
🏡🏡
**Mungkinkah dia jatuh hati seperti apa yang kurasa, mungkinlah dia jatuh cinta seperti apa yang kudamba, bilakah dia mengerti apa yang tlah terjadi, hasratku tak tertahan untuk mendapatkan dirinya.
(Sepenggal lirik dari band KAHITNA).
JOE WIJAYA
-----------
🏡🏡**
''Kalau bisa Kris tebak pasti masalah cowok iya kan?'' Goda Kristian sambil memasukkan suapan pertamanya.
''Uhukk uhuk!'' Krystal tiba-tiba tersedak mendengar perkataan kakaknya.
''Ha..ha..ha lo ketahuan berdua, kakak itu tau dari mama, kemaren mama cerita banyak sama kakak, emangnya siapa sih nama cowok itu Vero? nanti kalau aku tanya sama Krystal pasti gak akan berhasil, secara adik kakak ini baru pertama kali jatuh cinta, jadinya aku penasaran.'' Menatap Vero intens sambil menunggu jawaban dari gadis itu. Yang ditatap jadinya salah tingkah.
''Apaan sih kak nanya-nanya gitu ke Vero, lagian nih ya ini masalah wanita gak ada urusannya sama kakak.'' Krystal menjawab langsung, takut rahasianya terbongkar lebih dalam.
Ella melihat dari tadi gelagat Vero yang gelisah dan tidak bicara apa-apa. '' Nak Vero kenapa? masakan tante gak enak ya?'' Ella cemberut dibuat-buat.
Sadar jika dirinya jadi tatapan semua orang ''eh.. enak kok tante, lagian tadi dikampus kami makan sama Krystal jadi sedikit kenyang.'' Balas Vero sambil memasukkan nasi kemulutnya. Krystal yang melihat itu tersenyum.
Seberapa suka sih lo sama kakak gue Ver, lo gak tau kakak gue udah punya tunangan.
Ella tersenyum melihat Vero ''Udah nak Vero, gak usah dipaksa, mendingan kamu coba aja kue lapis buatan tante.'' Menyodorkan piring yang berisi kue lapis kehadapan Vero.
''He..he iya tante.'' Vero tersenyum kikuk.
Mereka semua tersenyum melihat kelakuan Vero yang malu-malu kucing dan menikmati makan siang yang sebenarnya sudah lewat, tetapi tidak masalah, yang penting kebersamaan bersama keluarga dan sahabat itu jangan dilewatkan.
●●●●
Joe memarkirkan mogenya diparkiran, masuk kedalam rumah, dan langsung menuju kamarnya di lantai dua. Meletakkan tas sembarangan, membuka sepatu dan membiarkannya asal, membuka baju dan langsung masuk kamar mandi, menghidupkan shower langsung membasahi seluruh tubuh atletisnya.
Joe mengingat semua kejadian yang baru saja terjadi atas dirinya sambil sesekali mengusap rambut kebelakang.
__ADS_1
Kenapa gue emosi begini, satu sisi gue senang berhasil mempermalukan dia tapi dilain sisi, hati gue sakit melihat matanya yang sendu yang beruraian air mata karena perlakuan gue.
gue kenapa, gue gak pernah ngerasain hal beginian
Joe mengepal tangannya sambil memukul-mukul dinding, mengusap wajah tampannya sambil mengadah keatas dan menikmati tetesan air yang menyentuh kulit wajahnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Joe keluar dengan memakai jubah mandi sambil mengusap-usap rambutnya yang masih basah dengan handuk, berjalan dan berdiri didepan cermin.
''Gue memang ganteng'' Joe bicara sendiri sambil tersenyum.
Joe memakai kaos berwarna hitam yang dipadukan dengan celana jins berwarna biru dongker yang menambah ketampanan dirinya.
Mengambil ponsel dan duduk ditepi ranjang sambil melihat notifikasi komentar di forum mahasiswa. Joe mengacak-acak rambut, sadar akan kelakuanya yang kekanakan dan akhirnya memutuskan untuk menghapus postingannya di forum mahasiswa.
Gue gak suka ada orang yang mempermalukan dia diforum mahasiswa. Batin Joe yang tanpa sadar dirinya telah masuk dalam perangkap pesona Krystal.
Joe tersenyum dengan tindakannya sambil beranjak dari kamar dan langsung menuju kelantai satu untuk mengambil minuman.
''Mah, Nike?'' Melihat keliling ruangan dan tidak melihat Rahel mamanya.
''Pada kemana semua orang.'' Joe bingung dan duduk disofa.
''Yah gimana mau kamu liat Nike kakak aja tadi langsung kekamar, mama mana?''
''Mama tadi pergi keluar bentar katanya, ada urusan sama temenya, kakak udah makan siang?'' Tanya Nike sambil ikutan duduk disamping Joe.
''Udah, tadi sama temen dikampus.'' Membelai rambut adiknya lembut ''Gimana sekolah kamu, gak ada yang gangguin kan?'' Tanya Joe sayang.
Ditanya begitu Nike diam sejenak dan menatap Joe dengan mata memerah hampir nangis, Joe mengerutkan dahi bingung dengan perlakuan adiknya.
''Hiks..hiks..hiks kakak jahat sama Nike, jadi ingatkan sama orang itu di sekolah hiks..hiks'' Menutup muka dengan kedua tangan.
Joe makin bingung atas perlakuan adiknya ''Lho lho, kakak salah apa? kok nangis? kakak hanya bertanya gak ada yang gangguin disekolah itu aja, salah kakak dimana?'' Mengelus rambut Nike dan memeluknya.
Ditanya begitu Nike semakin menangis ''Haaa..hiks hiks..hiks, kak Joe jahat, kakak tau kenapa?'' Tanya Nike dan dibalas gelengan dari Joe. ''Nike suka sama cowok udah lama disekolah, terus aku kasih coklat dan bilang padanya kalau Nike suka udah lama, tapi dia..dia mempermalukan Nike dilapangan kak, hiks..hiks Nike malu.'' Memeluk Joe semakin erat.
DEG..!!!
__ADS_1
Joe terdiam mendengar penuturan adiknya dan sama persis dengan apa yang dia alami tapi bedanya dia yang mempermalukan Krystal dikantin dan diforum mahasiswa.
Jadi begini rasanya ditolak sama orang yang disuka, ini imbalan buat gue dan yang kena imbasnya adik gue.
Nike bingung melihat kakaknya diam ''Kak?'' Joe tersentak karena didapati melamun ''Kakak sebagai laki-laki jangan gitu ya sama perempuan, kalau memang gak suka bicara baik-baik ya, nanti mereka sedih kak kayak Nike kan kasian.'' Jawab Nike sambil menatap Joe dan memeluknya kembali.
Maafin gue Nike kakak yang salah, dan maafin gue Krystal gue salah sama lo, gue akan tebus kesalahan yang gue udah perbuat, tunggu gue.
Lama saling berpelukan, akhirnya Nike sudah agak tenang. ''Memangnya kamu udah berapa lama suka sama cowok itu dek?'' Pertanyaan Joe membuat mata Nike berkaca-kaca kembali.
''Kakak niat nih buat Nike nangis lagi?''
''Bukan sayang, kakak kan tanya, gak salah kan abangnya nanya sama adiknya.''
''Huff.. udah lama kak aku suka sama dia, sekitar dua tahun.'' Jawab Nike sambil menutup matanya dan mengingat kembali pertemuan pertama mereka.
''Oh.. gitu ya, ya udah jangan nangis lagi'' Joe melepaskan pelukan mereka dan menatap adiknya sayang sambil mengelus pipi Nike yang memerah habis menangis. ''Udah jangan nangis, nanti mama tau dan dia kuatir pasti langsung menelfon papa. Kamu tau kan gimana kacaunya rumah ini jika kamu menangis dikit aja.'' Nike mengangguk dan mengelap matanya dengan tisu.
Joe dan Nike tidak menyadari, bahwa sejak dari tadi mamanya menguping pembicaraan anaknya dan melihat adengan dimana Nike menangis kencang dipelukan anak sulungnya. Apa yang ditakutkan Joe dan Nike tentang ibunya terjadi.
Sambil menangis Rahel menelfon suaminya.
''Hallo mah?'' Tanya Roy suaminya.
''Pah, hiks..hiks..''
''Lho kenapa sayang kok nangis, ada apa mah?'' Tanya Roy kuatir.
''Papa pulang sekarang, Nike tadi nangis.'' Jawab Rahel
''APA..?? anak gadisku nangis, ok saya langsung pulang.'' Tut tut tut panggilan langsung dimatikan Roy.
''MAAAA..!!!''
Rahel berbalik, dia terkejut melihat kedua anaknya berdiri sambil menatap dirinya intens.
*Gawat papa pulang siap-siap satu rumah diinterogasi.
__ADS_1
TBC*