
🍀🍀🍀
Vero kesal dengan dirinya sendiri, hanya gara-gara Abri pikirannya jadi kacau. Namun, jika mengingat kembali pemandangan itu, sungguh menyesakkan dada.
Vero mengingat bagaimana perlakuan Abri terhadap wanita yang bersamanya. Senyuman hangat terukir diwajah cowok yang dijuluki kutub es itu. Bahkan, Vero juga melihat bagaimana perlakuan Abri terhadap gadis didepannya. Kali ini Abri terlihat berbeda jika bersama gadis yang tidak dikenal Vero. Senyuman yang selama ini pria itu sembunyikan, kali ini keluar dengan sukarela. Siapa sebenarnya gadis itu ?
Cantik, putih, rambut yang indah serta wanita itu juga memiliki badan yang ideal. Berbeda dengan dirinya yang sedikit berisi. Mungkin mereka sepasang kekasih. Jika dilihat dengan seksama mereka cukup serasi.
Tanpa sadar air mata jatuh dipipi mulus Vero. "Hiks..hiks...Gue kenapa ?" Vero berjongkok ditepi kasurnya sambil menutup wajah dengan merangkul lututnya. Apa yang lo harapkan Vero, pria itu hanya bermain-main dengan perasaan lo. Seperti ada yang berbisik dihatinya.
Ting..! Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Vero.
" Ver ? gue kuatir. Lo baik-baik aja kan ?"
" Balas Ver, telpon gue juga ngak lo angkat."
" Woi manusia."
" Balas."
Vero tersenyum melihat pesan bertubi-tubi dari Krystal.
" Gue lelah Krys, mau istirahat. Bye!"
***
" Ishhh... ni anak buat gue kuatir saja, mending nelpon Joe cari tau kebenarannya."
Gadis itu langsung mendial nomor kekasihnya.
" Hallo sayang, ada apa ?"
" Memangnya ngak bisa ya nelfon pacar sendiri ?"
" Bisa sayangku, kan aku hanya nanya ada apa. hmm."
__ADS_1
" Mmm.. mau nanya tentang Abri." Jawab Krystal ragu-ragu takut Joe aalah paham.
" Ada apa dengan anak itu ?"
" Mmmm... dia sekarang dekat dengan siapa ?" Tanya Krystal hati-hati.
" Maksudnya ?" Balas Joe kurang paham maksud Krystal.
" Maksudnya, Abri udah punya pacar apa belum sayang."
" Buat apa nanya-nanya tentang dia punya pacar atau belum? kamu mau berpaling. Ha?" Jawaban Joe membuat bulu kuduk Krystal berdiri.
" Ya ampun sayang, kamu salah paham. Bukan begitu maksud aku sayang. Kamu hanya bilang udah atau belum itu aja kok." Dasar pria posesif batin Krystal.
" Untuk apa kamu tau tentang Abri ?"
" Ya..hanya nanya doang, soalnya temen aku suka sama Abri." Bohongnya.
" Teman yang mana ? Vero? selain dia ngak ada yang lain yang dekat dengan kamu."
"Mmm.. ya udah kalau kamu ngak mau jawab." Krystal langsung menutup telpon secara sepihak.
" Siap-siap gue kena marah besok." Ucap Krystal sambil mengusap layar ponselnya.
🦋🦋🦋 Besok paginya dikampus.
Krystal celingak-celinguk melihat sekeliling ruangan. Mencari Vero. Namun tidak kelihatan.
" Kemana tu anak, telfon gue ngak diangkat. Buat orang kuatir aja."
Drrttt..drrttt... panggilan sari Joe
"Hallo."
" Datang temui aku ditaman belakang perpus."
__ADS_1
" Sebentar sayang, lagi cari Vero ngak keliatan dari tadi."
" Datang sekarang juga...!"
" Apaan sih."
"Aku tunggu di sini, buruan."
" Nanti juga kan bisa sayang, aku lagi nungguin Vero, belum datang sampai sekarang."
" Aku ngak peduli, yang penting kamu kesini sekarang."
"Ngak mau ! Kamu aja yang kesini." Emosi Krystal sedikit tersulut.
" Jangan pancing emosiku Krys." Suara Joe sedikit berubah.
" Apaan sih, pagi-pagi udah emosian."
Tut...tut...tut.. panggilan diakhiri oleh Krystal. Hatinya saat ini kuatir dengan Vero tanpa mempedulikan Joe.
Gadis itu langsung pergi ke perpus, mana tau Vero ada disana sambik mencari ketenangan. Namun sebelum sampai kepintu perpus, seseorang menarik tangan Krystal kuat. Seraya menarik gadis itu kebelakang perpus.
" Joe lepasin, sakit." Krystal merintih kesakitan saat pria itu menarik tangannya kuat. Sesampainya dibelakang perpus, Joe menekan punggung Krystal kedinding seraya menatapnya dengan tajam.
" Jelasin ke aku Krys, masalah kemaren." Tatapan tajam Joe membuat Krystal sedikit bergidik.
Namun dengan spontan, Krystal langsung memeluk pria itu. " Sayang kamu marah ? atau cemburu ?"
" Aku serius." Joe belum membalas pelukan Krystal.
" Iya akan aku jelasin. Tapi jawab dulu kamu marah atau cemburu ?" Masih tetap memeluk pria itu dengan erat.
"Ehem... dua-duanya." Jawabnya spontan. Krystal melonggarkan pelukannya seraya mendongakkan kepala melihat wajah tampan kekasihnya.
TBC
__ADS_1