Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
Ep. 17 TERBONGKARNYA RAHASIA


__ADS_3

🏡🏡


Vero ikutan makan untuk yang kedua kalinya bersama Krystal padahal sebelum berangkat tadi, dirinya menyempatkan diri untuk makan siang lantaran harus minum obat.


Mengambil nasi beserta lauknya, Krystal langsung melahap hidangan didepannya dan tidak lupa berdoa terlebih dahulu.


''Selamat makan.'' Suapan pertama langsung tandas dimulut Krystal. ''Mmm... masakan mama memang paling enak.''


''Lo banyak makan tapi tubuh lo gak ngaruh, tetap aja langsing, lah... gue makan angin aja tambah sekilo.'' Vero sedikit iri sama sahabatnya yang satu ini, makan banyak maupun sedikit tetap sama, gak ada bedanya sedangkan dirinya harus mati-matian menjaga berat badan agar tetap ideal.


''Kita punya badan yang berbeda Ver.'' Krystal menimpali sambil mengunyah makanan dimulutnya. ''Setiap wanita itu beda, ada yang mudah gemuk, ada yang gak mudah gemuk, dulu teman aku pas SMP juga ada yang kecil padahal makannya sebakul jadi kami panggil dia si kerdil.''


''Iya juga sih, tapi kan gue kesel gitu Krys, kita kalau makan bakso bareng lo pesan dua mangkok ditambah lagi kolak dingin sedangkan gue nih ya gue harus nahan selera, siapa yang gak sebel coba liatin lo makan sedangkan gue nelan ludah.'' Vero menyudahi makanannya gak berani lahap seperti Krystal, padahal perutnya masih minta mau diisi lagi karena dehidrasi habis diare, jadi bawaannya lapar terus.


Krystal menikmati makan siangnya dalam damai sambil sesekali menambahkan kuah dan sambal terasi kedalam piringnya, itu tidak terlepas dari pandangan Veronika.


Tumben hari ini Krystal nelfon gue duluan, biasanya gue yang paling sibuk.


''Krys..?'' Panggil Vero ingin menanyakan masalah yang menimpanya.


''Hmm?'' Fokus kemakanan.


''Lo cerita dong masalah yang lo hadapi di kampus hari ini.'' Sedikit penasaran.


''Masalah yang mana...?'' Krystal lupa kalau Vero datang kerumahnya ingin mendengar ceritanya. Ini gara-gara sambel terasi, bawaannya jadi lupa terus sama sekitar.


''Ya ampun Krys, gara-gara sambal terasi lo lupa janji lo ke gue, maksud gue masalah yang lo hadapi hari ini dikampus Krystal, tolong jelasin, gue penasaran.'' Sambal terasi salah satu kesukaan Krystal.


Lihat caranya makan sambel terasi kayak gak ada sambel yang lain apa? yang lebih normal seperti sambel hijo, sambel tomat yang gak punya bau.


''Lo tau gak, sambel terasi adalah sambel tereeeenakkk... di muka bumi.'' Memasukkan satu suapan terakhir dimulutnya. ''Terimakasih Tuhan aku kenyang.'' Mengelap mulut dengan tisu.

__ADS_1


''Cantik-cantik kok sukanya terasi.'' Sindir Vero.


''Jadi maksud lo, yang gak cantik baru bisa makan terasi gitu Ver, kalau itu sampai terjadi gue milih gak cantik supaya terus makan sambel terasi.. weekkk.'' Balasan Krystal menohok.


''Udah ah gue males berdebat sama lo bawaannya pengen nonjok tau gak.'' Krystal membuat Vero cemberut.


''Iya..iya sayangkuuu, udah ah jangan ngambek gitu ntar jeleknya keliatan, kita ketaman belakang yuk disana gue akan ceritain semuanya.'' Sambil menarik tangan Vero.


''Lho Krys, kamu udah makan, eh nak Vero kamu disini juga?'' Mamanya Krystal baru datang dari halaman depan dan melihat anaknya menarik-narik Vero.


''Udah mah sama Vero, barusan aja selesai, sambel terasii mama paling enaakk Vero juga suka iya kan Ver?.'' Krystal sengaja ngeledek Vero yang hanya dibalas dengan senyuman.


''Eh.. iya tante sambel terasi tante enak he..he..he.'' Mencoba tersenyum meskipun dalam hati mengumpat perlakuan Krystal.


''Waduhh syukurlah kalau kamu suka, dirumah ini hanya Krystal dan papanya suka terasi, kalau nak Vero suka, tante akan bungkus buat kamu ya ntar bawa pulang, soalnya tante masak banyak tadi.'' Ella langsung pergi membungkus sambel terasi.


Sambal terasi adalah sambal yang paling gue tidak suka, kalau ditolak ntar tante Ella kecewe lagi


''Udah lah, anggap aja ini terasi hadiah dari camer, kan keren.'' Krystal menahan tawa melihat ekspresi Vero.


Akhirnya Vero membawa sambal terasi yang sudah dibungkus rapi oleh tante Ella ketaman belakang, tidak ada pilihan lain kan.


Mereka duduk disalah satu gazebo dekat kolam ikan. Sambil menikmati udara yang sejuk dan menikmati tanaman bunga yang disusun rapi, sehingga enak dipandang mata.


''Jadi jelasin ke gue sekarang.'' Vero membuka percakapan sambil sesekali melirik ikan berebutan makanan yang barusan dia tabur dari atas.


''Hufftt.... kali ini gue masuk perangkap Ver.'' Krystal menghela nafas panjang. ''Gue pikir, gue udah keluar dari mulut singa, ternyata gue masuk lagi kemulut harimau, semua itu karna kesalahan gue.'' Krystal berbica sambil melihat ikan berenang kesana kemari.


''Maksud lo, gue gak ngerti''


''Gue nampar Joe dikampus''

__ADS_1


Vero terkejut akan penuturan Krystal ''What...? lo..lo.. gak salah Krys, maksud gue lo yakin yang lo tampar Joe, gak salah orang gitu?'' Vero kurang yakin dengan keberanian Krystal.


''Ya gak lah, hanya kami berdua aja kok di ruangan sehabis materi ibu Rose.'' Jawab Krystal enteng sedangkan Vero tercengang mendengar penurutan Krystal.


Buset ni anak, selalu aja dapat kesempatan sama Joe main tatap mata berdua, lah gue kapan begitu?


''Lo mikir apaan, jangan aneh lagi, ini semua gak seperti yang lo bayangin.'' Krystal melihat perubahan wajah Vero yang sedikit tidak terima akan kedekatan dirinya dengan Joe meskipun dekat karena musuh, tapi bagi Vero sama saja.


Akhirnya karena tidak tahan melihat Reaksi Vero, Krystal menjelaskan asal muasal masalah dan kenapa sampai dia menampar Joe. One by one, satu persatu harus dijelasin dan tidak ada yang dikurangi atau ditambahi.


''Jadi gitu akar masalahnya sampai akhirnya tangan gue yang mulus ini menampar dia.'' Krystal menyudahi pembicaraannya dan menunggu reaksi Vero selanjutnya.


Diluar dugaan, Vero memeluk dirinya dari samping. ''Maafin gue ya, lo dapat masalah, gue gak ada disamping lo, temen macam apa aku ini.'' Makin erat meluk Krystal. ''Yang penting, lo harus terbuka sama gue seperti saat ini, kalau lo punya masalah lo bisa cerita, gue juga gitu ok?'' Sambil menatap Krystal.


''Makasih ya, lo bela-belain datang padahal lo masih sakit.'' Sedikit merasa bersalah kepada Vero karena tidak jujur juga akan rasa sukanya kepada Joe selama ini, namun melihat ketulusan Vero dalam bersahabat, Krystal mengungkapkan rahasia yang selama ini dia pendam.


''Ver? mm..mmm..gue mau bilang sesuatu ke lo yang selama ini gue gak ungkap sama siapapun termasuk lo, lo jangan kaget atau marah kalau gue bilang ya, tapi janji dulu?'' Krystal mendekatkan jari kelingking kehadapan Vero.


''Apaan sih, serius banget.'' melihat tangan kiri Krystal yang terangkat didepannya.


''Cepetan, lo harus janji gak marah ataupun terkejut.''


''Ok, gue janji, apa itu?'' Menyatukan kelingking mereka tanda perjanjian.


''Sebenarnya gue selama ini, suka sama Joe, gue udah banyak berbohong sama lo, maaf.'' Krystal langsung memeluk tubuh Vero yang sudah mulai membeku.


*Tuh kan si Vero kalau ada kejutan dikit aja reaksinya langsung beku. Padahal udah pake jari kelingking, cara ini juga ngak ngaruh.


**TBC


Tekan LIKE dan KOMENT ya

__ADS_1


kasih masukan sama saya 😊😊


Omega_366***


__ADS_2