Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
Ep. 42 PENGAKUAN ABRI


__ADS_3

🏡🏡


''Lama banget lo datangnya'' Bisik Vero setelah memgetahui Krystal duduk disampingnya.


''Biasa Ver, nemenin pangeran aku makan'' Pamernya.


''Ellah bucin''


''Biarin weeekkk.... timbang lo gak ada yang punya'' Jawaban telak dilontarkan Krystal.


''Au ah. Gue mau belajar''


''Hehehe jangan marah sayang, ntar kita keliling kampus cariin yang pas buat lo yuk.'' Goda Krystal.


''Emangnya baju cariin yang pas, lo makin hari makin miring deh apalagi semenjak lo pacaran.''


''Makin cantik iya?'' Jawab Krystal.


''Makin ngeselin. Puas!'' Jawab Vero sedikit berteriak.


''Stttttt....!!!'' Ada suara dari arah belakang mereka. Spontan Vero dan Krystal menoleh kebelakang. Terlihat Abri meletakkan jari telunjuk dibibirnya.


''Jangan berisik, ini perpus bukan mall.'' Jawabnya seraya menatap mata Vero intens, sedangkan yang ditatap salting.


''Maaf, betewe lo gak ikut ketempat Varel? Joe udah kesana.'' Tanya Krystal karena penasaran melihat perubahan didiri Abri.


''Gue udah ijin sama mereka, ada hal yang harus gue lakuin'' Jawabnya enteng.


''Apaan tuh ?'' Tanya Krystal penasaran.


''Rahasia, udah ah.. gue mau fokus belajar'' Abri kembali membaca buku yang dipinjamnya.


''Uh... pelit'' Jawab Krystal seraya memanyumkan bibirnya.


''Ver, lo sadar gak sih sifat Abri akhir-akhir ini agak beda''

__ADS_1


''Beda gimana?''


''Dulu kayak es, jarang ngomong, tapi sekarang dia selalu ada disekitar kita, lo ngerasa aneh gak ?'' Tanya Krystal kepada Vero yang lagi fokus membaca.


''Hayo... lo berdua lagi ngomongin siapa ?'' Vero dikagetkan dengan hadirnya sosok pria es yang tiba-tiba duduk disampingnya.


''Lo ? ngapain disini, bukannya tadi dibelakang ?'' Tanya Vero ke Abri.


''Kenapa ? masalah ? ini perpus milik kampus jadi terserah gue mau duduk dimana, gue juga mahasiswa disini kan'' Jawab Abri seraya menampilkan senyum tersamar.


''Gue tau lo punya hak, tapi sempit tau kalau duduk dimeja sekecil ini tiga orang, itu sono masih banyak bangku yang kosong. Pindah sekarang ya ?'' Usir Vero seraya menunjukkan meja kosong yang todak jauh dari mereka.


''Krys ? gue bisa minta tolong gak ?'' Panggil Abri, Kryatal melongo. Tumben pria es manggil duluan.


''Apa ?''


''Lo pindah ke sana sebentar ya, gue ada urusan sama dia'' Tunjuk Abri kearah Vero.


''Lo apa-apaan, dia dari tadi duduk disini, lo mau ngapain sih, Krys jangan mau'' Vero menarik lengan Krystal.


What ? Abri memelas, gue mimpi kali ya


Batin Krystal sambil pelan-pelan beranjak dari sana. Krystal merasa horor didekat Abri.


''Ok'' Jawabnya singkat seraya berjalan kearah rak buku.


Abri tersenyum senang dan kembali menatap Vero lekat '' Kenapa ?'' Tanya Abri karena melihat wajah Vero sedikit emosi.


''Lo tanya gue kenapa? situ waras? gue yag harusnya bertanya. KE NA PA ?'' Vero membalas menatap mata Abri yang terlihat lembut.


Bukannya menjawab Abri malah menatap lekat-lekat wajah Vero, sambil menampilkan gigi rapinya dihadapan Vero. ''Lo tanya gue kenapa ? lo mau jawaban ?'' Masih tetap tersenyum dihadapan Vero.


Vero mencoba menahan nafas karena melihat Abri sedekat ini, pria didepannya memiliki alis tebal, mata yang tajam namun jernih, gigi yang rapi dan putih, wajah yang bersih dan Vero mengakui bahwa Abri benar-benar tampan.


''Udah puas ngeliatnya ?'' Abri menyadarkan Vero yang sejak tadi menatap wajahnya lekat. Vero gelagapan ditangkap basah Abri.

__ADS_1


''Si..siapa yang liat'' Jawab Vero gelagapan sambil mengalihkan pandangannya kearah depan.


''Lo belum jawab'' Tanya Abri lagi.


''Apanya?'' Balasnya sedikit bingung.


''Gue kenapa''


''Oh iya ,lo kenapa ngelakuin ini ke gue'' Vero memberanikan diri menatap Abri padahal dalam hatinya berdebar-debar.


Perasaan apa ini


Vero membatin dan berusaha terlihat tenang.


''Karena gue suka sama lo'' Jawaban yang pasti dari Abri. Vero membelakkan matanya tanda tidak mengerti dan terkejut akan pengakuan Abri.


''Jawaban lo'' Tanya Abri, kali ini suaranya sangat seksi ditelinga Vero.


''Kenapa bisa ? sejak kapan ?''


'' Sejak awal kuliah'' Jawabnya singkat, padat dan jelas.


''Gue... gue... '' Vero bingung mau jawab apa.


''Lo gak mesti jawab sekarang, tapi lo harus tau, gue akan selalu ada disekitar lo, oh iya satu lagi'' Abri mendekatkan bibirnya ketelinga Vero sambil berkata ''Gue orangnya percemburu, jadi lo harus hati-hati sama cowo lain, gue gak suka'' Abri menarik kembali dirinya. Vero terlihat membeku bibirnya kelu.


''Ya udah gue pergi dulu, jaga diri lo baik-baik'' Abri tersenyum samar seraya meninggalkan Vero yang diam beribu bahasa.


OMG Abri suka sama gue, gue harus jawab apa, kenapa harus gue, jadi selama ini dia nolongin gue karena ini. Ya ampun mimpi apa gue semalam. Cowo es itu naksir gue. Pake diancam lagi.


Vero meletakkan kepalanya dimeja, awalnya Vero semangat membaca tapi kali ini perkataan Abri barusan terngiang-ngiang dikepalanya.


''Ya ampun gue kenapa ?'' Vero menekan kedua pipinya dengan tagan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2