihatkan Revano yang tengah berdiri di sudut kanan meja tersebut.
Lalu Dinda pun terkejut dengan apa yang ada dihadapann nya sekarang, karena seperti nya ini seperti mimpi.
"Appp...aaa ini."ucap Dinda sambil mengahapus air mata yang menetes tadi
Degg....
__ADS_1
"Bagus sekalii, aku baru kali ini diajak
seseorang makan malam seperti ini."gumam dinda didalam hati
Kemudian Revano pun mengahampiri Dinda, dan ia pun menghapus air mata Dinda menggunakan tangannya sendiri.
"Jangan menangis saya tidak suka melihat kamu menangis."gumam Revano sambil mengusap air mata dinda
"Ckck kamu sendiri yang membuatku menangiss."ucap Dinda yang kesal namun ia tetap tersenyum manis dihadapan Revano
"Maaf."satu kata yang hanya diucapkan oleh Revano namun satu kata itu sangatlah berharga bagi Dinda
"Baiklah ayo kita duduk."lalu Revano pun mengajak Dinda untuk duduk dikursi yang sudah disediakan
"Menga...ppp."ucap Dinda yang ingin mempertanyakan semua ini namun Revano lebih dulu menutup mulut Dinda
"Kalo lagi makan gaboleh bicara."ucap Revano sambil melepas tangan nya dari mulut Dinda
"Huh! iyaaa."ucap Dinda yang kesal lalu ia pun segera makan makanan yang telah disediakan
Lalu mereka pun makan tanpa berbicara apapun karena Revano sudah melarang Dinda untuk berbicara ketika mengahadap makanan.
Setelah selesai makan,Revano pun pamit dengan Dinda karena ia ingin ke toilet sebentar.
"Saya ketoilet sebentar gapapa kan?"tanya Revano kepada Dinda karena ia takut Dinda akan marah maka dari itu ia izin dulu hehe
"Iyaa tapi awas ya kalo kamu ninggalin aku, aku gabakalan maafin kamu!"ucap Dinda sambil menatap tajam kearah Revano
"Ckck iyaya."jawab Revano lalu ia pun bergegas ketempat yang jauh dari Dinda ia hanya memakai alasan saja jikalau ia mau ketoilet namun sebenarnya ia hanya ingin mempersiapkan hadiah yang sebenarnya kepada Dinda
Setelah 5 menit kemudian Revano pun kembali menuju tempat Dinda berada,ia sangat tidak sabar untuk memberikan hadiah ini kepada gadis kesayangannya.
"Huh! lama bangett sihh."dengus Dinda lantaran ia sangat kesal karena Revano sangat lama sekali didalam toilet itu
Namun Revano hanya diam sambil tersenyum dan tak lama kemudian ia pun jongkok dihadapan Dinda sambil berkata...
"Maaf saya menyiapkan semua ini hanya untuk kamu, maaf jikalau saya membuatmu menangis, dan maaf saya hanya bisa memberikan ini.saya tak bisa menjadi laki-laki romantis seperti yang kamu inginkan, tapi saya bisa melakukan apapun yang kamu inginkan. sekarang saya mau bertanya apakah kamu mau menjadi kekasih saya?"tanya Revano sambil mengeluarkan kotak merah dihadapan Dinda
"Ha! apa dia salah minum obat."
gumam Dinda didalam hati
Namun Dinda justru terkejut bukan main lantaran ia sangat tak percaya apa yang dilakukan oleh bos nya itu.
"Makssuddd... kamm...uuu,apaaa?"tanya Dinda yang gugup saat melihat Revano duduk jongkok dihadapannya
"Maukah kamu menjadi kekasihku?"tanya Revano kepada Dinda
"Ehmm.... maaffff tapp..."
ucap Dinda sambil gugup namun ia tak berani melanjutkan kata kata nya itu lantaran ia sangat malu dengan Revano
*
*
*
TBC
Mau update terus setiap hari yakan?
kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨
Ohiya buat kalian yang mau masuk grup aku di WA bisa tinggalin nomer kalian ya, nanti aku masukin,okeii🤗
__ADS_1