
🫑🫑🫑
Krystal menceritakan ulang apa yang terjadi.
" Seingatku, Abri ngak pernah punya pacar. Boro-boro punya pacar, dekat wanita saja alergi." Joe mengingat bagaimana reaksi Abri ketika ada wanita yang ingin mendekatinya.
" Dari semalam aku nanya sama kamu tentang Abri, sampai sekarang masih saja buat aku penasaran. Kamu nunggu hukuman dari aku ya Krys ?" Joe mendekatkan wajahnya dan menatap kekasihnya intens.
" Duh.. apaan sih." Krystal mendorong tubuh Joe lembut.Joe tertawa seraya mengeluarkan ponsel dari saku jaket.
Setelah dipikir-pikir. Krystal akhirnya menyerah untuk tidak lagi merahasiakan tentang Vero dan Abri.
" Sayang ?" Panggil Krystal sedikit ragu.
" Hmm..!" Jawab Joe lembut sambil asyik dengan game di ponselnya.
" Aku mau ngomong sesuatu sama kamu."
Joe masih fokus dengan gamenya tanpa mempedulikan Krystal di sampingnya. " Eit...eit.. waduhh kalah lagi." Masih fokus ke layar ponsel.
" Joe Wijayaaaaa..... !" Teriak Krystal ditelinga Joe.
__ADS_1
" Astaga sayang, bisa pelan ngak." Joe mengusap-usap telinganya.
" Habisnya kamu ngak denger aku ngomong. Ada yang mau aku bilang sama kamu."
" Masalah apa sayang ? Kalau masalah Abri lagi, aku malas bahas. Yang lain boleh. kamu mau bahas apa sama pacar ganteng kamu ini. hmm..?" Joe menatap lembut Krystal sambil merapikan rambut kekasihnya.
" Yang aku ceritakan tadi itu, Veronika. Minggu kemaren Abri ngungkapin perasaanya sama Vero, tapi belum dijawab sih sama dia. Tapi kemaren Vero ngeliat Abri sama cewek lain. Aku tau sifat Vero gimana. Dia pasti sedih banget sekarang."
Tuk... Joe menyentil kening Krystal
"Aw.. sshh. Kamu....." Krystal meringis.
" Masalah seperti ini kamu ngak cerita sama aku. Sepertinya hukuman yang aku beri belum cukup buat ngingatkan bahwa apapun yang terjadi, apapun yang kamu lihat, apapun yang kamu mau, apapun yang terjadi sama kamu, harus kasih tau aku terlebih dahulu." Joe gemas melihat Krystal yang terus-terusan menyelesaikan masalah sendiri, tanpa mempedulikan dirinya yang selalu siap 24 jam. Cih... 24 jam (red)
" Baiklah. Kali ini aku lepaskan kamu. Tapi lain kali jangan coba-coba menyembunyikan apapun dibelakangku. ngerti ?" Ancam Joe.
" Iya sayangku iyaaa....! aku janji." Krystal mencium pipi Joe lembut.
" Lagi." Ucap Joe sambil terus menempelkan pipinya kewajah Krystal.
" Dasar mesum."
__ADS_1
" Kalau mesum kepacar sendiri ngak ada yang larang." Jawab Joe sambil menggoda Krystal.
" Setelah urusan kedua sejoli ini selesai, aku akan kasih kamu hadiah. Gimana ?" Krystal kasih penawaran yang langsung di setujui Joe.
"Dasar laki-laki." Mendengar hal itu Joe langsung memeluk erat Krystal. Mereka tertawa bersama tanpa mempedulikan sekitar.
Tidak selang berapa lama, ponsel Krystal berdering.
" Sebentar sayang, kayaknya Vero nelfon. Hallo Ver ? lo dimana ? Apa ? Ok gue kesana sekarang. Lo tetap disitu jangan kemana-mana, gue datang." Krystal merapikan rambutnya akibat di acak-acak Joe barusan.
" Ada apa sayang ? Vero kenapa ?" Tanya Joe penasaran karena melihat ekspresi Krystal berubah.
" Ini semua gara-gara Abri. Aku akan buat perhitungan dengan anak itu. Saat ini Vero sedang menangis di kelas. Aku mau susul dia." Ujar Krystal terlihat emosi sambil berlalu dari sana, namun Joe menahan lengan Krystal.
" Tunggu Krys, maksud kamu Vero menangis gara-gara.."
" Lepasin.. aku mau liat Vero sekarang." Krystal pergi tanpa mempedulikan Joe yang bengong sendiri.
" Salah gue dimana." Joe berbicara sendiri sambil melihat punggung Krystal yang menjauh.
Semua gara-gara Abri. Harus gue kasih pelajaran tambahan sama ni anak. Awas lu..!
__ADS_1
Joe pergi juga dari sana sambil mencari sosok yang membuat kekasihnya marah.
TBC