
" Sudah kau dapatkan Son ?" Tanya Alex saat pada Jupiter yang masih sibuk dengan sih Pluto.
Bagaimana tidak sibuk jika dia tengah melakukan peretasan sistem keamanan di titik lokasi dari alat yang di pakai oleh pria yang di lempar Sky tadi dari gedung perusahaan ini.
Setelah melakukan aksi pembuangan sampah dari atap gedung milik nya, Anak buah mereka langsung membersihkan lokasi setempat agar tidak menimbulkan berita tentang anak Bos besar mereka nanti nya.
Bagaimana tidak marah jika Penghianat seperti nya berani melakukan itu di dalam kantor nya, Bahkan dengan berani memakai alat penyadap di telinga nya seperti anting tindikan.
Luar biasa sekali keberanian pria itu berkhianat pada nya, Dan lagi pula pria yang ketakutan tadi tidak bersalah karena memang bukan dia yang melakukan nya, Tapi komputer milik nya lah yang sengaja di pakai untuk mematikan sistem tersebut hingga berakhir dengan meledak nya bom tersebut dan membuat kekacauan di kantor nya.
" Alat ini di kendalikan dari jarak jauh, Dan seperti nya orang ini juga memiliki orang hebat di balik by, Karena sistem keamanan nya cukup baik, Dan berikan aku waktu hingga besok, Aku akan melakukan dan memberikan hasil nya. " Sky hanya bisa membuang nafas nya dengan berat.
Karena ini bukan pekerjaan mudah, Dan jika sudah menemukan dalang nya, Baik dia atau pun papa nya yang menjadi target, Maka Sky sendiri yang akan melenyapkan orang itu.
Sky bersumpah untuk janji nya yang satu ini.
" Istirahat lah dan pulang, Jangan terlalu di paksakan. " Ucap nya dengan dingin seperti biasa nya.
Terkadang Jupiter berpikir, Kapan kakak nya bisa mengejek nya lagi seperti dulu, dia merindukan nya.
Tapi setidak nya ini lebih baik dari beberapa tahun yang lalu, Tahun tahun penuh duka yang di lewati nya dala kesendirian dan keterpurukan nya selama ini.
" Aku akan pulang ke apartemen atau Markas saja. Apa boleh aku memakai apartemen kakak ?" Sky menatap adik bungsu nya yang seperti nya sangat berharap bisa tinggal di luar sana sendirian tanpa penjagaan seperti saat dia dirumah atau di luar rumah.
Melihat adik nya yang seperti nya berharap banyak untuk itu, Mau tak mau Sky melakukan nya.
Di lemparkan nya Kartu akses untuk masuk ke unit milik nya yang telah lama di tinggalkan oleh nya sejak kembali ke rumah besar keluarga Alexander.
" Ambil itu dan bersihkan apartemen nya ! Mulai sekarang itu milik mu !"
" You sure ??" Tanya Jupiter dengan berbinar menatap kakak terhebat nya itu.
Idola nya sejak kecil dulu dan selalu mencari perhatian nya pula.
" Apa aku terlihat seperti bercanda ??"
" No !" Jawab Jupiter dengan antusias nya.
Bahkan sangking senang nya mendapatkan apartemen itu dari kakak nya, Dia sampai menggelengkan kepala nya dengan senyuman termanis yang dia miliki.
" Jangan menyentuh ku ! Parfume mu membuat ku mual !" Jupiter menganggukkan kepala nya dengan semangat.
Dia terus mengucapkan terima kasih pada kakak nya hingga dengan berani meminta sesuatu lain nya lagi.
__ADS_1
" Aku akan memberikan berita nya paling lambat jam 10 malam nanti, Dan jika aku berhasil, biarkan aku yang memberikan nama kedua keponakan ku "
" No !!!" Tolak Sky secara langsung.
Papa nya saja sudah membuat nya pusing dengan menyebut anak anak nya dengan para planet, Lalu apa kabar Planet nya langsung yang memberikan nama untuk anak anak nya ?
Mau jadi apa anak anak nya nanti ? Merkurius, Venus, Neptunus, Uranus, Bumi, Saturnus ? Jika yang memberikan nama saja sudah bernama Jupiter Mars Alexander, Lalu apa kabar anak anak nya nanti ?
" Kak Plis--"
" No ! Aku tidak ingin anak anak mu bernama Planet dan teman teman nya di langit ! Aku ingin nama anak anak ku nama anak anak normal pada umum nya, Bukan Para penghuni Langit dan Galaxy !!!"
" Kak --"
" Tidak Jupiter Mars Alexander Guero ! Tidak akan !! Sekarang cepat pulang ! Aku mual bersama mu disini, Dan lihat wajah menyebalkan Papa mu itu, Ck, Ingin sekali aku menghajarnya !"
Brak !..
" Kau Galaxy Sky Alexander Guero, Berani nya kau --???" Geram nya tertahan saat Sky mengatakan wajah nya menyebalkan.
Bahkan dia sampai menggebrak meja di ruangan itu karena sangking kesal nya dengan anak pemimpin anak anak Ch*na di keluarga nya.
Apakah seperti ini rasa nya di bilang menyebalkan oleh anak sendiri ??
Saat Sky sudah pergi, Alex melihat ke arah Markus yang sejak tadi menelungkup kan wajah nya di meja kerja ruangan ini, Dia tau bahwa mantan anak buah nya itu sedang tidak baik baik saja saat ini.
Itu terbukti dengan wajah pucat nya yang terlihat. Apa dia mual kerena melihat kejadian tadi ? Apalagi foto yang di kirimkan oleh anak buah nya saat mereka membersihkan korban keganasan Sky, Yang kepala nya pecah dan sekujur tubuh nya yang terluka parah dan bersimbah darah membuat nya mual.
" Cepat pulang ! Kau sudah seperti pria bertulang lunak saja, Pucat saat melihat darah. !"
" Sialan kau ! Jika bukan karena ulah anak mu, Aku tidak akan seperti ini sialan !"
Plak !
" Kau berani nya kau !!!" Geram Markus saat Alex memukul kepala nya.
Tapi nyali nya langsung menciut saat melihat tatapan tajam nan mematikan dari Alex.
" Apa ?? Kurasa kau sudah kehilangan julukan mu sih tangan besi. "
" Terserah mu ! Aku butuh Sasa ku saat ini. "
" Bangsat !!" Pekik Alex lagi saat Markus meninggalkan nya begitu saja bersama Jupiter di ruangan itu.
__ADS_1
" Ayo, Piter akan antarkan Papa pulang kerumah. " Jupiter membereskan barang barang nya dan merangkul sang papa untuk berjalan bersama nya.
Sementara Sky yang berada di dalam mobil, Kepala nya semakin berdenyut nyeri, Apalagi saat berjauhan dari Starla seperti ini, Dan ini kali pertama nya lagi dia meninggalkan Starla cukup lama sejak kehamilan nya dan dia pula yang merasakan ngidam nya Starla di kehamilan ini.
Dan betapa bahagia nya dia saat melihat sang istri yang langsung berdiri dari duduk nya saat melihat mobil mendekat ke arah nya.
" Sayang...." Lihat betapa manja nya Bintang seksi nya itu saat ini.
Terbukti karena Star langsung merentangkan kedua tangan meminta Peukan hangat dari Sky.
Sebenar nya dia ingin berlari, Tapi tau apa yang kan di terima nya jika dia sampai berani lari pada suami nya, Itu akan berakibat buruk lagi pada nya dengan hukuman di kurung di kamar lagi dan Starla tidak ingin hal itu terjadi lagi.
" Kenapa masih di luar, Ini sudah sore. " Kata Sky saat dia sudah berhasil memeluk istri nya dan menghadiahi sebuah kecupan manis di kening nya.
" Aku ingin Mangga itu, " Tunjuk nya pada pohon mangga yang cukup Tinggai di depan mereka.
Dan Benat saja, Buah nya banyak bergelantungan di atas sana, Dan lagi pula sudah banyak yang masak di pohon dnegan warna nya yang kuning dan ada juga Mangga yang berwarna Merah kulit nya.
" Yang mana ?" Tanya Sky sambil memanggil anak buah nya yang berjaga untuk mengambilkan mangga yang di inginkan istri nya.
" Tidak ingin mereka yang mengambil nya. " Sebelah alis Sky terangkat, Apa Sky yang harus memanjat pohon besar itu ?
" Apa aku yang harus mengambil nya ?" Starla juga menggelengkan kepala nya, Lalu mau nya apa ?
" Lalu siapa jika bukan aku Starla ?"
" Anak anak ingin Papa yang mengambilkan nya. !"
Duarrrrr...
Meledak rasa nya kepala Alex saat mendengarkan permintaan sang menantu bintang nya yang tengah mengandung calon calon planet itu.
" Tidak !!! Aku tidak bisa memanjat pohon !!!" Dan saat Sky melihat ke arah belakang, Ternyata Papa nya sudah berdiri disana.
" Tapi cucu papa yang meminta nya. " Lirih Star merasa sedih sambil memeluk tubuh suami nya.
" Sudah biarkan saja ! Kita pulang saja kerumah kita, Dan semoga anak anak kita berwajah cantik seperti mu dan tampan seperti ku. "
" Tidak !!! Ya, Oke baik oke, Aku kan memanjat pohon nya, Dan jika sampai anak anak mu berwajah Ch*na juga, Maka aku akan menyuruh Sky untuk terus membuat mu hamil lagi. !"
...⭐⭐⭐...
__ADS_1