
🍀🍀🍀
Tik...tik...tik....
Terlihat Abri mengetik sesuatu di ponselnya, tanpa dia sadari, senyum manis terukir diwajah tampan miliknya. Ternyata Abri sedang melihat akun sosial media Vero. Abri melihat postingan gadis itu yang baru beberapa jam yang lalu di upload..
Senyum manis gadis pujaannya membuat jantung Abri kembali tidak normal. " Cantik". Imbuhnya sambil tersenyum, seraya menutup layar ponselnya setelah puas melihat-lihat foto gadis pujaannya.
Pria itu berjalan menuju parkiran. Mengambil Kunci dan menghidupkan moge miliknya. Dan tidak lupa helm yang membuat Abri terlihat gagah. Dan melaju membelah jalanan yang ramai.
Disatu sisi Abri terlihat seperti pria tanpa ada perasaan. Kutub es adalah sebutan akrab buat dirinya. Diam adalah salah satu ciri khas dari pria yang memiliki tubuh berisi dan terawat itu. Namun sebenarnya, Abri merupakan seorang pria yang penuh perasaan. Hanya saja, dirinya tidak bisa mengungkapkan secara gamblang seperti sahabatnya yang lain.
Setelah bertemu dengan Vero, tanpa diajari naluri Abri sebagai pria bereaksi tanpa mempedulikan keadaan seperti yang dia lakukan dulu. Teman-temannya melihat perubahan Abri ada kemajuan. Yang selama ini suka diam dan tidak peduli dengan keadaan. Namun berbeda dengan yang sekarang. Abri terlihat lebih "Ramah". Dan tentunya hanya orang terdekat yang tau.
***
Sesampainya dirumah, Vero langsung membersihkan diri dan bersiap-siap menyelesaikan tugas kuliah yang sedikit menumpuk. Membuka laptop miliknya seraya menulis sesuatu disana.
Gue suka sama lo. Kata-kata itu kembali terngiang dikepala Vero.
" Duhh... gue kenapa sih, ngingat perkataan cowok kutub itu". Sambil mengacak-acak rambutnya.
Vero menepuk-nepuk pipinya. " Ver lo fokus aja ya fokus, tugas kuliah lo harus diselesaikan hari ini". Vero menyemangati dirinya sendiri.
Setelah kejadian Abri mengungkapkan perasaannya, sejak hari itu juga Vero sering tidak konsentrasi. Terkadang sahabatnya Krystal bingung melihat Vero yang tidak seperti biasa.
" Lo kenapa sih Ver ? gue panggil-panggil lo ngak nyahut. Lo punya masalah cerita dong sama gue".
" Gue ngak kenapa-kenapa Krys ". Vero memperlihatkan senyum manisnya.
__ADS_1
" Bohong lo".
" Serius gue". Mencoba meyakinkan Krystal.
Percakapan tadi siang membuat Vero juga bingung akan dirinya. Bisa-bisanya ngelamun tiap saat hanya karena seorang cowok seperti Abri.
" Huffff.....! Vero...Vero, gara-gara itu cowok lo ngak fokus". Gadis itu mengacak-acak rambutnya sambil menyindir dirinya sendiri.
Tiba-tiba Vero tersadar bahwa dari tadi dirinya tidak mengerjakan apa-apa. " Gawat..! tugas gue belum kelar, besok harus dikumpul, ck.. gara-gara tu cowok nih". Vero terlihat panik sendirian dan dengan cepat langsung mengerjakan tugas kuliahnya, dan berusaha tetap fokus
Beberapa jam kemudian ***
" Yes...! Akhirnya tugas gue kelar juga ."Vero menekan punggungnya di sandaran kursi, sambil memijat lembut tengkuk lehernya yang lelah setelah fokus menatap layar laptop miliknya.
" Hmmm.... ternyata kertas A4 gue habis, harus dibeli nih nanti keburu sore". Seraya mengambil dompet dan ponselnya.
" Hallo sayang, ada apa ? kamu kangen ya ?" Suara Krystal terdengar menahan tawa.
" Cih...! Gue bukan Joe." Vero meremehkan.
" Hahahaha...! Lo gitu aja marah. Bilang lo mau apa nelfon gue ? kalau ngak kangen, jadi apa ?"
"Bisa ngak sih lo serius sehari aja sama gue." Vero sesikit kesal dibuat Krystal.
" Iya..iya maap. Jadi ada apa lo nelfon Ver ?" Tanya Krystal akhirnya.
" Temenin gue ke supermarket, kertas A4 gue habis, sekalian beli tinta buat printer gue."
" Pake punya gue aja, masih banyak." Saran Krystal.
__ADS_1
" Tapi gue mau refresh otak Krys, dari tadi gue ngerjain tugas buat besok, pengen cuci mata dulu."
" Cuci mata tempat gue aja."
" Gue serius, lo mau atau ngak ?"
" Iya-iya gue mau. Gitu aja langsung marah. Dia yang perlu dia yang maksa."
" Ok. Lo siap-siap 10 menit lagi gue nyampe."
" Ha....? 10 menit ? gue pikir lo masih dirumah, ternyata udah dijalan." Teriak Krystal dari seberang telepon.
" Jangan banyak protes. Buruan..!" Vero mematikan panggilan.
Tidak berselang lama Vero sampai di gerbang rumah Krystal. Serta membunyikan klakson.
Tin..tin..tin... Terlihat Krystal berlari dari arah pintu dengan terburu-buru. Vero tersenyum melihat ekspresi Krystal kesal.
" Dasar kawan ngak ada akhlak. Lo ngak liat gue belum cuci muka, belum sisiran." Ekspresi kesal Krystal terlihat menggemaskan bagi Vero.
" Tapi lo tetap cantik kok." Vero tertawa melihat Krystal mangut-mangut.
" Hmmmm...!"
Jawaban Krystal membuat Vero gemas.
TBC...
Holla gais udah Desember aja ya. tetap dukung author dalam menulis karya, meski tersendat tapi author tetetap berusaha tamatin ini kisah. 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1