Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
Ep.15 BINGUNG


__ADS_3

🏡🏡


Selesai makan siang yang di bumbui canda tawa, mereka kembali melanjutkan ngobrol seputar masalah cap tangan di pipi Joe.


''Kenapa bisa ya cowok seganteng lo dapat perlakuan sama cewek yang notabenya gak terlalu lo kenal'' Jawab Paul sambil mengelap mulut dan tangan dengan tisu.


''Maksud lo?'' Tanya Joe bingung atas perkataan Paul.


''Yahh..secarakan lo salah satu cowok yang paling dikagumi diantara kita bertiga'' Jawab Paul dengan mimik yang lebih serius. ''Selama ini kan banyak cewek yang naksir lo, bukan hanya dijurusan kita aja Jo, tapi diseluruh seantero kampus . bayangin coba berapa banyak cewek yang dapat ditemui seperti Krystal, tapi tidak ada yang seberani dia'' Jawab Paul panjang lebar.


''Gini..gini.. gue akan jelasin kronologi kejadianya'' Jawab Joe sambil meletakkan kedua tangannya diatas meja, agar sahabatnya yang bertiga ini tidak salah paham.


Akhirnya Joe menjelaskan asal muasal terciptanya sebuah ukiran di pipinya.


''What? ja..ja..jadi lo ngatain cewek itu gitu, ya ampun bro teganya dikau sobat.'' Varel bersuara cukup keras menandakan dirinya sedikit syok akan penjelasan Joe.


''Harusnya nih ya, lo harus gunakan cara seperti yang pernah kita lakukan sebelumnya, bukan pake acara recehan begitu.'' Jawab Varel kembali yang mengingatkan tentang kejadian 2 tahun lalu, dimana ada salah satu mahasiswa yang cari masalah sama geng mereka. pria itu nantangin berkelahi diluar kampus sambil membawa teman-teman berandalnya, alhasil pria itu bukan hanya dapat bogeman dari mereka berempat tetapi mundur teratur dan tidak pernah lagi kelihatan di kampus.


Cara mereka buat lawan ketakutan adalah dengan membullynya habis-habisan, bukan dengan main fisik melainkan dengan menerornya.


''Gue juga pernah ngatain cewek gitu, habisnya nempel terus didekat gue, hasilnya gak terduga. lo semua mau tau apa yang dibilang itu cewek sama gue?''


''Apa?'' Jawab Varel dan Paul bersamaan. Sedangkan Abri? ah..sudahlah jangan dibahas.


🏢🏢

__ADS_1


KILAS BALIK...


Siang itu seperti biasa Joe turun dari motor kesayangannya, dan tidak lupa membuka helm yang menghias di kepala. merapikan rambut yang sedikit berantakan sambil sesekali melirik kaca spion. Sempurna.


Berjalan menuju ruangan dimana teman-temannya sudah pada menunggu sambil memainkan ponsel mahal ditangan kirinya. Sepanjang dirinya berjalan di koridor kampus, ada saja kelakuan mahasiswi yang tadinya lugu tiba-tiba jadi belagu ini semua terjadi bukan karna unsur perubahan cuaca, tapi karena sang dewa kampus sedang berjalan ditengah tengah mereka.


Ada yang memekik kegirangan gak jelas, ada yang melongo tanpa berkedip, ada yang memfoto secara diam-diam karena takut jika ketahuan, berabe urusannya.


Belum sampai di ruangan, tiba-tiba ada yang menghalangi tubuh Joe sambil merentangkan kedua tanganya ''Hallo Joe selamat pagi!'' Sapa Vania ramah dan tanpa ijin langsung memegang lengan Joe manja.


''Lepasin tangan lo'' Jawan Joe muak, dan menarik tangan Vania sedikit kasar.


''Ihh... Joe kok galak banget sih sama aku'' Sambil memasang wajah cemberut pastinya dibuat-buat. ''Kamu udah makan siang belum? nih.. aku buat nasi goreng dan khusus untuk kamu'' Jawab Vania sambil menyodorkan kotak makanan berwarna pink.


''Emangnya lo ibu gue? nanya gue makan siang apa belum? bukan urusan lo dan gue ingatkan gue gak akan nerima apapun dari orang yang gak gue kenal. Paham lo?'' jawab Joe sambil pergi dari hadapan Vania.


''Gue suka sama kamu Joe, gue cinta sama kamu, gak boleh ada yang deket sama kamu kexuali aku.'' Kali ini Vania memeluk tubuh Joe dari belakang.


''Gue ingatkan sekali lagi, lepasin tangan lo''


''Aku gak mau'' tetap bersikukuh memeluk Joe.


''LEPASIN...!!!'' berteriak sambil menarik tangan Vania kasar. ''gue katakan sama lo dengar baik-baik, GUE J***K SAMA WANITA SEPERTI LO, PAHAM? jadi jangan pernah usik hidup gue.'' kata kasar akhirnya keluar dari mulut Joe.


''He..he..he..tapi aku kan wanita j***k nya kamu.'' Vania bukan terkejut atau sakit hati akan perkataan Joe tentang dirinya, karena bagi Vania apapun perkataan yang keluar dari mulut Joe, itu semua adalah pujian.

__ADS_1


''Dasar wanita error'' Joe bergidik ngeri mendengar suara Vania nyengir. Joe langsung memutuskan untuk pergi menghindari Vania supaya keeroran wanita itu tidak terjangkit kedirinya.


Ternyata masih ada wanita seseram ni cewek, udah gue katain yang gak bener malah senang, aneh memang hawa jaman sekarang.


--------------------------------


''Jadi gue langsung pergi, merinding gue ngingat hal itu lagi.'' Jawab Joe sambil mengelus lengannya.


''Tapi menurut gue, dari cerita yang lo jelasin mereka berdua itu berbeda Jo, yang satu terobsesi sama lo yang satu lagi kurang kenal sama lo jadi reaksi mereka berbeda.'' Kali ini Paul yang berbicara.


''Yoiii... gue setuju sama lo maksud gue kita sependapat'' Varel menimpali.


''Kalau menurut lo Gimana?'' Tanya Paul ke Abri.


''Apannya gimana?''


''Masalah Joe barusan babang Abri, pendapat lo gimana'' mulai kesal lihat kebekuan sahabatnya yang gak mencair padahal hari sangat terik.


''Ohh... itu..! kalau gue sih yang simpel aja gak perlu bawa ribet maupun serius, Joe bukan hanya kali ini dapat tamparan, ditendang juga sering, jadi masalahnya dimana?'' Jawab Abri as sambil fokus main game.


''Ha.ha.ha!! lo sekali ngomong bikin naik emosi ya Bri, heran gue sama lo jadinya gue penasaran deh gimana kalau nanti lo punya pacar ya, didiamin mulu'' jawab Varel.


Abri meletakkan ponselnya dimeja dan melihat ketiga sahabatnya secara bergantian kali ini dia harus serius menghadapi sahabatnya yang mempermasalahkan masalah yang gak perlu dipermasalahkan.


''Maksud gue, itu cewek wajar nampar muka lo, supaya lo jangan sembarangan ngatain dia. Dan lagi, lo semua harus tau cewek itu lebih baik disakitin fisiknya ketimbang hatinya.'' Kali ini Abri pasang tampang serius.

__ADS_1


TBC


__ADS_2