
Sky yang sedang berada di lapangan pun langsung membulatkan kedua mata nya saat melihat seseorang yang sejak kemarin di lihat nya lagi.
Seseorang yang seperti mengikuti nya tapi tidak tau siapa, Karena setau nya orang yang sudah mati tidak akan bisa hidup kembali bukan ?
Maka dengan itu dia langsung mencegat wanita tersebut.
" Siapa kau ???" Tanya nya dengan datar saat berhasil mendapatkan wanita tersebut.
Mata nya menyorot dengan tajam wanita yang tengah di pegang nya itu.
" Aku tanya siapa kau ? Aku sendiri yang telah membunuh mu bukan ? Lalu bagaimana bisa kau hidup kembali, Aku tau pasti ada sesuatu di balik semua kemunculan mu ini bukan ?" Sky menatap tajam ke arah wanita yang saat ini tengah ketakutan.
Wanita yang pernah ingin menjebak nya dengan obat perangsang dua tahun yang lalu, Dan bahkan Sky sendiri juga yang membunuh nya, Tapi kenapa wanita itu hidup kembali ?
" Ma--maaf, Saya tidak tau siapa anda ! Saya juga baru pindah kesini. " Sky masih menatap nya dengan tajam, Dia bukan pria sembarangan yang bisa di tipu begitu saja.
Maka dari itu, Dia tidak akan melepaskan nya begitu saja dan menghirup udara bebas di Kota besar ini.
Kota dimana lah yang menjadi penguasa nya,.
Sky menghempaskan begitu saja wanita yang sejak tadi di cengkram nya, Bahkan saat dia menghempaskan nya pun tidak sedikit pun ada rasa belas kasih dari nya.
" Kau tidak akan bisa hidup bebas mulai saat ini, Dan akan ku pastikan, bahwa kau akan membayar mahal jika sampai terbukti bahwa kau adalah wanita yang pernah ku bunuh. Jika kemarin aku yang membunuh mu, Maka di kehidupan kedua mu pun aku juga yang akan membunuh mu ! Kau dengar itu ???" Setelah mengatakan hal itu, Sky berlalu begitu saja dari lapangan luas yang nanti nya akan di bangun nya sebuah tempat bermain untuk keluarga nya, Dan tempat itu akan di persembahkan nya untuk Starla.
Mengingat nama itu, Sky jadi teringat akan istri nya yang tengah mengandung kedua calon anak nya, Bagaimana keadaan wanita itu sekarang saat tidak ada diri nya ?
Apa dia baik baik saja ? Apa makan dengan baik ? Yang membuat nya salut adalah, Starla tidak ada muntah seperti orang kebanyakan, Hanya dia sering merasa sakit pinggang dan terseram perubahan suhu pada tubuh nya.
Seperti tiba tiba lemas, Dan pusing mendadak. Selebihnya semua baik baik saja.
Sky juga berdoa, Semoga kista yang di derita istri nya bisa hilang, Seperti apa yang di katakan dokter pada mereka beberapa hari yang lalu.
Tapi saat dia hendak pulang kerumah, Dia mendapatkan kabar bahwa meeting yang sejak beberapa hati di tunda harus segera di lakukan, Dan mau tidak mau Sky harus menghadiri nya.
Ini lah yang di sesali Sky saat ini, Kenapa Harus di saat saat seperti ini ? Di saat dia hendak memanjakan istri nya, Dia malah di sibukkan dengan segudang pekerjaan yang menggunung.
__ADS_1
Dengan malas dia menjalankan meeting kali ini dengan raut wajah tidak baik baik saja.
" Lanjutkan meeting nya dengan cepat ! Dan kau !" Tunjuk nya pada seseorang yang memang menjadi kepala Design perusahaan nya.
" Aku membayar mu untuk bekerja dengan ku ! bukan malah menurut dengan orang lain di luar perusahaan ku. " Orang tersebut langsung menciut ketakutan, Dia terpaksa melakukan hal itu karena saingan bisnis Sky telah menahan anak istri nya.
Dia menggeleng kan kepala nya karena takut nyawa anak istri nya terancam jika dia membuka suara nya.
Sky yang mengerti arti dari tatapan pria itu langsung menyuruh nya untuk pergi dan menunggu nya di ruangan Dino asisten nya.
Dia akan menyelesaikan semua nya, Dan banyak meluangkan waktu bersama Istri dan calon anak anak nya dirumah.
Ingin membawa Starla berlibur pun tidak mungkin.
Meeting berlanjut dengan baik tanpa kendala sedikit pun, Sampai dimana batas kesabaran nya habis di buat orang orang yang telah berkhianat pada nya.
Pyar...
Sky menghantamkan gelas ke meja meeting saat ini dan mengarahkan gelas yang telah pecah tersebut ke arah leher direktur perencanaan sebuah pembangunan hotel mewah di ujung timur kota LN, Dan membuat semua orang yang berada di ruangan itu ketakutan.
Luar biasa sekali bukan ??
" Katakan, Berapa yang kau ambil dari ku ??" Orang yang menjadi tawanan nya kini sudah bergetar tak karuan, Namun sebisa mungkin dia berani menantang pria menyeramkan itu.
Sky membubarkan meeting mereka kali ini dan hanya menyisakan dua orang saja di sana.
" Kalau salah karena telah mengancam kami. " Ucap nya penuh menekankan saat kepala nya di todongkan sebuah pistol yang kapan saja siap melubangi kepala nya.
Mendapatkan posisi seperti ini tidak sekali pun membuat nyali nya menciut, Bahkan dia hanya menyunggingkan senyuman setan nya pada kedua orang yang berada di ruangan ini bersama nya.
" Kalian pikir bisa membuat ku jatuh hanya dengan posisi seperti ini ?"
" Jangan banyak bicara ! Tanda tangani berkas itu dan kami akan pergi membiarkan mu hidup. " Sky mengetatkan kedua rahang nya saat dengan berani orang yang ada di belakang nya mendorong kepala nya dnegan pistol.
Sky benar benar tidak akan menerima nya begitu saja.
__ADS_1
Dugh...
" Kalian salah telah bermain dengan ku, Hanya dua orang seperti kalian ingin mencelakai ku ??" Senyuman setan nya terbit sudah saat ini.
Wajah yang tadi nya hanya menatap dingin kini berubah menjadi lebih menyeramkan.
" Akan ku tunjukan pada mu bagaimana cara bermain pistol yang benar pada ku, Dan dimana tadi kau mendorong kepala ku ? Disini ?" Tanya nya lagi.
" Buka mata mu lebat lebar, Dan lihat siapa yang membunuh mu, Buka mata mu dengan lebar dan ingat wajah ku ini. "
Dor !
Pria yang tadi menodongkan pistol di kepala nya kini terkapar dengan luka di kepala nya, Sky dengan keji melubangi kepala pria tua itu dengan pistol tepat di hadapan taman nya sendiri.
Kini, Pria yang satu nya lagi sudah bergetar karena ketakutan, Siapa yang tidka takut saat melihat teman nya mati mengenaskan tepat di depan mata nya sendiri.
" Kau ingin mati seperti nya, Atau pergi dari ku sejauh mungkin hingga aku tidak bisa menemukan mu di dunia ini, maka dengan senang hati aku membebaskan mu untuk lari dan menjauh dari ku. "
" To-tolong maafkan saya Tuan, Sa-saya tidak akan melakukan nya lagi, Ampuni saya tuan. " Sky hanya bermuka datar saja menatap pria yang memohon belas kasih nya saat ini.
" Kau ingin ku ampuni ?" Pria itu langsung mengangguk dengan pertanyaan Sky.
" Kemari !" Panggil nya lagi dengan suara yang lebih pelan dan terkesan lembut.
Perlahan tapi pasti dia berjalan mendekat ke arah Tuan nya, Dan baru dua langkah dia berjalan, Kaki nya terasa lemas dan tak berdaya.
Apalagi saat merasakan dada nya berdenyut dan tak lagi merasakan apapun lagi.
Brugh...
" Bereskan dua bangkai di ruangan meeting, Jangan tinggalkan jejak apapun lagi di ruangan ini. " Sky langsung menghubungi anak buah nya untuk membereskan semua nya.
Semua yang telah di lakukan nya tadi.
...⭐⭐⭐...
__ADS_1