
🏡🏡
Situasi saat ini sungguh menegangkan bagi Krystal, pupus sudah harapannya untuk menyembunyikan perasaan yang selama ini dirinya simpan baik-baik.
Paul, Varel dan Abri menunggu Joe membacakan sebuah surat berwarna pink yang baru saja dibuka.
Gue mohon jangan dibaca, please
Krystal merapalkan doa sambil menutup matanya rapat-rapat, dan tanpa dia sadari, Joe menatap dirinya intens sambil menampilkan senyuman mengejek.
''Ok, sebelum gue baca surat alay ini dihadapan sahabat gue, lo harus katakan sesuatu dihadapan mereka, harus singkat, padat dan jelas gue gak mau dengar kata berbelit-belit apalagi itu dari lo.'' Joe memberi penawaran kepada Krystal.
Krystal tertegun mendengar apa yang barusan diucapkan Joe.
Sama-sama memalukan, kalau gue bilang suka sama dia langsung pasti gue diejek sama mereka tapi kalau gue bilang bacakan, lebih parah isinya. Duh... gimana nih
''Gue gak ada waktu buat nungguin lo, gue bacakan saja.''
''Tu..tunggu..!!'' Krystal spontan memegang tangan Joe dan beberapa detik mereka saling pandang. Sadar akan perlakuannya, Krystal dengan cepat menarik tangannya kembali.
''Ahhh.... lama sini gue yang bacain, baca surat ginian aja ribet, gue tiap hari dapat tapi ngak sedrama lo berdua.'' Varel mencoba merebut surat itu dari tangan Joe tetapi langsung ditepis oleh Joe.
''Lo cepetan ngomong dong sama kita, kenapa? lo takut? hee..? tapi datang kekelas kita diam-diam sambil buka tas kita lo gak takut?'' Varel sedikit mendesak Krystal bicara.
''Gue.. gue sebenarnya s..su..suka sama lo, udah lama.'' Krystal meremas tangannya sambil menunduk.
''Haaaa.....?? lo suka sama gue?'' Tanya Varel sedikit terkejut.
''Bu..bukan lo.'' Masih dalam posisi menunduk.
''Jadi siapa?'' Tanya Varel lagi
''Joe.'' Akhirnya gue ngungkapin perasaan gue langsung ke orangnya, ini benar-benar memalukan, tidak sesuai harapan . Batin Krystal.
Paul, Varel dan Abri terdiam untuk sesaat sedangkan Joe menahan tawanya melihat ekspresi Krystal saat ini.
''Pfttt... Ha..Ha..Ha, lo..lo.. ha..ha..ha.. benar-benar memang lo kampungan ck..ck..ck.. Hallooo.... jangan bermimpi jadi pacar gue.'' Joe tiba-tiba bicara serius sambil menunjuk-nunjuk bahu Krystal.
__ADS_1
''Lo bukan tipe gue, dan cara lo sedikit kampungan ha .. ha..ha, lo harus belajar banyak.''
Tanpa aba-aba, Krystal langsung berlari meninggalkan Joe dan kawan kawan, menahan air mata yang sebentar akan lolos.
Gue nyesal suka sama dia, gue malu diperlakukan begitu didepan cowok yang gue suka
Krystal terus berlari sambil sekali-kali menghapus air mata yang sejak tadi berjatuhan, tanpa mempedulikan beberapa mahasiswa yang menatap dirinya heran sambil menangis. Krystal menuju ruangan tempat dia meletakkan tas. Sedangkan Vero mengejar dari belakang sambil memanggil nama Krystal namun tidak dipedulikan.
Dari awal Vero sudah melihat bagaimana perlakuan geng Joe terhadap Krystal, Vero ingin melabrak langsung kedalam ruangan namun kakinya tertahan ketika ada suara yang memanggilnya.
''Veronika ! ya ampun lo Veronika kan?'' Seorang Pria berbadan tinggi dan memiliki rambut belah tengah menambah kedewasaan dirinya.
Vero berbalik karena ada yang memanggil namanya dan Vero terkejut melihat siapa yang berdiri dihadapannya saat ini.
''Joel.'' Krystal syok melihat perubahan dari kakak kelas sekaligus mantan kekasihnya waktu sekolah menengah atas.
''Iya ini gue, gimana kabar lo ?, lo tambah cantik aja Ver.'' Joel berbicara sambil melihat Vero dari atas kebawah.
''Ah... lo bisa aja Jo, gue gini-gini aja kok dari dulu, malahan lo yang perubahannya drastis banget, gue sampai terkejut lho.'' Vero melupakan tujuan utamanya saat ini untuk menolong Krystal dan asyik ngobrol dengan mantan.
''Maafin gue dulu ya yang tiba-tiba mutusin hubungan kita, soalnya Papa gue pindah tugas ke Kalimantan saat itu jadi gue gak sanggup kalau pacaran jarak jauh.'' Joe memutuskan hubungan dengan berat hati demi keluarga.
''Apan sih lo Jo, kok tiba-tiba melow gini, itukan cerita lama, udah ngak usah diingat lagi, betewe lo ngapain kesini, lo mau ngelamar pekerjaan? atau lo mau kuliah atau apa ?'' Vero memberi pertanyaan beruntun ke Joel.
''Lo gak berubah Vero dari dulu, gue disini itu gak untuk kedua-duanya, gue kesini itu mau jumpa sama...''
BRAK...!!!
Belum sempat Joel bicara, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara pintu yang dibuka keras, saat itulah Krystal keluar sambil menangis.
''Krys..?'' Vero terkejut melihat Krystal menangis.
''Dia siapa ?'' Joel melihat kekuatiran dimuka Vero.
''Dia sahabat gue, udah dulu ya Jo gue mau nyusul dia.'' Vero langsung berlari mengejar Krystal.
''Vero tunggu, gue mau minta nomor Whatsup lo.'' Teriak Joel namun tidak dihiraukan oleh Vero.
__ADS_1
Tunggu aja Veronika lo tetap menjadi milik gue
Batin Joel sambil berlalu dari sana.
-------☆☆☆☆☆☆☆☆☆-------
Krystal cepat-cepat memasukkan buku-bukunya kedalam tas sambil terus menangis.
''Krys..?'' Vero akhirnya sampai sambil ngos-ngosan.
Krystal tidak menghiraukan panggilan Vero, dirinya tetap fokus menyusun buku kedalam tas miliknya. Vero menahan pergerakan tangan Krystal namun ditepis kasar langsung oleh Krystal.
''Lo kenapa ? lo lari, sambil menangis kayak gini, cerita dong sama gue, lo diapain sama Joe biar gue labrak sekarang.'' Vero emosi.
''Lo semua hiks..hiks... sama aja, sukanya mempermalukan gue hiks...hiks..'' Krystal menunduk dan meletakkan kedua tangan diataa meja.
''Maksud lo ?''
''Udahlah, lo gak usah sok polos didepan gue, gara-gara lo, gue dipermalukan sama mereka, semua ini gara-gara ide gila lo.'' Krystal emosi sambil meninggikan suaranya dihadapan Vero.
''Lo dimana saat gue dipermalukan sama Joe ? dimana ? gue tunggu-tunggu lo datang tapi lo gak ada, lo sama mereka itu sama.'' Krystal terduduk karena merasa lemas disekujur tubuhnya.
Vero terdiam dan merasa bersalah kepada Krystal.
''Gue disuruh ngungkapin perasaan gue didepannya, dia bilang gue cewek kampungan, gue malu dikatain begitu dari cowok yang gue suka hiks..hiks.. lo gak akan tau gimana rasanya.'' Krystal menangis segugukan.
Vero langsung memeluk Krystal dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.
''Maafin gue ya, bukannya gue gak mau bantuin lo, tapi tadi gue ketemu sama Joel mantan gue waktu SMA jadi lupa bantuin lo, gue tau gue salah, maafin gue Krys? please jangan nangis lagi ya..'' Vero juga ikutan menangis disamping Krystal.
''Lo tau kan, dia cowok pertama yang gue suka, rasanya sakit diperlakukan begitu hiks..hiks..'' Krystal terus menangis dipelukan Vero.
''Iya.. iya gue tau, tapi lo maafin gue kan ? nanti gantinya gue akan cari keadilan buat lo, gue akan minta perhitungan sama itu orang, ok?'' Kata Vero dan dibalas dengan anggukan dari Krystal.
Vero dan Krystal tersenyum bersama meskipun ada kesedihan diantara mereka.
**TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT YA GAESSS..
Omega_366**