
Hal yang paling menyebalkan bagi Gerald adalah saat menjemput adiknya yang sedang les biola.
Entah mengapa dia yang tidak biasanya melakukan hal itu kini mau-mau saja menjemput Annette yang tidak ingin sekolah dan hanya ingin les biola karena dia takut dengan banyak orang di sekolah yang akan mengejeknya karena Annette adalah seorang anak yang lumpuh sejak lahir.
Dia menyukai musik karena menurutnya hanya musik lah yang paling mengerti dirinya.
Gerald menunggu Annette yang tengah bermain musik di dalam ruangan sana.
Namun saat dia menunggu Annette, Gerald melihat bahwa itu adalah Rosella.
Wanita yang sangat ingin di ajaknya bicara. Apakah ini yang di namakan cinta ala anak remaja ?
" Hy..." Gerald langsung menghampiri Elle yang baru saja keluar dari ruangan latihan tempat dimana adiknya juga berada di dalam sana
Elle yang melihat Gerald berada di sini pun hanya menatap malas pada pria itu.
Di melakukan itu semua karena dia tidak ingin membuat siapa pun terkena masalah karena dirinya.
Karena saudaranya tidak akan membiarkan dia berteman dengan pria mana pun karena memang dia tidak di perbolehkan untuk berteman dengan pria.
Dan teman Elle hanya buku, alat musik dan juga saudaranya.
Satu lagi, Elle sangat menyukai berkebun, Elle sangat menyukai itu semua.
" Maaf aku buru-buru. " Elle hendak melewati pria itu namun sekali lagi tangannya di pegang oleh Gerald hingga mau tidak mau dia terpaksa berhenti.
" Tunggu Elle, Aku hanya ingin berteman saja. Setidaknya biarkan aku mengenal mu. " Elle tersenyum getir.
Bukan dia tidak ingin berteman, Tapi memang dia tidak di perbolehkan berteman dengan pria. Bahkan sangking sedihnya Elle, Teman perempuan dia juga tidak memilikinya.
" Jangan berharap lebih untuk sebuah pertemanan karena aku tidak bisa berteman dengan siapa pun. " Berusaha melepaskan tangannya yang di genggam oleh Gerald namun pria itu masih menahannya.
" Aku mohon lepaskan aku, Saat ini aku haus pulang ke rumah ku. Jangan membuat diri mu berada di dalam masalah. " Ucap Elle pada Gerald berharap pria itu melepaskannya.
Kepalanya pusing saat ini, Dadanya juga semakin terasa sesak.
__ADS_1
Dia harus cepat pulang saat ini dan meminum obatnya. Dia benar-benar harus pulang saat ini.
" Tapi Elle, "
" Aku mohon..."
" Rosella ! " Gerald kaget saat melihat darah yang keluar dari hidung wanita itu.
Elle yang merasa ada darah keluar dari hidungnya pun hanya tersenyum penuh dengan perih.
Kenapa harus sekarang ? Kenapa harus saat ada orang lain yang mengetahui bahwa dia tidak normal ?
Ini pula lah yang menjadi salah satu faktor yang membuat Elle tidak ingin berteman dengan orang lain dan saudaranya tidak memperbolehkannya lagi untuk berteman dengan siapa pun karena takut keadaan Elle semakin memburuk.
" Elle, Are you oke ?" Tanya Gerald dengan panik sambil memberikan sapu tangan miliknya pada Elle.
Beruntung gadis itu mau menerimanya dan mengucapkan terima kasih dan langsung pergi begitu saja saat melihat pengawalnya datang.
" Jangan menyakitinya. Dia yang menolong ku !" Elle berbicara seperti itu pada para bodyguardnya yang langsung menatap dengan aura membunuh pada Gerald.
" Elle, Aku harap kau baik-baik saja. " Ucap Gerald sebelum Elle benar-benar masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat lesnya.
Bahkan dia yang lebih dulu sampai ke rumah di bandingkan sang putri tercinta.
" Sayang...Kamu baiknya saja ?" Sky dan Starla langsung menghampiri putrinya yang terlihat sudah lebih baik. Sudah tidak terlihat lagi darah yang keluar dari hidung mancung gadis berambut pirang itu.
" Kak, Are you oke ? " Rave datang menghampiri kakaknya dan melihat keadaan Elle.
Begitu juga dengan Rava yang juga menghampiri kakaknya.
Sementara Rey hanya mantap Elle dari jarak jauh saja.
" Aku baik-baik saja. Jangan terlalu berlebihan seperti ini. Aku tidak akan mati jika Daddy masih memiliki uang untuk membeli obat-obatan itu. " Elle langsung pergi meninggalkan keluarganya begitu saja setelah mengatakan hal tersebut.
Elle akan selalu seperti ini jika dia mimisan.
__ADS_1
" Mulai besok berhentilah les Sayang, Jika ingin les tolong di rumah saja. Daddy hanya takut dengan keadaan kamu Elle. "
" Terserah Daddy. Lakukan saja apa yang menurut Daddy itu terbaik. Sekalian saja pindahkan juga sekolah Elle menjadi home Schooling karena percuma saja Elle sekolah di sekolah itu karena tidak memiliki teman siapa pun. " Elle mengatakan semua isi hatinya karena memang itu yang di rasakannya selama ini.
" Lagi pula tidak akan ada yang mau berteman dengan anak seorang Galaxy Sky Alexander. " Elle langsung masuk ke dalam lift menuju kamarnya.
Dia ingin cepat-cepat masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya.
Selalu seperti ini, Dia juga lelah dengan semua ini.
Dia harus selalu minum obat, Dia sering mimisan dan dia juga sering kelelahan walau tidak melakukan hal berat di dalam mau pun di luar rumah.
Itu juga penyebab kenapa dia selalu membawa bekal dari rumah dan makan buah karena memang dia menjaga pula hidup sehatnya agar jantungnya tidak semakin bermasalah.
" Hiks...hiks...Ibu...Aku sakit ibu, Aku sakit. " Elle menangis di dalam kamarnya sambil memegang dadanya dam memanggil ibunya.
Siapa ibunya ? Ibunya adalah Mawar Anjani.
Dia tidak ingin menangis di depan Mommy-nya karena dia tidak sanggup melihat kesedihan di wajah Mommy Starla.
Jika dia menangis sambil memanggil nama Ibunya, Dia tidak bisa melihat wanita itu menangis.
Itu kenapa Elle lebih memilih menangis di dalam kamarnya dari pada di depan keluarga besarnya karena dia tidak ingin melihat keluarga besarnya bersedih dan mengasihaninya.
Di bawah sana, Starla menangis dalam dekapan suaminya saat melihat putrinya kembali tidak memiliki semangat seperti ini.
Dia tau bahwa Elle sangat ingin bercerita padanya, Tapi Elle tidak ingin membuatnya bersedih dan menangis.
Tapi ibu mana yang tidak sedih melihat keadaan putrinya seperti itu.
Apalagi Elle yang semakin dewasa akan semakin sering mimisan seperti itu.
" Apa tidak bisa mengusahakan semuanya untuk Elle ? Aku tidak bisa melihat putri ku kesakitan seperti itu. Putri ku sedang menangis. " Starla menumpahkan tangisnya di dada sang suami.
Dia menangisi keadaan Elle yang semakin hari semakin memburuk dan sering mimisan seperti itu.
__ADS_1
" Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada Elle, Baby. Elle tidak ingin melakukan upaya perobatan apa pun selain mengonsumsi obat-obatan seperti ini. Lagi pula aku belum siap menerima kenyataannya nanti jika operasi tidak berhasil. Aku tidak ingin kehilangan putri ku. Aku akan berusaha melakukan apa pun demi Elle, Tapi tidak dengan jalan operasi. "
...⭐⭐⭐...