
Hidup Sky dan Starla tertata begitu rapi karena Aku Sky yang mengatur semuanya dengan sangat luar biasa.
Dan kini, Kehidupan mereka benar-benar berada di puncak kebahagiaan saat twins Ax sudah menginjak usia 17 tahun.
Di sini lah merek sekarang, Di ruang kerjanya di mana malam ini ketentuan masa depan yang akan di ambil oleh Twins Ax.
Karena Sky sudah berjanji pada anak-anaknya, Bukan hanya pada Twins Ax, Tapi pada semua anaknya jika sudah 17 tahun mereka boleh memilih kemana mereka kan pergi bersekolah nantinya.
Dan ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya soal masa depan yang akan di ambil twins ax nantinya.
" Sudah memikirkan semuanya dengan matang ?" Acher dan Rigel mengangguk dengan mantap.
Mereka berdua tidak di perbolehkan memberi tahu satu sama lain kemana merek akan lanjut bersekolah.
Mereka hanya akan boleh mengatakan itu di depan Aku secara bersamaan.
" Kemana ?"
" New York. "
" California. " Sudah Sky duga bahwa ke-dua anaknya pasti memilih dua tempat yang berbeda.
Rigel menatap pada kakaknya karena dia sudah berusaha sekuat mungkin untuk bisa mengerti kakaknya tapi dia tetap tidak bisa mengerti itu semua.
Dia selalu kalah jika soal menebak isi pikiran kakaknya.
Kakaknya yang terlalu tertutup dan dirinya yang begitu terbuka dan hangat tidak bisa mengetuk pintu ruangan dingin itu.
" Kenapa ke New York dan California ?"
" Acher ingin kuliah di University Colombia. " Sky tersenyum mendengar jawaban sang anak. Lalu berlatih pada Rigel yang terus menatap pada kakaknya.
" Lalu Rigel ?" Tanya Sky pada anak ke-duanya kemana dia akan pergi menuntut ilmu selanjutnya.
" Stanford University Dad, Rigel ingin mengambil jurusan teknik. Rigel menyukai otomotif. Rigel tidak ingin duduk di perusahaan. Rigel ingin membangun bisnis Rigel sendiri. Rigel ingin memulai bisnis Rigel di bidang otomotif. Rigel akan mengambil dua jurusan sekaligus di sana. Rigel akan mengambil bisnis dan otomotif sekaligus. " Sky cukup terkejut dengan jawaban Rigel yang terlihat begitu bersungguh-sungguh dengan keinginannya.
" Rigel ingin membuat Mommy dan Daddy bangga dengan Rigel. Jika memang Rigel tidak bisa sepintar kak Acher karena Rigel tau bahwa kakak bisa dengan mudah lulus sekolah sejak lama, Tapi kakak tidak ingin meninggalkan Rigel. Jadi Rigel akan membuktikan bahwa Rigel bukan anak nakal yang sebagaimana orang memberikan label itu pada Rigel. Rigel juga mengaku bahwa Rigel pernah ketahuan merokok dan kakak tidak mengadukan itu pada Mommy dan Daddy. " Ini lah yang selalu membuat Sky bangga dengan anak-anaknya karena mereka akan mengaku dengan sendirinya apa yang mereka lakukan di luar sana walau Sky sudah lebih dulu mengetahuinya bahkan sebelum mereka mengaku lebih dulu.
__ADS_1
" Dari mana kamu belajar berbohong ?"
" Rigel tidak berbohong Dad, Acher yang menyembunyikan ini semua. Jika ingin menghukum Rigel maka hukum juga Acher karena Acher tidak bisa menjadi adik Acher hingga dia merokok di luar sana. "
" Kak, No ! Kakak tidak salah, Aku yang salah. " Rigel tidak ingin kakaknya juga ikut menerim hukuman dari apa yang dia perbuat sendiri.
Karena selama ini di selalu membuat kakaknya susah dengan semua tingkah lakunya. Bukan sekali dua kali dia membuat Acher terseret dengan kenakalannya, Tapi sering dan untuk itu Rigel tidak ingin Acher ikut menerima hukumannya lagi.
" Kita akan menerima hukuman ini bersama !" Putus Acher langsung menatap Daddy-nya dengan berani.
Dia meminta pada Daddy-nya untuk tidak hanya menghukum Rigel saja. Dia bahkan juga ingin menghisap sebatang rokok yang di lihatnya di depan sang Daddy.
" Hidupkan jika kamu berani melakukannya. !" Acher langsung menyalakan pemantik api untuk membakar sebatang nikotin yang akan di hisapnya.
Namun belum sempat dia menghisapnya, Dia sudah mendapatkan sebuah pukulan di rahangnya dari sang Daddy.
Bugh...
" Kak ! " Acher hanya diam saja saat mendapatkan sebuah pukulan di rahangnya dari sang Daddy hingga menyebabkan sudut bibirnya pecah.
Rigel langsung menolong kakaknya dan membantu membersihkan luka di sudut bibir kakaknya.
" Kenapa tidak memukul Rigel dad ? Kenapa malah memukul kakak ? Jika Daddy memukul kakak, Maka pukul juga Rigel. !"
Bugh...
" Sudah ?" Tanya Sky yang baru saja melepaskan sebuah pukulan di wajah sang anak.
Dia terlihat begitu angkuh menatap ke-dua anaknya yang sudah sama-sama terluka karena pukulan darinya.
" Masih berpikir ingin berbuat kesalahan lagi dan saudara kembar kalian yang ikut menerima hukumannya ? " Rigel terdiam karena dia merasa sangat bersalah pada Kakaknya.
Karena dia lah Acher harus ikut terkena imbasnya.
" Maka sebelum melakukan hal yang akan membuat saudara kalian ikut menerima imbasnya berpikir lebih dulu. Rigel, Apa kau senang karena berbuat kesalahan dan kakak mu yang ikut menerima akibatnya ? Dia bahkan melakukan kesalahan yang sama agar bisa di hukum bersama dengan mu, Dan kamu bahkan meminta sebuah hukuman juga atas kesalahan mu setelah kakak mu menerima hukumannya ?" Rigel tidak berani menjawab Daddy-nya karena dia memang bersalah.
" Maka sebelum melakukan kesalahan pikirkan dulu akibatnya. Apa yang akan terjadi jika kamu melakukan hal ini. Daddy tidak melarang kalian untuk bergaul dengan siapa pun. Tapi pastikan bahwa kalian tidak terbawa arus pergaulan yang akan menyesatkan kalian. Berteman dengan siapa saja dan berteman di mana saja itu memang baik. Tapi bertaman juga harus memiliki aturan sendiri. Jika kalian melakukan kesalahan adalah diri kalian sendiri yang akan merasakan hukumannya, Bukan orang lain. Jadi sampai di sini bisa berpikir ?"
__ADS_1
" Maaf Dad. "
" Minta maaf pada kakak mu. Dia mendapatkan sebuah pukulan dari Daddy karena membela mu. Seharusnya kamu tau apa yang akan terjadi jika kamu melakukan itu. " Rigel menatap pada kakaknya yang masih terlihat diam tanpa ingin menjawab apa pun di sana.
" Tidak sakit karena pukulan yang Daddy berikan itu bahkan lebih keras pada Rigel. " Sky menarik sudut bibirnya karena dia tau bahwa Acher sudah memperhitungkan segalanya.
" Kecepatan tanga Daddy saat memukul Acher dan kecepatan Daddy saat memukul Rigel itu terlihat sangat berbeda. Apa karena tubuh Rigel yang lebih kuat maka Daddy melakukan ini ?"
" Kak, Sudah cukup. Jika pun itu memang benar aku pantas menerimanya. " Dari semua anak laki-lakinya, Tubuh Rigel lah yang paling kuat fisiknya.
Dia tumbuh dengan baik dengan olahraga teratur dan makanan yang di konsumsinya.
Bahkan karena Acher, Pula lah Rigel menjauhi daging merah.
" Jadi ?" Acher menarik nafasnya dalam dan menatap Daddy-nya dengan berani.
Begitu juga dengan Rigel yang menatap pada Kakak kembarnya saat ini.
" Jangan ganggu Acher dengan semua penjagaan ketat. Acher ingin hidup di luar ketentuan keluarga ini. Opa tidak ada di rumah, Jadi biarkan Acher hidup dengan mandiri. Jangan pernah melakukan apa pun dengan kekuasaan Daddy di tempat di mana Acher akan bersekolah nantinya. "
" Dan Rigel ?" Tanya Sky pada anak ke-duanya.
" Sama. Tapi biarkan Rigel melakukan apa yang Rigel inginkan. Rigel janji tidak akan nakal dan membuat malu Daddy. Tapi jangan pernah ikut campur dengan urusan Rigel. "
" Berapa tahun yang kalian butuhkan untuk kuliah ?' Ini yang sangat berat bagi Rigel.
" Lima tahun dan Acher akan kembali dengan S2. Acher akan menggantikan posisi Daddy di perusahaan. "
" Rigel ?" Tanya Sky pada putranya yang terlihat tidak bisa memprediksi apa yang akan di lakukan ya nanti.
" Rigel tidak bisa menjawabnya Dad. Tapi Rigel akan berusaha menyelesaikannya dengan cepat. "
" Berapa Tahun ?" Tanya Sky sekali lagi.
" Lima tahun Dad !" Sky tersenyum karena dia tau, Bahwa Acher mengatakan lima tahun karena dia juga memikirkan kemampuan adiknya.
" Setelah lima tahun kembali lagi ke rumah dan lakukan kewajiban kalian masing-masing sesuai dengan janji kalian. "
__ADS_1
" Yes Dad !" Jawab ke-duanya dengan kompak.
...⭐⭐⭐...