Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )

Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )
Di Lanjutkan


__ADS_3

Pagi hari, Boleh kan Jupiter menyesal karena telah bangun sepagi ini ?


Niat nya hanya ingin bangun pagi, dan bersiap karena memang mereka akan langsung terbang ke London, Tapi seperti nya nasih baik tidak berpihak pada nya hari ini.


Dimana pagi ini, Dia bertemu kakak nya, Jika itu hanya Matheo, Thunder dan Cloud saja bukan Maslaah bagi nya.


Tapi ini Sky, Galaxy Sky Alexander yang bertemu dengan nya.


Harus kah Jupiter menyapa nya ? Atau pura pura tidak melihat nya saat ini ?


Tapi mana mungkin ? Karena dia sudah terlihat seperti ini, Lagi pula kenapa Kaka nya bangun sepagi ini juga ?



" Morning Kak..." Sapa Jupiter pada Sky, Dia hendak melewati kakak nya.


Namun bukan hal mudah bagi nya bisa lepas begitu saja dari Sky, Terbukti karena kini, Kemana Jupiter bergerak Sky juga ikut bergerak, .


Maka hasil nya, Jupiter tidak bisa melewati nya begitu saja.


" Kak, Aku harus ke dapur, Aku ingin mengambil air putih..." Ucap Jupiter pada kakak nya yang masih menatap ke arah nya.


" Kak ??" Jupiter kaget saat Sky memberikan nya segelas air putih pada nya.


Kaget ? Jelas Jupiter kaget, Dia bingung harus melakukan apa saat ini, Mengambil nya atau menolak ?


Karena saat ini Jupiter bagaimana buah simalakama, Di ambil tidak di ambil, Nyawa nya tetap akan terancam juga.


Saat Jupiter hendak mengambil gelas yang di berikan kakak nya, Cloud tiba tiba saja datang ke dapur juga.


Melihat Jupiter dan Sky berada di dapur, Kenapa rasa nya sangat mencekam ?


Glug !


Cloud menelan ludah nya secara kasar saat melihat tatapan tajam dari kakak nya, Dan tatapan memohon dari adik nya.


Kini kedua adik nya itu berada di tempat yang salah.


Cloud merutuki diri nya yang entah kenapa harus ke dapur pagi ini !



" Selamat pagi kak..." Sapa Cloud mencoba sebiasa mungkin.


Tapi sang penguasa jilid kedua itu yang tidak biasa menatap kedua adik nya saat ini.



Apa yang harus mereka lakukan saat ini ? Mereka terjebak bersama pria menyeramkan ini ??


Ya Tuhan, Dimana Papa mereka ? Kenapa belum keluar juga hingga saat ini ?


Cloud dan Jupiter membutuhkan penguasa jilid satu itu, Dan dimana pria tua itu ??


" Kau bilang haus bukan ? Aku sudah memberikan mu segelas air putih, Jadi duduk dan habiskan !"

__ADS_1


Glug !


Semakin seret dan kering rasa nya tenggorokan Jupiter, Begitu juga dengan Cloud.


Apalagi saat melihat Jupiter yang tak kunjung duduk malah di paksa duduk oleh Sky kakak mereka.


" Ahhh...Iya aku akan minum kak..." Jupiter langsung meminum segelas air putih yang di berikan Sky pada nya.


Apalagi kini Jupiter merasakan sedikit remasan di pundak nya, Maka tamat lah riwayat nya saat ini.


" Anak pintar, Jika kau menurut begini aku akan mempertimbangkan lagi untuk menjadi kakak mu !" Aku menepuk nepuk puncak kepala Jupiter dengan lembut.


Tapi bukan nya merasa terharu, Jupiter semakin sulit untuk bernafas saat ini, Apalagi sebelah tangan kakak nya kini turun ke bahu nya, Dan mengusap batang leher jenjang nya.


Apakah ini akhir dari hidup nya ? Melihat betapa indah nya dunia ini ?


" Kak---"


" Sssstttt....." Bisik Sky saat Cloud membuka suara.


Sementara Jupiter, Dia sudah pasrah saat ini, Apa pun yang terjadi pada nya hari ini, Dia hanya bisa berharap bahwa ini yang terbaik bagi nya mungkin.


" Bagimana perasaan mu di puji oleh kakak ipar mu ?? Bukan kah kau mendengar nya ? Bahwa senyuman mu manis kata nya ??"


Deg !


Jantung Jupiter sudah tak terkondisikan lagi.


Berdebar tak karuan, Dia sudah menghapus perasaan nya untuk Starla, Tapi jika di puji begitu, Siapa yang tidak meleleh bukan ?


" Kak Aku---"


" Hey kau !! Apa yang kau lakukan pada Jupiter ???" Akhir nya.


Cloud dan Jupiter bisa bernafas lega saat melihat perisai mereka sudah turun dan kini langsung menghampiri ketiga anak nya.


" Aku ? " Tunjuk Sky pada diri nya sendiri saat papa nya sudah sampai di meja makan dekat mereka .


" Lalu siapa lagi ? Bukan kah kau yang paling tua disini ???"


" Apa di kamar Papa tidak ada kaca ? Siapa yang tua disini ?"


Tok !


" Pa !!" Pekik Sky Tidka terima saat kepala nya di jitak begitu saja oleh Papa nya.


" Itu balasan karena kau sudah kurang aja pada Papa ! " Namun bukan Sky nama nya jika dia tidak membalas dan melawan Dengan papa nya.


Tok !


" Kakak---" Pekik kedua adik nya bersamaan saat Sky menjitak kepala nya, Cloud dan Jupiter.


" Harus adil ! Bukan kah kita saudara ? Saudara harus saling berbagi dan mengasihi !" Apa apaan kakak nya ini ?


Sejak kapan dia bicara soal saudara ? Jika begini saja mengaku saudara dengan mereka, Jika biasa saja tidak pernah sekali pun mau bicara pada mereka.

__ADS_1


"Ck, Saat seperti ini saja kau bisa dan dengan mudah nya mengatakan bahwa kalian saudara, Kemarin kemarin kemana saja kau ? Semedi ??" Cibir Papa nya lagi.


Jupiter dan Cloud masih mengusap kepala nya yang berdenyut karena ulah kakak langit mereka ini.


" Bukan kah saudara harus saling menyayangi ? Dan berbagi ? Jadi Sky membagi rasa sakit karena jitakan dari Papa, Sky tidak ingin serakah, Apa yang Sky dapatkan, mereka juga mendapatkan nya, Walau Sky harus kerja keras, Tidak mengenal waktu, Demi menghasilkan uang uang itu, Untuk kalian semua !"


" Itu memang tanggung jawab mu ! Sejak kecil Papa sudah mewariskan segala nya untuk mu ! Dan kau pun menerima nya saat remaja, Jadi dimana letak kesalahan papa dan adik adik mu?" Terdengar Sky berdecak disana.


Mantan penguasa ini memang luar biasa sekali mulut nya, Pintar sekali pria ini memutar balikan fakta !


Ya walau memang benar dia pewaris tunggal perusahaan besar itu, Tapi kenapa Adik adik nya Tidka juga duduk di perusahaan ?


Papa nya malah membebaskan mereka menjadi apapun yang mereka sukai, Jupiter memiliki perusahaan kecil milik nya sendiri yang masih di rintis nya.


Lalu Cloud memilih menjadi pilot, Lalu kenapa dia yang harus menjadi tumbal nya saat ini ??


" Jangan banyak bicara ! Sudah salah masih saja mengelak !" Alex langsung duduk di kursi nya, Begitu juga dengan anak anak nya.


" Oh C'mon Pa ! Sadar lah, Tolong sadar, Jika Tidka sadar, Kedua anak Papa ini bisa membawakan kaca besar agar bisa untuk membuat Papa berkaca dari atas hingga bawah, Agar Papa tau, Seberapa menyebalkan nya Papa !"


" Kau ---" Tunjuk Alex pada putra nya.


" Jangan terlalu sering mengumpat Pa, Ingat usia Papa ! Saat ini Sky berusia 37 tahun, Dan Usia Papa saat menikahi Mama itu 33 tahun, Jadi tambahkan saja angka angka itu !" Ucapan Dari Sky menyulut api amarah di dalam diri seorang Alexander !


Dia tidak terima jika di katakan tua, Apalagi Sky yang mengatakan nya.


" Aku belum tua !! Aku belum tua ! Kau dengar itu, Aku belum tua !!!" Sky hanya bisa menggelengkan kepala nya saja saat melihat papa nya yang tidak terima dengan kenyataan yang ada saat ini.


" Sky tidak mengatakan Papa Tua, Tapi Kenapa Papa merasa jika itu Tidka benar !" Alex terlihat mengepalkan kedua tangan nya, Dia benar benar ingin menghabisi putra nya ini.


Tapi belum siap dia melakukan itu, Istri nya sudah datang ke meja makan bersama para menantu nya.


" Sayang ada apa ini ???" Tanya Risa saat melihat ruangan makan pagi ini cukup mencekam.


" Tanyakan itu pada putra mu ! Kau pun sama menyebalkan dengan mereka !! Dasar kalian semua !!! Menyebalkan !!!" Teriak Alex lagi dan dia meninggalkan meja makan pagi ini.


Sementara Risa ? Dia menjadi heran saat suami nya marah marah seperti itu, Apa kesalahan nya ?


Hingga Alex bisa semarah itu pada nya ?


" Bukan Sky !"


" Bukan Cloud juga Ma !"


" Apalagi Jupiter ! Bukan Jupiter Ma !" Risa menjadi pusing saat ini.


Siapa yang membuat suami nya marah ?? Jika ketiga anak ini saja tidak ada yang mau mengaku.


" Jadi siapa ??" Tanya Risa pada ketiga anak nya.


Dengan kompak mereka bertiga menjawab " Thunder !!!"


" Hey !!! Kenapa aku ?? aku baru saja turun dari kamar !" Pekik Thunder tidak terima karena di salahkan oleh ketiga saudara nya.


...⭐⭐⭐ ...

__ADS_1


__ADS_2