
Kilas Balik..!!
🏡🏡
Joe melihat sekeliling kampus, memang benar teman-temannya tidak terlihat batang hidungnya. Maklum saja jika Pak John curiga sama mereka berdua.
''Tunggu pembalasan gue.'' mata Joe menyiratkan pembalasan.
_______________
''Ternyata lo banyak nama rupanya, bukan hanya cewek penggoda tapi lo juga cewek pembohong.'' Tatapan mata Joe berkobar.
''Maksud lo apaan ngatain gue begitu, harusnya lo bersyukur gue nolongin lo kalau tidak, pak John pasti menghukum lo lebih dari pada yang akan gue terima.'' balas Krystal lagi.
Joe perlahan mendekat kearah Krystal dan menyisakan sedikit jarak diantara mereka.
''Gue gak habis pikir sama orang kampus yang menilai lo sebagai kandidat putri Indonesia, badan lo aja gue akui bagus tapi tidak dengan kelakuan lo.''
Sambil mendekatkan kembali mulutnya ke telinga Krystal dan berkata ''Dengar baik-baik, gue j***k sama cewek seperti lo, jangan bangga dikatain cewek idaman, bagi gue lo itu ga ada apa-apanya. paham?'' Joe memundurkan kepalanya dan menatap tubuh Krystal dari atas dan kebawah.
Krystal mengepal tangannya karena mendapat cacian dan hinaan dari Joe, badanya bergetar menahan amarah.
PLAK.. sebuah tamparan mendarat keras dipipi Joe. ''Gue ingatkan sekali lagi, lo gak ada hak ngatain gue, jika sekali lagi lo lakuin itu, jangan kaget jika gue akan balas lo lebih dari ini.'' Krystal menahan air matanya bersiap terjun bebas. Dan pergi sejauh mungkin dari hadapan cowok yang udah memporak porandakan perasaannya.
__ADS_1
Beginikah rasanya di khianati tanpa sadar. Sakitnya gak terkira. Gue menyesal pernah kagum sama Joe. Gue pikir dia hanya menjaga kedamaian gengnya tapi tidak dengan mulutnya.
Setelah kepergian Krystal, Joe kaget setengah sadar, bisa-bisanya seorang wanita berani menampar pipinya. Dirinya disadarkan kembali ketika ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk.
'' Hallo'' mengangkat panggilan tanpa melihat nama yang tertera sambil mengelus pipinya yang sedikit panas.
''Hallo sayang, kamu dimana, udah siap kerjaannya?'' Jawab sipenelfon dengan seimut mungkin, membuat Joe mual.
Dasar si Varel buat gue mau muntah.
''Lo jangan main-main Varel, lo bertiga awas. Sekarang lo lagi dimana gue susul.'' Ternyata yang nelfon Varel.
'' Kita di kantin bro. buruan ntar keburu habis'' Teriak Paul dari seberang telfon karena ponsel Varel sengaja di loudspeaker.
''Weisss bro gimana makan siang lo enak gak? eh.. tunggu, muka lo nape Jo, kok ada bercaknya lima jari lagi. Lo berdua main make-up pan ya'' tanya Varel asal sambil menahan tawa melihat pipi putih Joe memerah dan membentuk lima jari.
''Gue habis ditampar'' Joe duduk sambil merebut jus martabe milik Abri dan meneguknya sampai habis. Sedangkan yang punya jus hanya diam tanpa ekspresi. Liat kan Manusia es.
''Siapa yang nampar lo? jangan lo bilang kalau wanita itu...'' Jawab Paul menggantung.
''Lo benar, dia yang nampar gue barusan.'' sambil memakan potongan goreng pisang milik Paul.
''Pfftt.... Ha..ha..ha..ha'' Varel dan Paul tertawa serentak sambil memukul mukul meja, hanya Abri yang tersenyum tipis sambil melihat kelakuan sahabatnya.
__ADS_1
''Sumpah perut gue sakit'' jawab Varel menekan perutnya dan terus tertawa. Mahasiswa yang ada dikantin hanya menatap mereka heran.
Empat sejoli mah bebas. Sebagian berpikir.
''Lo berdua senang banget ya diatas penderitaan gue'' Jawab Joe malas yang melihat Varel dan Paul terus menertawakan dirinya, terutama Varel, tertawa sambil tertidur dikursi panjang tempatnya duduk dan Abri.
''Bukan begitu Jo, lucu aja hari gini lo dapat hadiah dari primadona kampus, jarang-jarang loh ada orang yang bisa nyentuh itu tangan'' jawab Paul yang sudah menetralkan dirinya menahan tawa. Jangan ditanya bagaimana Varel saat ini, masih tetap tertawa sambil tiduran.
''Hadiah dari hongkong maksud lo, gue juga kena teguran sama bapak John diruangan, dikira gue sama tu cewek lain-lain dikelas, untung aja pak John percaya sama kebohongan si cewek itu, kalau tidak bisa berabe jadinya.''sambil mengacak-acak rambut.
''Emangnya kebohongan dia apa bro?'' Kali ini manusia terdingin yang angkat bicara alias Abri.
Joe berhenti mengacak-acak rambutnya dan melihat kearah sumber suara yang paling mahal, mengapa mahal karena suaranya hanya didengar saat-saat genting saja. Varel dengan cepat kembali dalam posisi duduk dan menatap Joe dan Paul bergantian.
''Pfffftttt.... ha..ha..ha..ha..!!''setelah saling pandang antara Joe, Paul dan Varel, mereka kembali tertawa melihat keseriusan di wajah Abri.
Jarang-jarang sahabat gue yang satu ini angkat bicara, biasanya diam melulu, main game. Tapi hari ini gue tau dia siapa sebenarnya dan benar yang dikatakan pepatah JANGAN MENILAI BUKU DARI SAMPULNYA. Dibalik diamnya seorang sahabat seperti Abri, bukan berarti dia gak peduli, tapi menolong diwaktu yang tepat, bukan seperti Varel dan Paul, mereka tidak mengenal waktu dan tempat yang penting tancap gas dan banting stir. Gue berayukur pinya lo bertiga.
Batin Joe sambil melihat ketiga sahabatnya secara bergantian. Dan acara makan siang masih berlanjut. Juga, lupa akan hukuman yang direncanakan Joe untuk mereka bertiga yang dengan teganya meninggalkan dirinya dan Krystal, dia hanya fokus menikmati moment seperti sekarang. Indahnya masa lajang...!!!
**TBC
Omega_366**
__ADS_1