Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )

Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )
Sadar


__ADS_3

Pukul 9 pagi, Alex sudah tersadar dari tidur panjang nya setelah melakukan operasi transplantasi hati yang di lakukan nya bersama Sky putra nya.


Dan kini orang pertama yang di cari nya adalah Sky.


Dimana putra nya ? Dimana anak China nya nya itu ??


" Sky...." Lirih Alex saat melihat ternyata anak nya sudah berada di sisi nya.


Putra nya sudah berada di dekat nya, Tapi kenapa Sky nya belum sadar ?? Tidak tahukan dia jika Alex saat ini benar benar berharap Sky segera sadar dan memanggil nama nya.


Agar hati dan pikiran Alex bisa tenang...


" Sky, Nak..." Panggil Alex lagi berharap Sky mendengar nya dan segera membuka kedua mata nya.


Padahal saat ini alat alat penunjang kehidupan masih terpasang di titik titik tubuh Alex.


Tapi pria itu seperti tidak merasakan sakit apapun selain memang bagian bekas operasi nya yang terasa berdenyut hebat.


Dia mengabaikan rasa sakit nya berharap Sky bisa segera sadar.


" Sky, Buka mata mu Nak. " Alex berusaha bangun untuk bisa menggapai anak nya namun apa yang terjadi ?


Dia malah membuka alat alat medis yang masih membantu nya saat ini.


Dia tidak perduli lagi, Bagaimana keadaan nya saat ini, Yang terpenting saat ini adalah keadaan Sky yang baik baik saja.


Tolong jangan hadapkan dia dengan kehancuran lagi, Tolong jangan Tuhan.


Alex berharap Tuhan tidak lagi menguji hati nya semua ini, Jangan lagi.


" Sky...."


" Alex !! Apa yang kau lakukan ??" Tanya Steve yang langsung menghampiri teman luar biasa nya itu.


Sudah tidak heran lagi, Bagimana bisa dia melepaskan semua alat alat itu, Dia adalah sang penguasa, Dia tidak lagi memikirkan apapun selain yang menurut nya itu benar.


Dan mengetahui keadaan Sky adalah tujuan utama nya saat ini.


" Jangan katakan apapun itu jika hal buruk ! Aku tidak ingin mendengar nya !"


" Biarkan Sky ! Dia masih membutuhkan istirahat sekarang ayo pindah ke ruang rawat inap. "


" Tidak !! aku tetap ingin disini bersama putra ku !!" Ini lah yang membuang Steve begitu malas merawat pria keras kepala melebihi batu gunung itu, Bahkan bukan lagi batu gunung.


Tapi batu karang yang sulit di hancur kan walau di terjang deburan ombak.

__ADS_1


" Alex aku mohon ! Biarkan Sky istirahat, Dia masih membutuhkan istirahat !!"


" Biarkan aku menemani nya disini !!"


" Apa kau tidak kasihan pada nya ?? Dia membutuhkan banyak istirahat, Jadi biarkan dia tidur !" Alex bisa apa jika begini ?


Dia hanya bisa pasrah pada keadaan dan membiarkan Steve yang mengontrol keadaan anak nya saat ini.


Karena dia percaya bahwa Steve tidak akan membuat nya kecewa...


Kini dengan berat hati Alex membiarkan Steve untuk mengurus Sky, Dan dia di pindahkan ke ruang rawat inap biasa.


Dimana disana ada istri nya yang tertidur di atas ranjang rumah sakit, Ada anak anak nya yang selalu setia menemani wanita yang sangat di cintai nya itu.


Melihat bagaimana Tarisa tertidur bersama Rain dan saling memeluk membuat hati nya tersentuh dan terenyuh.


Dia pun mendorong kursi roda nya sendiri hingga benar benar berada di pinggir ranjang rumah sakit, Di usap nya pipi mulus nan lembut putri satu satu nya itu dengan penuh kasih sayang.


Wanita paling sombong di klan Alexander adalah Raina Queen Alexander Guero.


Putri satu satu nya dari Alex dan Tarisa.


" Dad..." Rain langsung terbangun saat merasakan sentuhan di pipi nya.


" Sttt...Jangan berisik. Kasihan Mama mu. "


" Yes, Daddy sudah sadar ?? Lalu bagaimana dengan kakak ??"


" Ya, Papa sudah sadar, Dan kakak kamu masih tertidur. Papa di minta untuk keluar dari ruangan itu oleh dokter cabul itu. "


" Syukur lah jika papa sudah sadar, Tapi kakak ??" Alex pun mengerti dengan ketakutan putri nya ini.


Karena siapa yang tidak takut jika salah satu keluarga nya belum sadarkan diri dari operasi yang merkea lakukan kemarin.


" Kakak kamu akan baik baik saja, Pulang lah, Ajak saudara saudara mu yang lain nya. Istirahat dirumah saja. Papa baik baik saja. "


" Tapi Dad, Bagaimana keadaan Daddy ??" Tanya Rain sekali lagi untuk memastikan keadaan Daddy nya


Hanya Rain lah yang memanggil Alex dengan sebutan Daddy, Karena yang lain nya tetap Papa seperti Sky lah yang pertama memanggil nya Papa.


" Papa Baik baik saja. " Mendapatkan kabar dari Papa nya langsung dan mengatakan diri nya baik baik saja.


Rain memutuskan untuk kembali kerumah mereka karena Papa nya yang meminta.


" Jangan berisik ! Pulang dan istirahat. Biar Papa yang menamani Mama kalian. " Jika sudah begini mereka bisa apa ??

__ADS_1


Yang jelas mereka tidak bisa apa apa lagi jika itu sudah menyangkut seorang Alexander sang penguasa yang bucin nya hingga ke tulang sumsum dan aliran darah.


Bahkan jika bisa di tes DNA, Maka mungkin saja isi nya juga hanya ada nama Tarisa Tarisa dan Tarisa nya.


" Cepat pergi !! Dasar anak anak menyebalkan ! Menganggu saja. " Usir nya lagi pada anak anak nya berharap mereka segera pulang dan beristirahat.


Karena dia juga tau bahwa anak anak nya kurang istirahat, Itu terbukti dengan kantung mata yang mereka miliki hari ini.


Terutama Cloud yang memang sangat luar biasa warna kulit nya.


Setelah kepergian anak anak nya, Alex berusaha untuk naik ke ranjang pasien yang di tiduri Tarisa.


Buka ranjang rumah sakit biasa, Tapi itu memang khusus untuk keluarga besar itu.


" Eegghh...." Sekuat tenaga Alex menahan rasa perih di perut nya saat Tarisa berbalik dan memeluk tubuh nya.


Bahkan juga Alex merasakan kini Tarisa yang seperti tengah mencium aroma tubuh nya.


Berharap dia tidak mimpi, Karena dia memang merindukan suami nya itu.


" Sayang..." Panggil Tarisa saat dia merasakan tangan nya menyentuh dada bidang yang yang sangat di rindukan nya ini.


Merasa itu nyata membuat Tarisa langsung membuka kedua mata nya.


Dan benar saja bukan ?? Ini suami nya.


Benar kah ini suami nya ??


" Sa-yang---"


" Ya ! Ini aku..."


" Alexander ku, " Tangan Tarisa bergetar hebat saat mendengar suara itu.


Ini benar benar nyata. Alexander nya sudah sadar.


" Sudah ku katakan jangan menangis bukan ? Lalu kenapa masih menangis kau ??"


" Aku merindukan mu, Tidak perduli kau akan marah atau apa, Tapi yang pasti aku benar benar merindukan mu, Jadi biarkan aku menangis disini dan jangan menganggu ku. "


" Bukan aku yang menganggu mu ! Tapi kau yang menganggu ku, "


" Terserah ! Yang pasti aku benar benar merindukan mu, jadi jangan banyak bicara dan biar kan aku menangis karena kamu tidak tau apa yang ku rasakan semalam !"


...⭐⭐⭐...

__ADS_1


__ADS_2