Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )

Belenggu Cinta Sang Penguasa 2 ( Galaxy Sky Alexander )
Berteman


__ADS_3

Sky sudah memikirkan semuanya matang-matang keputusannya untuk Elle.


Dia akan membuat Elle merasa bahwa dia tidak lagi di kekang dengan membiarkan anaknya itu bermain dan memiliki teman


Bermain dalam arti yang tidak ekstrim, Karena Sky tidak akan membahayakan putri satu-satunya kelelahan dan kembali mimisan.


Itu sebabnya dia memilih untuk membiarkan Elle berteman dengan siapa saja yang di inginkannya.


Sky pernah membaca buku harian milik Elle bahwa dia menyukai seorang pria yang sangat dingin dan tidak pernah tersenyum.


Pria itu sangat tampan namun tidak mungkin bisa di gapai olehnya.


Jika saja dia mampu dan jarak itu tidak ada, Mungkin Elle akan berjuang untuknya dan berusaha mendekat padanya. Namun apa yang menjadi benteng yang memisahkan mereka itu seakan tak kasat mata namun nyata.


Entah apa dan siapa pria itu, Tapi yang pasti dari apa yang di tuliskan Elle di buku harian miliknya, Sky membaca bahwa Elle sangat menyukai pria memiliki inisial A itu.


Siapa pria yang berinisial A ? Karena selama ini yang Sky tau, Elle tidak pernah dekat dengan siapa pun.


Termasuk dari anak rekan bisnisnya sekali pun Sky tidak pernah mengetahui itu karena Elle sangat tertutup semenjak dia mengetahui bahwa dia mengindap penyakit jantung bawaan.


Sejak saat itu lah Elle semakin tertutup padanya dan juga Starla.


Elle selalu menutup dirinya darinya dan juga Starla karena setiap kali pulang sekolah Elle akan masuk ke dalam kamarnya dan mengurung dirinya di sana sendirian.


Jika pun Elle keluar, Putrinya itu akan keluar untuk mengisi hatinya dengan les piano karena memang dia menyukai musik.

__ADS_1


Dan di sana lah Elle bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus membawa nama belakang keluarga besarnya.


Kini mereka semua sudah berada di meja makan untuk makan malam bersama. Tapi kali ini berbeda karena suasana semakin dingin dan mencekam dan ini pula lah yang membuat Starla selalu merasa sedih dengan keadaan anak-anaknya.


Jika bisa meminta, Starla lebih memilih untuk hidup di masa lalu. Di mana dia dan anak-anaknya saling terbuka dan saling mencintai.


Bukan seperti ini yang Starla inginkan, Sumpah demi apa pun rasanya Starla tidak sanggup untuk terus berada di posisi ini karena memang ini sangat menyakitkan baginya.


" Kenapa tidak di makan ? Apa Daddy harus memaksa kalian semua untuk makan ? Elle,Reve,Rava dan kamu Rey. Kenapa kalian masih diam saja ? Apa Daddy harus melemparkan semua makanan ini sekalian agar kita semua tidak makan ?" Ke-empat anaknya langsung mengambil posisi mereka untuk makan.


Walau sejujurnya berat sekali untuk mereka makan karena mereka semua memikirkan keadaan saudari perempuan mereka.


Begitu juga dengan Elle, Dia mengerti kenapa adik-adiknya tidak bersemangat karena memang mereka akan seperti ini jika Elle sudah mimisan.


Ketakutan mereka semakin bertambah akan dirinya. Terkadang Elle sering berpikir bahwa mungkin jika dia meninggal mungkin keluarganya tidak akan selalu sedih seperti ini lagi untuk terus memikirkannya.


Trang !


Semua mata teralihkan fokusnya dan kini menatap pada sang Daddy yang terlihat sudah tidak baik-baik saja saat ini


" Bisa kita bicara yang masuk akal saja ?" Semua menatap pada sang Daddy saat mendengar Daddy-nya yang meletakan begitu saja sendok makannya dan sedang menatap datar pada mereka semua.


" Ini masuk akal Dad, Elle ini sakit. Elle tidak ingin di operasi, Elle terus mengonsumsi obat. Apa tidak seharusnya saja Elle mati agar kalian semua tidak terus merasa khawatir ?" Elle berucap sambil menundukkan kepalanya karena jujur dia tidak berani menatap Daddy-nya atau pun Mommy-nya karena Elle tau pasti mereka sangat kecewa padanya.


" Angkat wajah kamu jika berbicara dan tatap Daddy. " Dengan memberanikan dirinya, Elle mengangkat wajahnya dan menatap pada Sky yang tengah menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Tidak di pungkiri lagi jika saat ini aura Daddy-nya sangat menyeramkan.


" Katakan sekali lagi dengan lantang. " Elle tidak berani mengatakan hal itu lagi karena sudah melihat wajah Daddy-nya yang terlihat sangat menyeramkan seperti itu.


Apalagi melihat wajah Mommy-nya yang sudah berlinang air mata.


" Katakan sekali lagi dengan suara lantang agar Daddy bisa mendengar mu ! Katakan sekali lagi di depan Daddy dan Mommy ucapan mu tadi. "


" Elle--"


Prang !


Semua terdiam tidak berani ada yang membuka suara lagi saat melihat kemarahan Daddy mereka.


Apalagi tadi pria yang menjadi perisai mereka semua itu terlihat sangat mengerikan dengan auranya yang sangat memancarkan kekecewaan yang mendalam.


" Terima tidak terima besok kamu harus menjalani cek kesehatan sebelum operasi. Sudah cukup Elle, Susah cukup selama ini kamu membantah. Kamu memang diam dan tidak melawan, Tapi apa yang Daddy usahakan itu semua demi kamu. Bukan hanya kamu saja, Tapi semua anak Daddy. " Suara Sky sudah tidak terkontrol lagi.


Emosinya mulai menguasai dan bahkan Starla pun sudah tidak berani lagi untuk menenangkan pria itu.


" Tidak tau kah kalian seberapa berharganya air mata seorang ibu ? Kalian akan menyesal dan selalu di bayang-bayangi akan kesalahan kalian karena telah membuat air mata ibu kalian jatuh. Dan lihat wanita yang telah melahirkan kalian dan mempertaruhkan nyawanya untuk kalian, Lihat wanita itu. " Tunjuk Sky pada Starla yang sudah menangis karena memang hatinya sakit sekali saat mendengar putrinya yang putus asa dan bahkan mengatakan lebih baik mati saja dari pada membuat mereka sedih terus.


" Wanita itu mempertaruhkan nyawanya di usia muda saat mengandung kalian berempat. Karena 1 banding 100 bahkan belum tentu ada wanita yang bisa mengandung empat anak kembar sekaligus. Dan wanita yang sedang menangis itu mengalaminya. Dia sulit berjalan saya mengandung kalian. Bahkan dia tidur dengan tidak nyaman dan bernafas saja pun sulit saat kalian bergerak di dalam perutnya. Pernah kah kalian memikirkan hal itu ?"


" Sayang, Sudah..."

__ADS_1


" Diam Starla ! Biar kan aku menyadarkan anak-anak ini. Usia mereka bukan lagi anak usia lima ahun, Dan bahkan saat usia mereka lima tahun saja pun mereka bisa berpikir lebih dewasa. Lalu apa yang mereka lakukan saat ini ? Aku sudah merasakan itu semua Starla, Bahkan hingga saat ini rasa bersalah ku tidak akan pernah selesai karena apa yang aku lakukan di masa lalu sangat menyakiti hati Mama ku. 15 tahun dia terus menangis dan mengeluarkan air matanya untuk ku tapi aku tetap saja egois dengan pemikiran ku yang sesat saat itu. Aku tau bagaimana rasanya berdosa seperti itu, Dan aku tidak ingin mereka melakukan kesalahan yang sama seperti yang ku lakukan dulu pada Mama ku dan mereka melakukannya pada mu. "


...⭐⭐⭐...


__ADS_2