
Rosella yang sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik membuat banyak pasang mata uang menatap penuh kekagumannya pada sosok wanita cantik yang selalu di temani oleh ke,-lima saudara laki-lakinya dan kini hanya tinggal mereka berempat karena dua pria paling menyeramkan di sekolah mereka sudah lulus.
Melihat kesedihan kakak mereka, Reve, Rave dan Reyden pun tau apa yang sedang di rasakan saudari mereka.
Elle pasti mereka kehilangan pada ke-dua kakak kembar mereka, Siapa lagi jika bukan Acher dan juga Rigel.
" Jangan bersedih. Kita akan menyusul kakak jika sudah selesai di sini. " Ucap Reve yang memeluk Tubuh saudarinya.
Reve memang menyebalkan, Tapi perhatiannya jangan di tanyakan lagi.
" Jangan menangis. Jika kau menangis nanti kami yang di marah Mommy. " Reyden akhirnya berbicara.
Jika Reyden di gabungkan bersama Acher berdua, Maka tempat itu akan berubah menjadi beku karena sikap mereka yang terlalu dingin dan tidak menyukai keramaian.
Mereka lebih suka menyendiri di tempat di mana tidak ada seorang pun yang akan mengganggu mereka nantinya.
" Aku tidak menangis. Kenapa selalu berkata kasar pada ku ? kau memang memiliki sikap seperti kak Acher, Tapi kak Acher tidak pernah berkata kasar pada ku. Sementara kau ? kau selalu menyalahkan ku dan mengatakan ku cengeng. " Elle memang memiliki perasaan yang sangat sensitif.
Dia tidak bisa di bentak karena itu akan langsung membuatnya menangis dan merasa di sakiti.
Maka dari itu jangan pernah berkata kasar pada Elle yang memiliki hati selembut salju itu.
Bahkan Sky saja memanggilnya putri salju sangking lembutnya hati Princess Elle.
" Sudah jangan bertengkar lagi. Nanti kita bisa di hukum oleh Daddy. " Rava tidak ingin terjadi keributan di keluarganya pun lebih memiliki untuk menjadi penengah di antara Elle dan Reyden.
Jangan tanyakan lagi ketajaman mulut seorang Reyden. Dia jarang berbicara, Tapi jika sekali dia berbicara maka pastikan hati mu untuk tidak sakit hati.
Dan jika hatimu tidak sakit hati maka kau benar-benar hebat dan luar biasa.
Mereka sudah sampai di sekolah, Mereka selalu menjadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah saat mereka turun dari mobil Limosin yang memang khusus mengantarkan mereka ke sekolah.
Siapa yang tidak mengenal ke-enam bersaudara itu.
Tidak ada yang tidak mengenal mereka dengan segala prestasinya dan juga latar belakang keluarnya dan nama besar yang mereka miliki.
__ADS_1
Alexander Guero, Semua orang pasti mengenal nama itu walau tidak banyak yang tau bahwa pria itu sudah tidak lagi berada di London.
Pria itu tengah menikmati hidupnya bersama sang istri di sebuah desa yang menang benar-benar sejuk.
Keseharian mereka hanya berdua menikmati hari.
Kehidupan yang selalu menjadi impian Tarisa kini di wujudkan oleh sang suami yang ikut tinggal bersamanya di sebuah desa kecil yang sangat indah.
Sebuah desa yang menjadi tempat mereka berdua menghabiskan masa tua mereka dengan mengenang dan bercerita tentang semua yang telah mereka lewati bersama.
Mereka sangat menikmati hidup mereka saat ini. Di mana anak-anak mereka sudah tumbuh dengan baik dan memiliki kehidupan yang luar biasa.
Alex sendiri merasa bangga dengan dirinya sendiri yang bisa membesarkan anak-anaknya dengan baik hingg mereka semua berhasil menjalani hidup mereka saat ini.
Untuk itu dia bisa tenang menikmati hari tuanya bersama Tarisa.
Sementara di sekolahnya, Ada seorang anak baru yang menatap penuh tanda tanya saat melihat gadis berambut pirang yang di ikuti oleh tiga orang pria di belakangnya.
Saat mereka lewat, Semua terlihat sangat menghormati merek berempat.
" Heh, Bro Lo kenapa ?" Tanya salah satu teman barunya.
London adalah kota impiannya, Di mana dia bermimpi ingin menaklukan kota besar itu.
" Siapa mereka ? Kenapa terlihat sangat di hormati di sini ?" Tanya Gerald pada temannya.
Temannya yang bernama Nelson tersebut pun menghela nafasnya panjang mendengar pertanyaan dari Gerald.
" Mereka adalah ke-enam bersaudara. "
" Maksud mu ?"
" Mereka ke-enam bersaudara yang sangat terkenal di sekolah ini. Tapi saat ini mereka tidak berenam lagi. Mereka hanya tinggal berempat karena ke-dua saudara mereka sudah lulus. For your information, Mereka adalah kembar empat. Mereka terkenal dengan sebutan Four R, Dan ke-dua kakaknya terkenal dengan julukan Twins Ax. " Masih mencerna apa yang di katakan teman barunya karena dia mulai mengerti tapi tidak berani menyimpulkan jawabannya.
" Wanita cantik itu bernama Rosella, Lalu yang berada di kirinya itu Revenge, Lanjut di kakaknya itu Ravendra dan yang paling dingin sih kutub itu bernama Reyden. Dia tidak berbicara dengan siapa pun selain dengan saudaranya. Itu belum seberapa. Sebelumnya juga ada Twins Ax sih Acher sih murid jenius dan Rigel murid yang selalu memenangkan kejuaraan bela diri tinggal sekolah atau pun tinggal nasional. Jangan pernah mencari gara-gara dengan mereka jika tidak ingin berakhir mengenaskan di tangan mereka bertiga. "
__ADS_1
" Lalu bagaimana jika aku menyukai Rosella ? " Nelson membulatkan matanya saat mendengar apa yang di katakan anak baru ini.
"Jika kau tidak kaya dan tidak tangguh jangan coba-coba mendekati Rosella. Mereka menjaga Princess Elle itu dengan sangat ketat. Elle adalah Face off High School. Dia adalah princess nya sekolah ini. Dan jangan berharap bisa berteman dengannya karena ketiga saudaranya itu sangat menyeramkan. " Jiwanya semakin tertantang untuk mengenal wanita bernama Rosella yang telah mencuri hatinya sejak pertama kali bertemu dan melihatnya beberapa menit yang lalu.
" Rosella, Dia sangat cantik. " Nelson terlihat frustasi menghadapi Gerald yang baru pertama kali masuk ke sekolah ini dan sudah berani memikirkan princess Elle yang menjadi incaran banyak orang di sekolah ini.
" Bahkan saat pertandingan antar sekolah waktu itu ada yang menyatakan suka dengan wanita itu namun berakhir tragis di tangan pria bernama Rigel hanya karena menggoda adiknya dan memegang tangan princess kesayangan merek sekeluarga.
" Jangan gila Gerr, Lo bisa tamat di tangan mereka. "
" Setidaknya tidak ad pria bernama Rigel. Jika pun ada aku ingin tau seberapa hebat pria itu. " Nelson menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Gerald.
Kenapa pria itu terlihat begitu berani sekali melihat pada wanita yang tidak berani mereka tetap terang-terangan.
Reyden memang tiap, Tapi katanya diamnya seorang yang pendiam itu adalah maut bagi lawannya.
Jadi mereka lebih baik mencari aman saja dari pada harus berakhir dengan sangat tragis.
" Elle, Aku menyukai mu !" Jiwa Gerald merasa tertantang dengan kenyataan ini.
Nelson sudah tidak bisa berpikir lagi bagaimana kehidupannya setelah ini.
Elle yang mendengar seseorang mengatakan menyukainya pun hanya bisa memejamkan matanya karena dia tidak ingin siapa pun terluka lagi karena ulah para saudaranya.
" Aku mohon jangan membuat ulah lagi, Jangan membuat kita terus di hukum oleh Daddy, Aku mohon..." Mendengar Elle yang memohon begitu pada mereka membuat Reve dan juga Rava mengerti.
Tapi tidak dengan Reyden yang masih berdiri menatap pada Gerald yang terlihat menyunggingkan senyumannya.
Sementara Reyden, Dia hanya bisa melepaskan earphone yang di kenalannya dan mengantonginya.
Dia hanya menatap datar pada pria yang berani mengatakan menyukai kakak perempuannya.
" Kau lihat itu Ger, Matanya bahkan memindai mu dari atas hingga bawah. Sih kutub itu tengah menandai mangsanya. "
...⭐⭐⭐...
__ADS_1