Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
EP. 48. SEDIKIT SESAK


__ADS_3

🍀🍀🍀


" Lho kok ke Mall sih Ver ? tapi beli kertas ngak mesti kesini juga kan ?" Protes Krystal.


" Emangnya kenapa kalau ke Mall ?" Tanya Vero santai sambil membuka sabuk pengaman di badannya.


" Kalau gue tau kita kesini, gue bakalan ngak mau ikut sama lo."


" Kenapa ?" Tanya Vero bingung.


" Ya ngak mau aja."


" Semua punya alasan Krys. Udah Yuk buruan, lagian kita ngak lama kok." Seraya menyambar ponsel dan dompet miliknya.


" Gue nunggu dimobil aja ya, lo aja yang beli." Krystal tetap bertahan diposisinya.


" Ck.. lo kenapa aneh begini sih." Vero bingung melihat Krystal ngak seperti biasanya.


" Gue... gue ngak bawa duit, ntar nanti gue lihat baju yang gue suka gimana dong, mending gue hindari hal yang gue inginkan." Jawab Krystal terlihat malu-malu.


" Pfftttt..... Hahahahahaha...!" Vero tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Krystal yang imut-imut gimana gitu.


" Lo... hahahahhaha...!" Vero memegang perutnya sambil tertawa. " Lo..lo.. berhasil Buat gue tertawa Krys, lo bagusnya jadi komedian aja, Hahahahaha...!"


"Puas..?" Tanya Krystal cemberut.


" Apanya ?" Tanya Vero bingung sambil terus tertawa.


" Ngeledek gue ?"

__ADS_1


" Banget, gue puas banget. Ternyata gue punya sahabat seunik begini. Joe tau ngak lo punya bidang dibagian ini ?"


Krystal menggeleng. " Mudah-mudahan tidak, entar dia ilfeel sama gue."


" Hahahahha...!" Mereka tertawa sambil berjalan kedalam Mall.


Setelah selesai membeli keperluan Vero, mereka pergi ke Food Court buat memesan beberapa makanan dan minuman.


" Kali ini lo yang traktir gue." Kata Krystal sambil menyeruput jus martabe kesukaannya.


" Iya...iya." Jawab Vero.


" Mmmm... makanan disini enak, lain kali ajak gue lagi." Krystal terlihat lahap menyantap Gyudon ( Makanan khas Jepang yang terbuat dari daging pilihan dan memiliki tekstur lembut).


" Iya. Cerewet...! Bentar gue mau ke toilet dulu." Vero beranjak dari duduknya.


" Hmmm." Jawab Krystal seadanya.


" Hallo Sayang ?" Seraya mengelap bibirnya dengan tisu.


" Dimana sekarang ?" Tanya Pria itu yang tidak lain adalah Joe.


****


Dilain pihak, Vero baru saja keluar dari Toilet. Berjalan kembali ketempat duduk dimana dia dan Krystal memesan makanan. Dari kejauhan Vero melihat Krystal senyum-senyum sendiri sambil memegang ponsel.


" Dasar Bucin." Batin Vero. Sambil berjalan Vero melihat-lihat keliling ruangan yang dipenuhi pengunjung untuk memesan makanan. Tanpa sengaja, Vero melihat objek yang sangat akrab dimatanya. Interaksi dua sejoli itu membuat dada Vero sedikit sesak. " Abri." Batinnya.


" Ver.. ?" Seseorang menepuk pundaknya. Namun Vero terlihat tidak bereaksi.

__ADS_1


" Vero..!" Kali ini orang itu menepuk lebih keras.


" Oh..eh Krys, iya kenapa ?" Jawab Vero terlihat menegang dan mata merah.


" Gue panggil-panggil dari tadi lo ngak nyahut. Lo kenapa ?" Tanya Krystal cemas melihat perubahan mimik wajah Vero.


" I..itu..." Jawab Vero gugup sambil melihat kearah Abri dan seorang wanita terlihat mesra. Krystal mengikuti arah pandang Vero dan dirinya juga dibuat terkejut dengan pemandangan didepannya.


What..? Abri tertawa dengan seorang wanita. Ini kasus langka. Sejak kapan seorang kutub es selembut itu. Jangan-jangan itu pacar Abri yang sesungguhnya. Tapi Vero gimana ? Batin Krystal sedikit kuatir dengan Vero.


" Kita pulang." Vero langsung mengambil barang-barangnya, dan cepat kilat ingin pergi sari sana.


" Tapi makanan lo belum.." Jawab Krystal sambil melihat makanan Vero yang belum disentuh sama sekali.


" Gue kenyang." Jawab Vero dingin tanpa ekspresi.


" Kan sayang." Jawab Krystal lagi tanpa memikirkan perasaan Vero.


" Lo yang makan, gue pulang." Vero menyambar tas dan ponselnya seraya meninggalkan Krystal.


" Tunggu ..!" Jawab Krystal sambil mengejar Vero didepannya. Huh... lain kali ajak Joe makan disini, dasar Abri, gara-gara lo makanan gue ngak habis. Batin Krystal.


Sepanjang perjalanan Vero hanya menatap lurus kedepan, Krystal juga ikutan diam. Dirinya tau sifat sahabatnya yang satu ini. Jika sedang marah atau kesal, lebih baik didiamkan, toh.. nanti juga sembuh sendiri.


Sesampainya digerbang rumah Krystal, gadis itu melihat Vero yang diam dari tadi.


" Jika lo butuh teman curhat, gue siap. Lo hati-hati dijalan." Krystal keluar dari mobil tanpa menerima jawaban dari Vero, hanya sekedar mengangguk. Dan gadis itu langsung pergi.


" Memang kalau Jomblo sedang marah, menakutkan sekali." Krystal melihat kepergian Vero.

__ADS_1


TBC


Gimana dengan episode kali ini ?


__ADS_2