
Starlet masih menatap sengit pada saudari kembarnya yang memiliki kehidupan yang luar biasa ini.
Bahkan dari apa yang di gunakan wanita itu tidak ada satu pun yang murah.
Tidak satu pun, Karena hanya sebuah jepit rambut saja Starlet bisa memperkirakan harganya.
Karena Starlet tau mana barang yang memang murah, Mana barang yang sama sekali tidak berharga sama sekali.
" Sudah aku katakan jangan menatap Mommy ku seperti itu jika tidak ingin teman kami memakan mu hidup-hidup wanita jahat. " Rigel kembali mengeluarkan apa yang di rasakannya.
Dia benar-benar tidak menyukai wanita yang memiliki wajah seperti Mommy-nya ? kenapa tidak seperti boneka Annabelle ?
Bahkan menurut Rigel, Wajah cantik wanita jahat itu yang sama dengan Mommy-nya lebih mengerikan dari pada Boneka Annabelle.
" Inikah didikan seorang istri dan menantu kesayangan keluarga penguasa ? apa begini cara mu mendidik anak-anak mu Starla ?"
" Kak, Maafkan anak-anak ku, Mereka masih---"
" Jangan meminta maaf pada mereka Starla !" Suara ini ?
Kenapa bisa ada suara mertuanya ? Jika sudah begini habis lah sudah.
Tamat sudah riwayat mereka semua, Apalagi Kedua orang tua Starla yang memang sangat mengetahui bagaimana menyerahkannya pria tua itu.
Sementara Starlet masih menatap heran pada pria tua yang masih terlihat muda dengan wajah tampannya yang ya, Sangat memikat.
Starlet tau bagaimana wajah dan karakter beberapa pria karena dia adalah simpanan para pria yang memiliki dompet tebal untuk bisa membiayai hidupnya.
" GrandPa...We Miss you..." Rigel langsung menghampiri kakeknya, Sementara Rigel hanya menatap biasa saja pada Kakeknya yang datang.
Jika begini, Mommy-nya akan lebih aman lagi, Karena sudah ada Opa mereka yang siap melindungi sang Mommy kapan pun.
" Siapa kau berani sekali menghardik menantu ku ? Apa kau tau dengan siapa kau berbicara ? apa perlu alu mencabut lidah mu itu agar kau bisa menghormati menantu ku ?" Kedua orang tua Starla hanya bisa diam saja.
__ADS_1
Karena diam mereka yang akan menentukan kehidupan mereka selanjutnya.
" Kenapa aku harus menghormatinya ? Dia lah yang seharusnya menghormati ku. Bukan hanya itu saja, Seharusnya juga dia meminta maaf pada ku karena dia lah hidup ku berantakan ! dia yang menyebabkan kedua orang tua yang tidak memiliki hati itu membuang ku begitu saja. Mereka tidak mencari ku dan malah hidup dengan baik dengan anak mereka yang lainnya, Mereka hidup dengan bahagia bersama wanita yang kau sebut menantu mu itu !"
Brak !
Alex menendang meja kaca yang berada tepat di depan mereka semua.
Ingat kan Alex soal nada tinggi, Karena Alex sangat membenci orang yang berani berbicara dengan nada yang tinggi terhadapnya.
Apakah wanita ini sudah bosan hidup ?
Tidak inginkan dia melihat matahari besok pagi ? atau dia sudah bosan hidup ?
" Jangan pernah berani meninggikan suara mu di depan ku apalagi di depan menantu dan para cucu ku ! kau dengar itu ?" Alex mulai meradang.
Darah tuanya tengah di uji saat ini, Emosinya tengah di permainkan sekarang.
Jika saja ini tandingan Alex, Sudah dengan senang hati Alex mengirimkan peti mati terindah untuk mereka bertiga.
" Pa, Maafkan keluarga Starla..." Alex menatap tajam pada tangan menantunya yang memegang lengannya.
Dia tidak percaya jika Starla membela para calon bangkai ini ?
Tidak kah itu terlalu baik untuk manusia seperti mereka bertiga ?
" Apa kau tau siapa yang tengah kau bela itu ? Kau ingat apa yang ku katakan pada mu ? Aku Rasa Sky juga mengatakannya pada mu bahwa mereka, Mereka yang kau bela itu--" Alex tidak melanjutkan kata-katanya karena memikirkan kedua cucunya yang tengah menonton aksinya.
" Bermainlah di Hutan bersama teman kalian Anak-anak, Biarkan GrandPa yang menemani Mommy kalian. " Kedua bocah kembar itu langsung mengangguk mendengar perintah dari Kakeknya.
Betapa kagetnya Kedua orang tua Starla saat melihat bagaimana binatang berbulu putih itu di tunggangi begitu saja oleh kedua anak kembar milik Starla.
Melihatnya saja mereka sudah bergidik ngeri, Apalagi jika harus berhadapan dengan mereka.
__ADS_1
" Mereka telah menjual mu pada ku Starla ! Mereka mendapatkan banyak uang dari menjual mu. Apa manusia seperti mereka pantas kau bela ? tidak Starla, Tidak ! Aku rasa jika suami mu mengetahui ini, Mengetahui kau menangis dan meminta maaf pada manusia seperti mereka, Entah apa yang akan di buat suami menyeramkan mu itu. " Melihat Starla yang meneteskan air matanya membuat Alex geram.
Dia geram dengan Starla yang tidak pernah menangis selama ini, Malah menangisi manusia seperti itu ?
Walau memang Alex tidak memungkirinya, Bahwa darah memang lebih kental dari pada air, Tapi tidak juga harus membela orang tua seperti mereka.
Itu lah prinsip seorang Alexander, Karena dulu pun dia melakukan hal yang sama dengan Ayahnya.
" Mereka mendapatkan uang banyak dari menjual mu, Dan kau masih menangisi mereka ? Terlebih lagi wanita tidak tau malu ini ? Wanita yang dengan sengaja membuka pakaiannya di depan suami mu sendiri ? wanita yang ingin merebut suami mu ? Walau aku tau bahwa putra ku tidak akan tergoda hanya dengan wanita murahan seperti itu. Tapi jadi lah wanita bijak ! Kau bukan wanita lemah, Dan istri serta menantu dari Klan Alexander tidak ada yang lemah kau harus ingat itu. " Dengan berat hati Starla menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
Walau sakit, Tapi apa yang di katakan Papa mertuanya ini memang benar.
Karena selama ini Papa dan Mama mertuanya lah yang dengan tulus menyayanginya tanpa mengharapkan imbalan apapun karena mereka telah memiliki segalanya.
Tapi, Berat untuk Starla melakukan ini semua.
" Starla hanya ingin mengatakan terima kasih pada mereka mereka Pa, Karena mereka telah melahirkan Starla. Jika mereka tidak ada, Starla juga tidak akan bertemu dengan suami Starla dan memiliki keluarga hebat seperti ini. Tapi untuk Kak Starlet, Starla tidka bisa Pa, Starla tidak bisa melakukannya. Kak Starlet memang salah dan Starla sudah memaafkannya. "
" Aku tidak membutuhkan maaf mu karena aku tidak salah apa pun pada mu ! aku tidak bersalah !" Teriak Starlet yang semakin panas melihat Starla begitu di cintai dan di lindungi oleh orang-orang hebat di sekelilingnya.
Dan Starlet tidak suka itu ! Starlet membenci itu.
" Beraninya kau berteriak pada istri ku wanita sialan !"
" Suami ku..." Starla berteriak saat melihat suaminya yang datang begitu saja dan langsung menjambak rambut saudari kembarnya dan menodongkan pistol di kening kakaknya.
" Siapa kau berani berteriak pada istri ku hah ? Apa kau bosan hidup ?" Wajah pria tampan yang di lihatnya kemaren kini sudah tidak lagi terlihat tampan karena kini wajah pria itu terlihat sangat menyeramkan sekali.
" Sayang sudah..." Starla tidak ingin melihat suaminya kembali mengotori tangannya dengan darah, Apalagi itu darah saudarinya sendiri.
Starla tidak ingin itu terjadi.
...⭐⭐⭐...
__ADS_1