
🏡🏡
Setelah insiden adu mulut serta berpacu dalam emosi antara dia dan Krystal, Joe mempercepat langkahnya menuju motor kesayanganya dari warung bik Mega tanpa menghiraukan pangilan dari wanita yang berani menguji kesabarannya hari ini.
Ting..! ponsel milik Joe berbunyi tanda ada panggilan yang masuk dari sahabatnya Varel.
''Ap...?'' Belum sempat Joe bicara langsung disahut sama Varel.
''Woi lo dimana Jo. Buruan gue lapar nih. Jangan lupa bakso Bik Mega yang gue pesan tadi. Jawab Varel.
'' Warung Bik Mega tutup, jadi gak ada bakso, masak sendiri aja''. Bohong Joe.
'' Ga usa lo boong Jo kalau bik Mega ga buka warung pasti dia buat pengumuman dulu, cepetan gih buruan satang gue tunggu sama yang lainnya di mension ''.
Tut..tut..tut.. Belum sempat Joe menjawab panggilan diputuskan sepihak dari Varel.
''Dasar si Varel diotaknya hanya makan mulu''. Ucap Joe sambil mengeluarkan kunci motornya dari saku jaket dan pergi melaju ke mension tempat Geng Sakral biasa ngumpul.
Sesampainya di mension.
__ADS_1
''Lama banget lo Jo, bakso gue mana ?'' Varel fokus melihat tangan Joe.
'' Kan gue bilang tutup ''. Balas Joe malas sambil membuka jaket dan duduk di sofa yang tersedia disana.
'' Lo kenapa Jo kok ga bersemangat gitu, biasanya lo yang paling berwibawa diantara kita bertiga, bener kan Abri ?''. Paul menyenggol Abri yang hanya dijawab anggukan dari pria es.
'' Baru kali ini ada cewek yang berani menatap mata gue secara terang-terangan, biasanya gak ada yang mau natap mata gue lama-lama.'' Joe berbicara sambil memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di sofa yang empuk.
''Emangnya lo barusan dari mana, pulang-pulang curhat gak guna gitu''. Jawab Abri asal.
''Tumben pria es bicara biasanya beku mulu''. Kata Varel sedikit terkejut.
''Yah Abri, seluruh ciwi ciwi kampus juga pada tau kaleee kalau lo pria terdingin di antara kita berempat, dan juga nih ya mereka pada bilang kalau lo ada diruangan kelas ga perlu lagi pake AC dinginya cukup dari lo saja''. Jawab Varel sambil semangat ngomongnya.
''Sudah-sudah kelen berdua sekarang waktunya bukan berdebat. So..., jadi lo kenapa sebenarnya Jo cerita dong sama kita emangnga wanita mana yang mampu buat lo gak bersemangat gitu, secara kita geng yang disegani''. Paul adalah pria yang lebih dewasa diantara mereka berempat tapi kedewasaannya ciut jika disuguhi pisang goreng.
Joe kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya bersama seorang mahasiswai yang satu kampus dengan mereka.
''Jadi lo berbohong tentang warung bik Mega tutup hari ini Jo yang akhirnya bakso bik mega gagal gue makan hari ini iya ?, karna lo nganggap harga diri lo di injak-injak sama cewe itu yang sembarangan nyebutin nama lo gitu ? ya ampun bro dimana kita buat wajah geng kita hanya gara-gara nama, lo rela berdebat dengan mereka. is..is..isshhh !'' Jawab Varel panjang kali lebar sama dengan luas.
__ADS_1
''Gue gak senang aja nama geng kita disebut sebut sembarangan khususnya nama gue JOE WIJAYA gak boleh disebut sembarangan apalagi didepan gue !''. Jawab Joe sedikit emosi dan tatapan matanya sulit diartikan.
'' Kan hanya nama Jo, yah... walaupun gue juga gak suka jika nama geng kita disebut sembarangan tapikan mereka nyebutin nama lo karna kagum bukan karna yang lainnya. Jadi salahnya dimana ''. Jawab Paul memberi pengertian sama sahabatnya yang satu ini.
''Tapi gue tetap gak suka sama tu cewek. Mau kagum, mau suka, gue tetap gak peduli gue mau balas perlakuan mereka yang buat gue malu dihadapan mahasiswa lain. Berani sekali dia berurusan sama gue''.
Gawat Joe emosi batin ketiga sahabatnya.
'' Benci jadi cinta itu tipis bro ''. Celetuk Varel yang langsung dijawab dengan tatapan dari Joe.
'' Mana mungkin gue suka sama wanita kampungan seperti dia ''. Ingatan Joe pada wanita yang bernama Krystal.
'' Yakin lo jo ?'' Selidik Paul.
''Yakin banget, gue akan tunjukkan benci versi Joe sama mereka berdua ''. Joe menatap kedepan dengan senyuman misteri yang tidak dapat diartikan.
Permainan akan dimulai sebentar lagi.....!!!
TBC
__ADS_1