Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )

Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )
Starla


__ADS_3

Steve benar benar lemas saat ini, Dia tidak bisa melakukan apapun lagi.


Bahkan hanya untuk bernafas saja dia sulit, Lalu bagaimana cara dia dia mengatakan semua ini pada keluarga nya ??


Bagimana Tarisa ?? Starla ?? dan terutama Alex sendiri ?


Karena pasti yang pertama kali di tanya nya adalah Sky, Karena mereka berdua sudah berjanji untuk terus bersama bukan ??


Maka itu lah yang menjadi beban terberat bagi nya.


Mengatakan kegagalan nya, Dan tidak selamat nya Sky dalam operasi ini.


" Dok, Penerima harus segera di pindah kan ke ruang rawat intensif, Jadi bagaimana ini ??" Steve melihat ke arah yim media lain nya dan dia hanya bisa menganggukkan kenapa nya saja.


Karena dia sudah tidak bisa melakukan hal apapun lagi.


Tim medis yang lain membawa Alex ke ruang rawat intensif, Sementara dia masih terlihat berdiri menguatkan hati nya untuk menatap wajah Sky yang memucat itu.


" Sky, Uncle mohon buka mata mu, Tolong untuk kali ini saja, Uncle mohon..." Steve begitu mengiba di depan jasad Sky yang sudah terbujur kaku saat ini.


Dia harus menguatkan hati nya untuk semua ini, Dan jika di biarkan terlalu lama juga itu tidak mungkin, Karena Sky harus segera di bersihkan dan segera di kembalikan ke keluarga nya untuk di makam kan.


Ya, Steve harus benar benar menguatkan diri nya, dengan perlahan dia menyeret kedua kaki nya menuju keluarga Alex di luar sana yang di tau mereka semua pasti sangat cemas.


" Cloud, Dimana kakak kamu sayang ?? Kenapa hanya Papa kamu yang keluar ??" Bukan hanya Tarisa yang bertanya tanya.


Tapi mereka semua juga sama, Karena saat ini mereka cukup lega karena Pria tangguh itu sudah keluar dari ruang operasi dan operasi nya berjalan lancar, Lalu dimana Sky ??


Pikiran buruk mulai menghantui mereka, Tapi mereka tidak ingin, Terutama Tarisa, Dia tidak ingin berpikiran buruk dengan semua ini.


Tidak !


" Cloud, Piter... Dimana kakak kalian sayang ?? dimana Sky ??" Mereka mulai panik sampai saat mereka melihat Steve keluar dari ruang operasi dengan nya wajah menunduk itu membuat mereka semua bertambah panik.

__ADS_1


" Steve, Dimana Sky ?? Dimana anak ku ??" Tarisa langsung memberondong Steve dengan pertanyaan nya, Dia tidak ingin mendengar berita buruk.


Dia mohon untuk semua itu.


" Steve, Aku mohon katakan sesuatu untuk ku...Dimana anak ku ?? Dimana langit terindah ku ?? Dimana dia ??" Steve hanya bisa menatap Tarisa sebentar lalu kembali menundukan pandangan nya.


" Steve, Katakan sesuatu !! Jangan membuat ku takut untuk mendengar nya, "


" Maafkan aku Tarisa, Sky--"


" Tidak !!! Jangan katakan itu !!!" Bentak Tarisa.


Dia tidak ingin mendengar kata maaf dari Steve, yang berarti dia bersalah, Dan kata maaf yang di katakan Steve bisa saja membawa berita buruk bagi nya.


Tarisa tidak mau mendengar itu.


" Tapi Tarisa, Itu lah yang terjadi, Aku telah gagal, Aku gagal menepati janji ku, Aku---"


Plak !


" Jangan berani mengatakan hal itu lagi !! Aku melarang mu untuk mengatakan hal itu !! " Tarisa menunjuk wajah Steve dengan hari mungil nya.


Karena ini pertama kali nya Tarisa bersikap kasar pada orang lain, Terlebih itu sahabat suami nya sendiri.


" Jangan berani mengatakan hal itu ! Aku melarang mu untuk itu !!" Mata nya memerah dengan air mata yang berlinangan di kedua pipi nya.


" Aku mohon jangan katakan apapun itu tentang putra ku, Aku mohon jangan..."


" Mama "


" Tarisa !!!" Steve dan anak anak nya kaget saat melihat wanita China itu luruh begitu saja di lantai rumah sakit dengan dengan air mata dan tangis nya yang begitu menyedihkan dan menyayat hati setiap orang yang melihat nya.


" Sky, Galaxy Sky Alexander Mama, " Demi Tuhan mereka semua tidak kuat untuk melihat semua itu.

__ADS_1


Siapa yang kuat saat menerima berita bahwa anak nya terbaring di ranjang pesakitan dan tidak selamat, Ibu mana yang tidak hancur hati nya ??


Tidak ada bukan ??


Apalagi ini seorang Tarisa yang begitu sangat mencintai anak anak nya, Bukan hanya Sky saja, Tapi semua anak nya.


Sementara Starla di singapur sana tengah berdoa di tempat yang seharus nya.


Dia berdoa dengan begitu khusyuk tanpa terganggu oleh siapa pun disana.


Dia benar benar menyerahkan seluruh hidup nya di tangan Tuhan saat ini, Karena sejati nya Hidup dan mati setiap manusia berada di tangan Tuhan, Kapan pun Tuhan menginginkan mereka, Maka mereka harus siap untuk itu, Karena mungkin itu lah perjanjian yang telah mereka sepakati.


" Tuhan...Jika bisa aku meminta, Aku tidak meminta semua kemewahan ini, Aku hanya ingin hidup bahagia dan tenang bersama anak anak ku, Bersama suami ku, Berjalan bersama nya tanpa takut pada siapa pun yang akan mengintai kami, Aku hanya berharap agar aku selalu bisa menganggap tangan suami ku dengan erat, Aku tidak membutuhkan semua kemewahan ini, Jika karena semua kemewahan ini aku harus terpisah dengan suami ku, Maka aku mohon ambil semua harta ini, Tapi tidak dengan suami ku, Aku mohon Tuhan..." Di hapus nya air mata yang mengalir begitu saja dari mata indah nya.


Dia tidak mau menangis karena suami nya tidak suka dia menangis bukan ??


" Aku siap untuk kehilangan ini semua Tuhan, Karena aku tidak pernah menginginkan semua kemewahan ini, Aku hanya ingin hidup bahagia bersama anak anak ku, Suami ku dan keluarga ku, Jadi apapun yang terjadi disana, Aku mohon pada mu Tuhan, Aku mohon dengan sangat, Tolong lindungi suami ku, Lindungi suami ku dari segala bahaya yang mendekat ke arah nya, Aku mohon Tuhan..." Tangis nya pecah begitu saja.


Starla mencoba kuat, Tapi dia tidak kuat, Karena kenyataan nya dia tidak sekuat itu untuk semua perasaan yang tengah di rasakan nya saat ini, Dia tidak siap jika harus menerima bertinta buruk apapun dari suami nya.


Karena hingga saat ini tidak ada satu pun yang bisa di hubungi nya,.


" Aku sangat mencintai suami ku Tuhan, Jangan biarkan dia berada dalam bahaya Tuhan...Aku mohon pada mu..." Begitu pilu tangis Starla di tepat itu, Dia benar benar tidak kuat untuk semua ini.


Dia tidak siap jika harus menerima berita buruk.


" Tunggu, Jangan di tutup dulu. " Salah satu perawat yang akan menutup kain untuk Sky di karang oleh satu perawat lain nya.


" Kenapa ?? "


" Lihat, Tangan nya bergerak, Dada nya juga...Panggil kan dokter Steve !! Segera panggil dokter Steve..." Perawat tadi langsung berlari keluar untuk memanggil dokter Steve.


" Dokter, Pasien kembali bernafas, Jantung nya kembali berdetak, Pasien--" Steve langsung berlari masuk ke dalam ruangan operasi tadi dimana dia meninggalkan Sky yang tengah terbujur kaku.

__ADS_1


Mendengar Sky yang kembali hidup membuat Tarisa langsung memeluk anak anak nya lagi.


...⭐⭐⭐ ...


__ADS_2