
πΊπΊπΊ
Sepulang dari perpus, Krystal memutuskan langsung pulang kerumah.
" Saya pulang..!" Teriak Krystal sambil meletakkan tas gendongnya di sofa. Terlihat ibunya Ella sedang berkutat didapur.
Seperti biasa pikir Krystal. " Buat apaan ma ?"
" Eh... sayang mama udah pulang, ini mama buatin kue lapis kesukaan papa kamu." Wajah ibunya terlihat bahagia.
" Selalu aja makanan kesukaan papa yang mama buatin, kesukaan Krystal mana ?"
" Ihh... ngak boleh iri sama papa sendiri. Lagian kamu sih apa aja mau kalau mama yang masakin. Ntar kalau kamu sudah menikah, pasti kamu seperti mama."
" Oh..ya, emangnya mama waktu muda persis sama seperti Krystal ?" Tanya gadis itu sambil membuka toples krupuk.
"Kepo!" Balas ibunya menggoda Krystal.
"Mah, Krystal serius." Terlihat wajahnya merajuk dikerjain ibunya.
"Hahahaha... anak mama gitu aja marah. Dulu mama ingat papa kamu yang ngejar-ngejar mama, sampai-sampai satu kampus tau. Awalnya sih mama nolak tawaran papa kamu." Jawab Ella sambil memotong kue lapis yang baru dia angkat dari open.
"Kenapa mama nolak ? papa kan ganteng, salahnya dimana ?" Tanya Krystal bingung.
"Ganteng sih ganteng sayang, tapi....." Ella mengantung kalimatnya seraya menyuap kue lapis kemulut Krystal.
Krystal mengunyah Kue buatan ibunya. "Seperti biasa masakan mama enak. Tapi apa mah?" Tanya Krystal penasaran.
" Tapi playboy." Jawab Ella terlihat ketus.
Krystal terlihat kaget melihat ekspresi ibunya barusan. Ternyata kisah kasih mamanya sama dirinya sama. Sama-sama punya pengalaman yang dikejar-kejar cowok playboy. Krystal termenung. Joe playboy ngak ya ? jangan-jangan selain gue ada cewek lain. Batin Krystal.
Tuk..! Ella menyentil dahi Krystal.
" Aww.. shhh sakit mah." Kaget Krystal.
" Melamun lagi, masih mau dengar cerita mama ngak?"
Krystal mengangguk tanda setuju. "Berarti waktu itu papa punya banyak pacar dong mah ?"
Ella mengangguk tanda setuju atas perkataan putrinya. " Mulai dari adik kelas sampai kakak kelas ada." Jawab Ella mantap.
__ADS_1
" What..? segitunya.." Krystal tambah kaget. "Krystal ngak nyangka kalau papa dulunya playboy. Trus mama kok bisa nerima papa, kan punya pacar banyak."
"Namanya jodoh sayang tidak ada yang tau. Memang mama akui awalnya mama nolak sampai-sampai pernah satu hari mama maki-maki papa kamu supaya ngak ganggu mama. Kamu tau apa yang papamu lakukan waktu mama ngomong kasar ?"
" Apa mah ?"
"Dia datangi kantor rektor kampus buat minta ijin masuk ruang pengumuman. Papamu ngomong dari mic sambil menyebut nama mama kuat-kuat. Jadinya seluruh kampus dengar kalau papamu mengungkap perasaan sama mama." Ella tersenyum mengingat kembali momen dulu.
Plok...plok...plok...!!! " Wah... papa gue keren !" Krystal tepuk tangan mendengar ayahnya berani mengungkalin perasaan dari mic.
"Kamu ini memang. Kalau sekarang diceritain memang sangat romantis Krys, coba pas waktu ngalamin bukan hanya malu, wajah mama jadi sorotan dikampus. Jadi bahan tertawaan sampai-sampai di bully sama mahasiswa yang lain. Apalagi mantan-mantan papa kamu semua datang sambil marah-marah. Ngak enak sayang dikejar sama cowok playboy dan ganteng."
Tiba-tiba ada yang memeluk Ella dari belakang " Ayo lagi ngomongin siapa ?" Ternyata suaminya Pratama.
" Aduh sayang, mama kaget. Papa kapan pulang? kok kita ngak dengar." Jawab Ella sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya.
" Baru aja mah, tau-tau dua wanita saya lagi ngomongin seseorang tanpa minta ijin." Jawab Pratama sambil melirik putrinya.
"Papa dulu playboy ya ?" Tanya Krystal tanpa aba-aba.
"Kamu tau dari mana sayang ?" Pratama kaget ditanya langsung sama putrinya.
" Mama yang cerita."
" Krystal yang maksa mama buat cerita. Gimana kamu dulunya ngejar-ngejar aku sayang." Jawab Ella manja dipelukan suaminya, Pratama membalas pelukan istrinya terlihat sesekali mencium kening Ella.
Fix... gue cuma nyamuk kesasar jika dua orang ini berdekatan. Didepan anak sendiri tega. Batin Krystal. Melihat keromantisan ayah dan ibunya masih berlanjut Krystal memutuskan pergi kekamarnya.
Drttt...drrttt... ponsel Krystal berdering.
" Hallo ?"
"Lagi ngapain sayang ?" Tanya orang itu dari seberang.
" Lagi ngomong, ada apa ?" Jawab Krystal ketus.
" Lho kamu ngomongnya kok gitu. Aku ada salah ya ?" Tanya Joe terdenggar kuatir.
" Ngak. kamu selalu benar."
"Sayang kamu kenapa, tadi masih baik-baik aja. Kamu ngomongnya kok ketus gitu. Bilang dong kalau ada masalah atau apa. Jangan begini Krys aku ngak paham." Jawab Joe lembut.
__ADS_1
"Kamu playboy !" Jawab Krystal ketus.
" Apa ? maksudnya? aku ngak paham Krys. Kok kamu aneh tiba-tiba."
"Jawab dulu. Iya atau ngak."
"Ngak sayang ngak. Kamu sendiri kan tau aku gimana." Jawab Joe terdengar cemas.
"Sungguh ?" Tanya Krystal lagi. Dirinya masih mengingat perkataan ibunya tadi sedikit mirip dengan kisah cintanya bersama Joe.
"Iya sungguh. Kamu kenapa sayang jangan buat aku cemas dong."
"Selain aku, kamu ngak punya pacar yang lain kan ?" Tanya Krystal terbawa perasaan dari kisah ibunya.
"Kamu kok jadi aneh begini." Terdengar suara Joe sedikit tegas.
"Jangan-jangan kamu punya pacar yang lain. lagian kamu banyak yang suka bukan cuma aku." Jawab Krystal lagi tanpa memikirkan perasaan Joe padanya.
" Kamu serius menganggap aku manusia seperti itu ? kamu ngak liat selama ini perlakuan aku ke kamu itu gimana ? bisa-bisanya kamu ya ngak percaya sama aku Krys." Jawab Joe panjang lebar.
"Kan aku nanya." Jawab Krystal lagi menyulut emosi Joe.
"Hufff.. terserah kamu deh mikirnya apa. Ya udah dulu aku ada kerjaan."
Tut..tut..tut.. panggilan diakhiri sepihak oleh Joe.
Krystal terkejut mendengar perkataan Joe tanpa embel-embel 'sayang' seperti biasanya. Krystal menepuk dahinya. "Aduh... kamu gimana sih Krys, bisa-bisanya terbawa perasaan. Ini gara-gara mama nih." Krystal mangut-mangut sendirian sambil menatap layar ponselnya.
" Siap-siap gue dicuekin besok."
TBC.
Hallo teman-teman gak tau mau ngomong apa. Tapi harus diomingin.
Maaf... atas semuanya.
Maaf... atas lamanya Up Benci Jadi Cinta Versi Joe
Maaf... atas tidak menghargai pembaca yang setia menunggu tapi tidak up.
karena Pekerjaan Author jadi sedikit terhambat dalam menulis novel.
__ADS_1
tetap dukung Author agar semangat selalu menulis.
Terimakasih bagi teman-teman yang sudah membaca karya saya. Ter -β€β€β€β€β€β€β€β€ untuk kamu semua.