
🏡🏡
Perkuliahan hari ini dipercepat, dikarenakan bagian kemahasiswaan mengadakan rapat di aula kampus yang dihadiri beberapa dosen serta senat mahasiswa perjurusan untuk membahas mengenai acara perayaan ulang tahun kampus yang ke limapuluh yang diadakan sebentar lagi.
-------------------**
''Ahh akhirnya gue bisa bernafas lega pagi ini, dosen killer gak jadi masuk, mana judul skripsi gue masih dalam perjalanan lagi.'' Kali ini Varel sedikit lega karena perkuliahan dipersingkat, namun sedikit pusing memikirkan skripsi yang udah didepan mata.
''Ya ellah Varel, masa lo gak kelar-kelar sama judul, hal begituan aja lo payah apalagi masalah cewek, huuuuu....!!! contoh nih gue, gak perlu repot-repot kesana kemari cewek cewek pada ngantri untuk gue senyumi.'' Paul membanggakan dirinya dihadapan Varel sambil mengusap rambut kebelakang serta memakai kacamata yang menambah ketampanan dirinya.
''Ingat!! untuk gue senyumi aja mereka mau ngantri apalagi gue pacarin, bahhh....! bisa rusuh bro.'' Paul semakin membanggakan diri.
Varel mengusap wajahnya kasar karena dikatain payah soal cewek. ''Lo kok ngatain gue payah sih Paul, kan beda masalah judul dan cewek persamaannya dimana coba, heran gue sama lo.''
''Ha ha ha masak hal beginian aja lo bingung, cewek sama judul itu beti Varel beda tipis, judul itu dicari dan dipahami, apakah itu memang benar cocok buat otak lo yang gak seberapa itu atau tidak, soal cewek juga gitu.''
Varel semakin panas dan gak terima dikatain lagi sama Paul ''Maksud lo apaan, dengar! gue bukannya gak punya cewek ataupun gak ada yang suka sama gue, tapi.....''
''Berisikkkk lo berdua, bisa diam gak?'' Joe melihat mereka berdua bergantian sambil menutup kedua telinganya.
''Gue bingung deh sama lo berdua, tiap kali lo dekat dekatan pasti ada saja hal yang gak penting dibahas malah lo bahas.''
''Lo kenapa, lagi PMS ya sensi amat.'' Jawab Varel.
''Iya, lo biasanya gak begini, mau kita jumping didekat lo atau nyanyi gak jelas, lo juga diam.'' Balas Paul lagi sambil menatap muka Joe intens.
''Ah.. udah ah, ribet lo berdua.'' Joe tiba-tiba berdiri sambil mengibaskan tangannya dihadapan Paul dan berjalan kepintu keluar.
''Jo lo mau kemana, tas lo ketingalan nih.'' Varel sedikit berteriak sambil mengangkat tas punggung milik Joe.
''Gue mau kekantin, tas gue bukan urusan lo.'' Joe berjalan tanpa menoleh sedikitpun.
__ADS_1
Varel menatap Paul dan Abri bergantian sambil mengangkat bahu tanda tidak mengerti.
''Kita samperin aja tuh anak ke kantin.'' Abri berdiri dan langsung keluar sedikit berlari.
''Sepertinya lo yang harus disalahkan disini.'' Paul menunjuk Varel.
''Kok gue.'' Menunjuk diri sendiri.
''Alasannya udah jelas, karena lo gak ngerti perbedaan antara judul dan wanita.'' Paul bangkit dari duduknya dan menyusul Joe ke kantin dan meninggalkan Varel bengong sendirian.
''What?? apaan ini, makin kesini lo bertiga makin aneh.''
Gue heran, situasi macam apa ini, gue merasa sedang dipermainkan sama trio kwek kwek itu, lebih baik gue samperin aja mereka dan minta penjelasan.
''Gue ditinggal sendirian didalam, disalahin, dibilang otak kurang, gue sahabat mereka atau bukan ya??'' Varel menyusul sahabatnya kekantin sambil berguman tidak jelas.
Tidak jauh dari tempat Varel berjalan, ada orang yang mengendap-endap dibalik pagar tidak lain adalah Krystal. Dirinya pelan-pelan menuju keruangan jurusan musik sambil celingak celinguk mengawasi sekitar.
''Tas dia yang mana ya, ada banyak disini,duh... kok gue tiba-tiba lupa bentuk nya.'' Krystal akhirnya nekat membuka satu persatu tas yang tergeletak diatas meja sambil melihat isi didalamnya supaya tidak salah memasukkan surat cinta yang dengan susah payah dia tulis.
Krystal membuka tas punggung berikutnya berwarna coklat dan melihat hanya ada buku dan pulpen saja.
Ini orang ada niat gak sih belajarnya, tas segede gini hanya ada isi segini doang, heran gue sama mahasiswa jaman sekarang, tapi tunggu inikan tasnya Joe, yesss gue berhasil kali ini, gue harus cepat-cepat pergi.
Dengan gerakan cepat, Krystal memasukkan surat cinta yang sudah dibungkus rapi dengan amplop berwarna pink serta ada pita yang mempercantik tampilan suratnya. Meletakkan tas milik Joe ketempat semula dan bersiap-siap untuk pergi.
Krystal senyum-senyum sendiri dan tidak menyadari keberadaan Abri yang mengawasinya dari belakang.
''Ngapain lo disini!''
DEG..!!!
__ADS_1
Gawat gue ketahuan gimana ini
Krystal spontan menggigit kukunya tanda dirinya ketakutan berlebihan
''Lo mau nyuri ya, lo siapa?'' Krystal masih dalam posisi membelakangi Abri.
Abri berjalan mendekat dan melihat tubuh Krystal bergetar. ''Lo siapa? ngapain lo buka buka tas itu?, jawab gue...!!!'' Sedikit membentak, dan bentakan Abri membuat Krystal memutar badannya perlahan menghadap Abri.
Abri sedikit syok melihat siapa yang didepannya saat ini. ''Lo..lo Krystal kan, ngapain lo dikelas gue sendirian dan pegang-pegang tas Joe?''
''Gu..gue..bu..bukkan...ma..mau..men..mencuri...gu..gue..han..hanya...mau..'' Belum sempat Krystal menjelaskan, masuklah Varel, Paul dan diikuti Joe dibelakangnya, dan spontan ketiganya berhenti dan heran melihat interaksi antara Abri dan Krystal.
''Ada apa ini, kok lo tiba-tiba sama cewek kampungan ini dikelas berdua.'' Joe berjalan kearah Krystal. '' Ngapain lo kesini?''
Krystal semakin tersudutkan disituasi ini, apalagi kelakuannya ketahuan, benar-benar tidak beruntung hari ini.
Melihat perubahan wajah Krystal semakin memucat Abri angkat bicara.
''Begini Jo, waktu gue keruangan, gue lihat dia bukain tas kita satu persatu, nah... tiba ditas punya lo dia buka agak lama dan memasukkan sesuatu kedalam, coba lo cek mana tau ada bom yang dia masukkan.'' Abri bicara panjang lebar.
Mati gue, nasi udah jadi bubur, udah ah gue pasrah aja mau gimana lagi gue gak berani bicara saat ini, Vero dimana sih, saat genting begini dia gak ada padahal janji nolongin gue
Tidak menunggu lama Joe langsung membuka tas dan mengambil sesuatu ditengah buku tulis miliknya. Joe tersenyum dan mengarahkannya dihadapan Krystal dan mengoyang goyangnya. ''Ini apaan cewek kampung, dari tadi kita bicara lo diam aja, benar dugaan gue kalau lo naksir gue.'' Joe membuka amplop dan mengambil kertas pink didalamnya.
''Gue akan baca dihadapan lo semua, dengar baik-baik kata per kata dari cewek kampungan ini.'' Joe membaca sekilas isinya dan tersenyum meremehkan.
*Plissss jangan dibaca, kumohon
**TBC
MAAF BANYAK TYPO
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT NYA YA***