
Gerald yang sedang bermain basket di lapangan bersama teman-temannya yang baru pun terlihat begitu antusias bermain.
Apalagi saat melihat seorang princess cantik tengah duduk di bawah pohon sambil membaca buku.
Tidak hanya itu saja, Yang membuatnya semakin bersemangat adalah saat melihat bahwa Rosella sedang sendirian.
Di mana ke-tiga saudaranya ? Buka kah itu hal yang bagus untuknya mendekati Rosella atau hanya sekedar berkenalan secara langsung saja.
Dia pun memutuskan untuk menghampiri Elle yang sedang sendirian di sana.
" Hay..." Gerald langsung duduk si samping Elle yang terlihat tidak menanggapinya sama sekali.
Elle hanya fokus pada bukunya dan juga juga buah-buahan potong dadu kotak bekal yang dia yakini bahwa gadis ini membawanya dai rumah.
Bukan kah Elle dari golongan paling atas di sekolah ini ? Keluarganya sangat terkenal sekali di kota besar ini, Tapi dia masih membawa bekal dari rumah ?
Sungguh luar biasa sekali bukan calon kekasihnya ini ?
Calon kekasih ? memikirkan hal itu saja sudah membuat Gerald tersenyum bahagia membayangkannya.
Lalu bagaimana jika dia benar-benar menjalin kasih dengan Elle ?
" Hallo, Aku Gerald, Walau aku sudah tau nama mu setidaknya bisa kita berkenalan ?" Elle menutup bukunya dan membereskan barang-barangnya.
Dia merasa tidak nyaman berada di sana apalagi ada pria yang tidak di kenalnya sama sekali.
Elle hendak pergi meninggalkan pria itu, Tapi Gerald tidak membiarkannya dan tanpa sadar telah berani menyentuh tangan wanita cantik yang bahkan tidak memiliki teman sama sekali selain para saudaranya.
" Eh sorry, Aku tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman. aku hanya ingin berkenalan dengan mu saja. " Namun tanpa di duga, Tangan Gerald langsung di cengkram oleh pria yang beberapa hari lalu menatapnya dengan tajam dan penuh permusuhan.
__ADS_1
Elle yang melihat Reyden sudah berada di sini pun hanya bisa menghela nafasnya panjang karena dia tau bahwa adiknya ini pasti akan berbuat ulah lagi.
Ini sudah sedikit beruntung Elle bisa membaca buku sendirian seperti ini semenjak tidak ada ke-dua kakaknya lagi.
Jika mereka masih ada, Bahkan ke toilet pun Elle akan di jaga dengan ketat oleh mereka.
" Rey please, Jangan lakukan apa pun lagi yang akan membuat kita menanggung segalanya. "
" Masuk ke kelas sekarang Elle. "
" Rey, Please ! Dia tidak sengaja melakukan itu. Lagi pula aku tidak menanggapinya. Jadi sudah ayo. " Elle masih berusaha membuat Rey agar percaya padanya dan tidak melakukan hal yang akan membuatnya dan ke-dua saudaranya lagi akan mendapatkan hukuman lagi dari Daddy mereka.
" Masuk lebih dulu ke kelas mu. "
" Terserah ! Jika Daddy menghukum mu maka aku tidak ingin ikut terlibat bersama mu !" Elle langsung meninggalkan Rey yang masih di sana bersama pria bernama Gerald.
" Sorry bro, Gue hanya kenalan aja sama saudari Lo. "
" Aku rasa kau tidak perlu berkenalan dengannya pun kau sudah mengenalnya. Karena aku rasa tidak ada yang tidak mengenal dia atau pun kami semua. Tadi jangan mendekati kakak ku lagi jika kau tidak ingin aku mematahkan tangan mu !" Gerald tidak takut sama sekali karena memang dia tidak takut pada pria ini.
Bukannya takut, Gerald malah tersenyum menanggapi pria sombong dan dingin di depannya.
" Aku rasa tidak ada undang-undang yang tertulis bahwa rakyat biasa tidak boleh berkenalan dengan keluarga kalangan atas seperti kalian. Jika hanya karena harta dan kasta, Boleh kah jika aku mengatakannya bahwa aku juga bukan orang biasa ? Aku tidak tau sekaya apa Daddy ku, Tapi aku yakin bahwa dia memiliki harta yang banyak walau mungkin tidak sebanyak milik keluarga mu. !" Reyden semakin panas saat Gerald berani menjawabnya.
" Jangan pernah berani mendekati kakak ku jika tidak ingin aku benar-benar mematahkan tangan mu. Kau atau siapapun tidak akan ku biarkan mendekati kakak ku ! " Rey langsung melepaskan cengkraman tangannya di baju basket milik Gerald.
Dia pergi dari sana setelah mengancam Gerald.
" Bagaimana jika aku tidak mau ? Bagaimana jika aku mengatakan bahwa menyukai kakak mu ?" Reyden kembali berhenti saat mendengar apa yang di katakan Gerald tadi.
__ADS_1
" Kau tidak akan bisa menyukai kakak ku karena aku tidak akan membiarkan mu mendekati kakak ku jadi jangan bermimpi terlalu tinggi. "
" Tapi setiap orang berhak untuk bermimpi apa pun yang dia inginkan. Tuhan tidak pernah melarang hambanya untuk bermimpi. Jadi aku tidak akan menyerah begitu saja. " Jawabnya lagi.
Reyden tidak lagi menanggapi Gerald karena dia ingin menyusul Elle yang sudah masuk ke dalam kelasnya.
Dia langsung menghampiri kakaknya yang terlihat mendiamkannya.
Entah karena apa, Tapi yang pasti karena dia kembali melarangnya untuk berteman dengan orang lain.
Alasannya hanya satu, Mereka menjaga Elle begitu ketat karena Elle memiliki riwayat penyakit jantung bawaan seperti Oma mereka.
Itu lah alasan kenapa mereka begitu menjaga Elle.
" El..." Melihat Reyden yang sudah sampai di sana membuat Elle muak dan dia pun lebih memilih untuk pergi meninggalkan Reyden di sana.
Dia langsung mengambil tasnya dan menuju parkiran.
" Kenapa lagi ?" Tanya Rava yang melihat kakak mereka terlihat marah lagi seperti itu.
" Sekarang pria mana lagi yang mendekatinya dan apa yang kau lakukan ?" Tanya Reve yang juga melihat kakak mereka marah seperti itu.
Tanpa menjawab ke-dua saudaranya lagi dan dia memilih menyusul Elle yang sudah lebih dulu pergi.
" Elle...Aku hanya ingin berkenalan dengan mu saja, Tidak bisakah kita berteman ?" Gerald kembali menghadang jalannya Elle yang hendak masuk ke dalam mobil yang memang selalu standby di tempatnya.
" Jangan menghalangi langkah ku. Aku tidak ingin membuat kamu atau siapa pun terkena masalah dari saudara ku, Jadi aku mohon tolong jangan mendekati ku. " Elle langsung pergi meninggalkan Gerald setelah mendorong pria itu.
...⭐⭐⭐...
__ADS_1