Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
Ep. 45 PURA-PURA CUEK DAN MARAH


__ADS_3

🍀🍀🍀


Joe memandang nanar ponselnya lalu melempar asal ke atas kasur.


"Krystal kenapa ya tiba-tiba berubah, padahal tadi ngak ada masalah." Joe termangu sambil mencari-cari salahnya terletak dimana.


"Gue tau apa yang harus gue lakuin besok dikampus, siap-siap kamu sayang." Joe tersenyum tipis. Rencananya agar Krystal paham akan dirinya yang sebenarnya.


🏢🏢


" Pagiiiii sayang aku." Suara Vero memekakkakn telinga Krystal.


"Awas ihh... jangan peluk-peluk Ver." Krystal berusaha melepaskan tangan Vero yang melingkar diperutnya.


"Lo ngak kangen sama gue hee?" Rajuk Vero.


"Sekarang yang terpenting bukan itu Ver, ini masalah Joe." Terlihat mimik muka Krystal sedikit cemas.


Vero menatap sahabatnya intens " Dia kenapa Krys ?"


Krystal menceritakan semua kejadian yang dia lakuin semalam.


"Ya ampun sayang, kamu berhasil kalau begitu buat dia marah, lo memang wanita keren sejagad raya." Vero memandang heran melihat tingkah sahabatnya.


"Jadi gue harus gimanan dong, sampai detik ini Joe ngak chat gue, biasanya dia ngak pernah lupa ngucapin selamat pagi atau apalah itu. Dari tadi gue tunggu-tunggu ngak ada sampai detik ini. Jangan-jangan benar Ver dia punya pacar yang lain, lagian banyak yang suka sama dia kan pasti... pasti dia..dia."


"Sttttt...... udah-udah! capek gue ndengernya, lagian ya Krys harusnya lo itu percaya sama dia, kan bisa lo yang luan chat dia bilang minta maaf atau apa gitu, lo jangan mikir macam macam, lagian lo aneh banget sih gara-gara mama lo cerita jadinya lo anggap Joe juga begitu. Sadar sayangkuuuu sadarr.. duhhhhh gemes banget gue sama lo." Ucap Vero sambil mencubit kedua pipi Krystal gemas.


"Gimana gue bilang, gue bingung." Krystal mengetik sesuatu di ponselnya.


" Ketauan banget lo ngak pernah pacaran, gimana kalau kita samperin dia ke ruangannya ?" Tanya Vero sambil mengangkat-angkat alisnya.


"Sekarang ?" Tanya Krystal polos.


"Ngak, tahun depan. Ya sekaranglah Krystal."


"Malu gue."


"Gue temenin." Jawab Vero mantap. "Udah ayo ntar keburu dosen datang." Vero menarik kuat lengan Krystal.

__ADS_1


"Lo berdua yang bermasalah harus mamak ini yang turun tangan." Vero menggerutu sepanjang koridor kampus.


"Apaan sih lo, garing tau." Jawab Krystal ketus.


"Lagian lo ya, mudah baperan orangnya jadinya gini, Joe sayang banget sama lo tapi lo ngak percaya sama dia."


"Bukannya gue ngak percaya Ver, gue hanya nanya sama dia mana tau ya kan dia punya stok pacar, hati siapa yang tau Ver." Jawab Krystal tetap membela diri.


Vero tiba-tiba berhenti dan menatap mata Krystal tajam " Dengar ya, ngak semua cowok sama seperti yang lo bilang, lo punya bukti ?" Tanya Vero sambil melanjutkan langkahnya.


"Ngak sih." Jawab Krystal.


"Jadi sekarang lo samperin Joe ke ruangannya, gue tunggu diluar." Vero mendorong Krystal keruangan dimana terlihat Joe dan teman-temannya sedang bercengkrama.


"Tapi tadi lo janji nemenin gue." Krystal sedikit berbisik.


" Gue bohong, udah gih cepetan." Usir Vero.


"Lo..." Krystal kehabisan kata-kata.


"Udah sana, lo taukan Abri didalam, lagian lo yang salah jadi lo yang nanggung sendiri." Selesai berbicara Vero langsung menjauh dari sana. Jantungnya berdetak keras mendengar suara Abri tertawa bersama sahabatnya. Sedangkan Krystal berusaha menetralkan jantungnya yang tidak mau kompromi.


Gue pasti bisa minta maaf dan njelasin semua ke Joe. Baiklah Krystal lo harus bisa. Batin Krystal dan dengan mantap menemui kekasihnya.


"Hahahaha ada-ada aja lo Varel, lo takut jumpa sama tuh cewek, dimana keberanian lo selama ini." Jawab Paul sambil tertawa, mereka tidak sadar kalau Krystal ada disana.


" Ha..hai..!" Sapa Krystal terlihat gugup apalagi melihat wajah Joe yang terlihat dingin.


" Hei.. Krys, gimana kabar ?" Sapa Varel ramah. Abri terlihat celingak celinguk melihat keberadaan seseorang.


"Kamu sendiri ke sini ?" Tanya Abri langsung, berharap Vero juga datang.


"Mmm.. bareng Vero tapi dia nunggu diluar." Krystal menjawab sambil melihat ke arah Joe yang tidak peduli akan keberadaan dirinya.


Duhh dia beneran marah gue harus gimana. Batinnya.


Paul peka melihat interaksi antara Joe dan Krystal. Pasti mereka punya masalah. "Mm gue kekantin dulu, lapar." Paul menarik tangan Varel sambil mengisyaratkan agar meninggalkan dua sejoli yang sedang bertengkar. Varel langsung tanggap akan siatuasi yang sedikit menegangkan.


"Uh..oh.. gue juga, lapar." Jawab Varel sigap, Mereka berdua langsung pergi. Abri dimana ? jangan tanya dari tadi udah keluar.

__ADS_1


"Gue ikut." Jawab Joe seraya berdiri seakan-akan Krystal tidak ada disana. Melihat hal itu Krystal semakin gugup, dirinya tidak tau harus berbuat apa. Joe berjalan melewati Krystal yang berdiri mematung. Tiba-tiba Joe berhenti karena merasakaan ada tangan yang melingkar dipinggangnya, gadis itu memeluknya dari belakang.


" Sayang maafin aku, aku tau aku salah, jangan cuekin aku ya ?" Terdengar suara Krystal lembut. Joe tersenyum tipis mendengar suara Krystal yang dirindukannya. Namun, Joe masih pura-pura marah dia ingin lihat kegigihan wanitanya merayu dirinya.


" Kok diam ?" Tanya Krystal lagi sebab dirinya tidak merasakan pergerakan dari Joe.


"Lepasin." Suara Joe terdengar dingin.


Deg..! Krystal tertegun mendengar suara Joe barusan.


Dia marah.


"Sayang ? maafin aku, aku janji ngak ngomong gitu lagi, dengerin penjelasan aku dulu ya." Krystal menahan air matanya.


"Lepasin." Jawabnya lagi.


Semakin kuat Krystal memeluk tubuh Joe. " Maafin aku, aku akan jelasin ke kamu, jangan marah."


" Aku ngak butuh, lepasin, aku mau nyusul mereka makan." Joe berusaha terlihat marah pada Krystal agar drama yang sedang dia buat berhasil. Akhirnya Krystal melepaskan pelukannya, air mata yang dia tahan sejak tadi akhirnya lolos juga.


Hiks...hiks..hiks.. Krystal menutup wajahnya dengan telapak tangan. Joe melihat hal itu langsung luluh. Akhirnya senjata terakhir wanita keluar juga.


Waduh .. bisa-bisa nya gue kalah sama air mata.


"Kok nangis." Joe memegang tangan Krystal namun gadis itu menepisnya.


"Kamu marah sama aku kan ? kamu cuekin aku, ngak chat aku tadi pagi, ngak nanya alasan aku ketus semalam, hiks...hiks... kamu ngak mau ndengerin penjelasan aku, bisa-bisanya kamu mau ninggalin aku." Jawab Krystal panjang lebar sambil terus menangis.


Harusnya gue yang marah, kok tiba-tiba gue jadi tersangka disini. Dasar wanita, pintar sekali memutar balikkan situasi. Batin Joe.


Joe memeluk Krystal lembut "Jangan nangis lagi, aku mau dengar alasan kamu ngomong begitu semalam ke aku." Terlihat Krystal sedikit tenang dan pelan-pelan menghapus air matanya.


"Maafin aku dulu." Jawab Krystal penuh harap.


"Iya sayang aku maafin, jadi sekarang jelaskan." Joe menyentuh rambut Krystal yang sedikit berantakan dan merapikannya.


TBC


Gimana di episod kali ini Sodara-sodara kuh. .

__ADS_1


tetap dukung Author yya


see you ❤❤


__ADS_2