
Starla tengah bersiap untuk bertemu kedua orang tuanya dan juga saudari kembarnya Starlet.
Sky tidak bisa menemani istrinya karena memang dia ada pekerjaan penting, Dan Starla juga mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja.
" Kamu yakin Baby ? Jika tidak, aku bisa membatalkan meeting ku dan menemani kamu. " Sky yang tengah berdiri di hadapan istrinya yang masih di pasangkan dasi oleh istri cantiknya itu terus saja menanyakan hal yang sama sejak tadi.
" Selesaikan saja meeting kamu dan pulang lebih cepat. Anak-anak ingin menginap di rumah opa mereka. Mereka bilang juga ingin membawa Liona dan Leona.
" Baik lah jika begitu. Hubungi aku segera jika terjadi sesuatu. Kamu tidka boleh jauh dari para pengawal. Jangan memakai perasaan mu pada mereka. Bukan aku bermaksud mengatakan keluarga mu jahat, Tapi kamu bisa menilainya sendiri. " Starla tersenyum tulus pada suaminya dan mengelus dada bidang suaminya yang berbalut jas hitam pekat lengkap dengan dasinya.
" Aku selalu merasa terpukau saat melihat kamu dengan pakaian lengkap seperti ini. Rasanya aku kembali mengingat saat sosok pria yang menyeramkan ingin menikahi ku tanpa mengenal dan tanpa bertemu sekali pun. Rasanya saat itu--Hemphh..." Bibir Starla langsung di cium oleh suaminya karena dia tidak ingin Starla kembali mengingat bagaimana kelamnya awal pernikahan mereka.
Apalagi saat dia menyakiti hati istrinya, Sky benar-benar tidak ingin mengingat hal itu lagi.
" Jangan mengungkit masa lalu lagi Baby, Please, Aku bahkan tidak ingin mengingatnya lagi. " Anggukan dari kepala Starla membuat Sky bisa bernafas lega.
Tapi dia juga merasa tidak tenang jika mengingat masa lalu mereka dulu.
" Ya sudah, Ini sudah siang. Ayo sarapan. " Starla dengan perut besarnya membuat Aku merasa tidak tenang dengan keadaan istrinya.
Walau Starla selalu bilang bahwa dia baik-baik saja, Tapi dia juga tidak tenang.
" Aku sarapan di kantor saja Baby, Tolong bawakan saja bekalnya ya. " Sky langsung berangkat ke kantornya setelah membawa kotak bekal yang di siapkan istrinya.
Beberapa jam setelah Sky pergi, Starla tengah menunggu kedatangan keluarganya yang kini sudah sampai di gerbang pertama untuk memasuki rumahnya.
" Mommy, Siapa yang kita tunggu, Apa teman Mommy ?" Tanya Rigel yang setia duduk di atas tubuh Liona sementara Acher hanya duduk di samping Leona.
" Ada keluarga Mommy, Jadi jangan nakal oke ?" Kedua anaknya langsung menurut dengan Mommy-nya.
__ADS_1
Kedua anak itu duduk di samping Mommy-nya dan sama-sama mengelus perut buncit sang Mommy.
Sementara di halaman sana, Ketiga orang yang baru saja turun dari mobil yang berbeda, Mereka hanya bisa menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Apa mungkin Starla memiliki kehidupan yang luar biasa seperti ini ? Terlebih lagi Starlet yang melihat kemewahan rumah ini membuatnya semakin iri dengan kehidupan kembarannya.
" Ini semua pasti menjadi milik ku jika kalian tidak pilih kasih. Jika kalian adil pada ku, Aku tidak akan hidup mengerikan seperti ini !" Kedua orang tua Starla hanya bisa diam tidak berani mengatakan apa pun selain diam saja.
" Tolong jangan membuat kegaduhan di rumah Tuan Sky, Kalian hanya di perbolehkan duduk dengan jarak 2 meter dari Nona muda. " Semakin geram Starlet mendengar pria berbadan besar menegur mereka.
Rumah ini memang rumah di dalam hutan, Tapi kemewahannya, Starlet sangat menyukainya.
Apalagi saat mereka berjalan memasuki jalanan yang di lapisi kayu mahal dengan kolam ikan hias yang harganya tidak main-main lagi.
" Aku iri dengan semua yang di milikinya. Seharusnya ini menjadi milikku. " Terlebih saat mereka memasuki pintu utama yang semakin membuat mereka tercengang melihat kemewahannya.
" Ibu, Ayah..." Starla langsung berdiri ingin menghampiri keluarganya, Tapi pengawal langsung mencegahnya karena memang itu lah yang di pesankan Tuan mereka untuk menjaga Nona mereka dengan jarak dua meter dari Keluarganya.
" Jangan memanggil ku ! Aku bukan kakak mu. "
" Mommy, Siapa wanita jahat itu ? Kenapa wajahnya mirip dengan Mommy ? Apa wanita jahat itu kembar seperti kami ?" Tanya Rigel yang menatap sengit pada Starlet yang juga menatap sengit pada Mommy-nya.
" Jangan menatap tajam pada Mommy ku jika tidak ingin Grandpa ku mencongkel mata Anda. " Lebih mengerikan lagi Acher jika sudah berbicara di bandingkan Rigel.
Buktinya dia bisa mengancam Starlet dan kedua orang tuanya secara langsung.
" Anak mu masih kecil, Tapi mulutnya sangat mengerikan. "
" Maafkan anak-anak ku kak, Tapi--"
__ADS_1
" Mommy tidak salah ! Jangan pernah meminta maaf karena Mommy tidak salah. Lagi pula wanita jahat itu sangat menyeramkan !" Rigel kembali menatap tajam pada Starlet yang sejak tadi menatap sengit pada Mommy-nya .
" Ibu, Ayah apa kabar ?" Tanya Starla beralih pada Kedua orang tuanya.
Ibu dan ayahnya menatap pada perut putrinya yang terlihat sangat besar.
" Kau terlihat sangat bahagia dengan kehidupan mu, Lalu kenapa mencari kami lagi ? Tidak bisa kah membiarkan kami hidup dengan tenang ? Kami sudah hidup dengan damai tanpa mu dan kembaran mu. Lalu kenapa kau menganggu kami lagi ?" Starla menatap tak percaya dengan apa yang di katakan ibunya.
Sementara Starlet hanya menatap jengah pada kedua orang tua yang tidak mengerti bagaimana perasaan mereka.
" Dengan anak kalian yang kaya seperti itu saja pun kalian seperti itu, Lalu apa kabar dengan ku yang sama sekali tidak kalian harapkan ?" Starlet berbicara seperti itu secara langsung pada orang taunya.
" Kak, Aku hanya ingin meminta maaf saja. "
" Jangan meminta maaf pada ku karena sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan mu !" Starlet menatap tajam pada Starla yang meminta maaf padanya.
" Jika kau ingin meminta maaf pada ku, Apa bisa kau memberikan semua ini pada ku ? Tidak kan ?" Starla terdiam karena dia sudah di peringatkan oleh suaminya sebelum ini.
Bahwa dia tidak boleh memakai perasaan di sini, Dan mungkin ini lah yang di maksud suaminya.
" Kak, Aku tidak mungkin memberikan ini semua termasuk suami ku. Karena aku tidak akan melakukannya. "
" Ternyata kau serakah. " Ucap Starlet yang terus saja menatap tajam pada saudari kembarnya.
" Tapi bukan berarti kakak bisa melakukan hal itu pada suami ku. Sampai membuka pakaian kakak di depan suami Ku. "
" Kenapa ? Kau takut aku menggodanya ? " Starla tersenyum menanggapi ucapan kakaknya.
" Aku tidak takut suami ku tergoda pada kakak atau dengan siapa pun karena aku tau siapa suami ku. Dia tidak akan mungkin tergoda dengan wanita lain, Karena wanita yang ada di hatinya hanya ada dua, Dan kakak tidak akan bisa menggantinya. "
__ADS_1
...⭐⭐⭐...