Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
Ep. 37 SALAH PAHAM LAGI


__ADS_3

🏡🏡


''Mah, Krystal kok belum pulang, udah jam 9 ngak seperti biasanya'' Tanya Kristian pada mamanya yang sedang mengupas buah apel


buat suaminya.


''Adik kamu ada acara di kampus palingan sebentar lagi pulang'' Ella menjawab sambil menyuapi Pratama yang sedang duduk santai sambil nonton bola.


''Trus pulangnya gimana, mobil Krystal di garansi''


''Oh iya mama lupa. Kamu yang jemput Krystal ke kampus. Kasian temennya yang ngantar terus''


''Udah punya mobil sendiri gak dipake, heran aku, buat repot orang melulu'' Kristian mengambil sepotong apel dan memakannya.


''Kalau kamu gak mau jemput, biar papa aja yang jemput'' Pratama bangkit dari duduknya seraya mengambil kunci mobil dimeja.


''Gak bisa dong pah, papa kan baru pulang kerja pasti capek nyetir terus, biar Kristian aja yang jemput, kerjaan dia tidur terus satu hari ini'' Ella menahan Pratama sambil menariknya duduk kembali, kali ini lebih dekat tanpa jarak.


Kristian tersenyum melihat interaksi ayah dan ibunya yang selalu romantis, kadang-kadang Kristian iri melihat romantisnya mereka berdua. Ibunya yang manja dan ayahnya yang perhatian dan sedikit lebay jika menyangkut masalah Krystal terutama istrinya. Kristian bersyukur memiliki orang tua yang harmonis. Menjadikan mereka panutan buat masa depan buat dirinya dan Krystal.


''Jangan pergi ya pah'' Ella membujuk suaminya sambil memeluk lengan pria itu.


''Mama gimana sih, papa cuma jemput Krystal palingan 20 menit udah sampai''


''20 menit itu lama pa. Kris cepetan sana jemput adikmu'' Ella seakan mengusir putranya untuk tidak mengganggu kemesraan mereka.


Kristian geleng-geleng kepala melihat ibunya merengek didepan suaminya. Pratama akhirnya menyerah apalagi mendengar rayuan maut Ella ''Kris kamu aja yang jemput Krystal, pakai mobil papa aja'' Seraya melempar kunci kearah Kristian. Mau tidak mau Kristian pergi juga toh demi adik tersayangnya apapum juga dilakukan.


''Ya udah Kris pergi dulu, mama ada yang mau dipesan biar Kris beli waktu pulang''


''Nanti singgahi sate Padang didepan terminal ya, papa mau ?'' Seraya melihat Pratama yang fokus nonton bola.


''Boleh'' Jawab Pratama sambil tetap fokus


''Beli empat Kris mana tau adik kamu mau''


''Ok, Kris berangkat''


''Hati-hati nyetirnya jangan ngebut'' Teriak Ella yang dibalas lambaian tangan dari Kristian.


●●●●


Setelah makan, Krystal mencari keberadaan Vero. ''Vero dimana sih, telpon juga gak diangkat-angkat lagi'' Sambil melihat kesana-kemari diantara para mahasiswa lainya.


''Tes...,tes..., Hallo semua selamat malam. Kali ini kami panitia mengumumkan bahwa nomor undian yang kalian dapat saat ini, akan diacak sebentar lagi. Siap-siap menerima hadiah dari kami berupa barang atau tantangan yang harus kalian lakukan. Ini sebuah permainan. Tidak terkecuali siapapun orangnya harus ikut'' Panitia telah menyiapkan permainan yang harus dilakukan oleh orang yang nomornya kena undi.


Krystal menerima undian nomor 75. Selang berapa lama Vero muncul dihadapannya sambil tersenyum penuh arti. ''Dari mana aja lo ? gue telfon lo gak angkat''

__ADS_1


''Hehehhe maap, habisnya lo keras kepala sih. Betewe lo dapat nomor berapa ? gue 260''


''75''Jawabnya singkat. Kekesalannya terhadap Vero belum hilang. Vero sadar akan hal itu.


''Maafin gue Krys, habisnya lo ngambek terus secara gue kelaparan, jadi gimana udah baikan kah?''


''Hmm''


''Seriusan ih''


''Udah ah, tuh sono liat si Tony dikerjain habis-habisan. Mudah-mudahan nomor gue gak kena'' Krystal merapalkan doa sambil mengadah keatas.


''Apaan sih lo, mengalihkan pembicaraan, jawab gue dong masalah lo yang tadi, habisnya gue penasaran nih''


''Kita udah baikan dan gue ternyata salah paham, puas ?!!'' Krystal menjawab seraya menatap Tony yang dikerjai sama panitia menari ala kingkong. Vero hanya ber-oh ria menanggapi jawaban Krystal.


Krystal dan Vero memutuskan untuk mendekati kerumunan dimana mahasiswa yang nomornya kena undian dihukum sesuai dengan yang sudah disepakati.


''Ok. tepuk tangan buat teman kita yang sudah berani tampil apik diatas panggung. Gue sendiri terhibur. Sekarang kita undi nomor berikutnya'' MC membuka kertas yang sudah dilipat rapi ''Jeng....jeng... eng..ing..eng... kali ini nomor siapa yang kena, hayo jangan melarikan diri ya'' Semua orang menunggu dan berharap agar nomor mereka tidak kena. Termasuk Krystal dan Vero yang ntah sejak kapan tangan mereka saling bertautan.


''Nomor 320'' Terdengar dari beberapa orang menghela nafas setelah MC mencabut nomor. Tiba-tiba suara pekikan terdengar. Ternyata yang kena undian adalah Joe. Krystal terbelak karena melihat kekasihnya ada diatas panggung dan siap-siap untuk menerima hadiah.


''Cowok lo tuh'' Celetuk Vero cengengesan


''Bisa diam gak'' Ancam Krystal yang juga ikut deg degan.


Tiba-tiba ponsel Krystal berbunyi.


''Hallo bang, iya iya Krys kesana. Iya bentar'' Panggilan berakhir. Krystal berbisik ditelinga Vero


''Ver bentar ya gue kesana dulu abang gue dah datang''


''Ok'' Jawab Vero singkat.


MC kembali berbicara ''Ok, kali ini sebelum gue kasih lo hadiah, lo harus nerima tantangan dari kita. Lo siap?'' Ujarnya seraya mengarahkan Mic kearah Joe.


''Siap dong'' Jawab Joe penuh percaya diri.


''Bagus. Karena lo termasuk pria terkenal dikampus, gue mau lo itu ngerayu satu cewek dan terserah lo yang mana, lo yang pilih sendiri'' Tanyang MC. Joe tersenyum sambil melihat kearah penonton dibawah panggung sambil mencari seseorang.


Teriakan terdengar dari beberapa mahasiswi. ''Joe gue aja'' Teriak yang disana ''Joe aaaaaa'' pekikan terdengar dari beberapa wanita kala melihat Joe tersenyum.


Krystal mana ya


Joe mencari kesana kemari dan tidak juga menemukan kekasihnya itu.


Tiba-tiba Joe melihat Krystal dikejauhan sedang berbicara dengan seorang pria sambil tersenyum.

__ADS_1


Siapa dia, mereka terlihat akrab


Joe menghiraukan sekelilingnya yang saat ini sedang menunggunya menerima tantangan dari MC. Vero melihat perubahan wajah Joe yang terlihat sedikit emosi.


Duh, salah paham lagi nih, Joe mana tau Krystal lagi jumpa sama abngnya. Mendingan gue susul aja.


Batin Vero seraya menyusul Krystal yang tidak jauh dari acara diadakan.


''Sudah dipilih siapa? waktu kita gak banyak'' Tanya MC sambil mendekatkan Mic kearah Joe


Semua orang menunggu jawaban dari Joe. Wanita mana yang akan beruntung malam ini menerima gombalan dari Joe Wijaya.


''Kalau seandainya gue nolak gimana ?''


''Alasannya ?'' Tanya MC sedikit bingung.


Joe menahan gejolak didadanya karena kembali melihat interaksi antara Krystal dan pria itu dari kejauhan.


Dengan lantang Joe menjawab ''Karena tak ada satu wanitapun yang dapat gue gombalin kecuali ibu dan adik gue, terimakasih...!!'' Setelah berkata begitu Joe turun dari panggung dan berjalan menuju keparkiran. Orang-orang yang melihat tingkah aneh Joe heran termasuk sahabatnya Paul,Varel dan Abri.


Keheningan tercipta beberapa saat karena ulah seorang Joe, akhirnya MC melanjutkan keacara selanjutnya dan suasana malam itu cair kembali.


Vero membisikkan sesuatu ketelinga Krystal dan tidak menunggu lama dirinya berlari kearah parkiran sambil mendial nomor seseorang.


''Angkat... angkat.. plisss...'' Krystal mencoba beberapa kali namun hasilnya nihil.


Setelah sampai diparkiran, Krystal langsung mencari keberadaan Joe sambil terus menelpon.


''Gak diangkat lagi'' Krystal mencoba beberapa kali namun hasilnya tetap sama. ''Kayak anak kecil aja pake acara lari segala'' Krystal mangut-mangut sambil memperhatikan motor yang terparkir mana tau motor Joe masih ada.


Krystal : Kamu dimana ? kok langsung pulang ? 😔😔


Krystal mengirim pesan singkat berharap mendapat balasan dari kekasihnya.


Krystal : Jawab dong ! kamu kenapa ?


Krystal mondar-mandir sambil mengetuk-ngetuk layar hpnya berharap ada balasan dari Joe.


Tidak berapa lama ponsel Krystal berbunyi.


Ting !


Tanda ada pesan yang masuk.


Joe ❤ : Siapa laki-laki itu ?😡😡😡


Krystal tersenyum membaca pesan dari Joe.

__ADS_1


''Dasar kamu, salah paham lagi'' Krystal berbicara sendiri dan memutuskan untuk kembali.


TBC


__ADS_2