Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
Ep. 23 MENANTANG


__ADS_3

🏡🏡


Suasana dikantin hening seketika, Krystal tetap duduk dan menahan emosi yang bisa saja tiba-tiba meledak, Veronika tetap menatap Joe horor dan sesekali melihat sahabatnya terdiam membisu dan tidak bergerak sama sekali.


''Lihat semuanya.'' Seru Joe kembali sambil melihat sekeliling ruangan kantin dan kembali menatap Krystal yang kali ini lebih dekat dengannya.


''Ternyata cewek kampung ini suka sama gue, dan gue tidak suka tipe cewek kampung kayak dia.'' Joe menunjuk Krystal yang tetap duduk dengan air mata berlinang.


Sakit, sungguh sakit jika gue dipermalukan kayak gini, gue menyukai orang yang salah


PLAK.....!!!


Tiba-tiba Vero berdiri dan menampar pipi kiri Joe sambil memperlihatkan ekspresi kemarahan. Seluruh mahasiswa yang melihatnya terkejut akan tindakan Vero dan Krystal sedikit syok melihat kemarahan dimata sahabatnya yang jarang dia tunjukkan.


''Lo harus jaga perasaan seorang wanita, dan jangan lo anggap sahabat gue sebuah mainan.'' Kali ini Vero menunjuk muka Joe menantang, sedangkan Joe memegang pipi kirinya yang memerah.


Joe tidak terima diperlakukan seperti ini apalagi dari seorang wanita, harga diri kelakiannya runtuh seketika didepan banyak mahasiswa yang melihat.


''Lo..lo nampar gue demi cewek kampung itu?'' Joe mendekat ke arah Vero sambil menunjuk-nunjuk bahunya.


Vero sedikit ciut melihat jarak antara dirinya dan Joe. '' JAWAB GUE !!!'' Sedikit membentak.


Vero mendorong kuat tubuh Joe kebelakang dan Joe hampir terjatuh jika dirinya tidak menjaga keseimbangan.


Seluruh mahasiswa yang melihat perseteruan antara Joe dan Vero terdiam dan tidak mau ikut campur, karena mereka tau watak dari Joe Wijaya yang seenaknya bertindak.


''Lo harusnya malu sebagai laki-laki, lo lawan wanita dan mempermalukannya demi reputasi diri lo, mana harga diri lo sebagai laki-laki. Gue heran sama orang-orang yang kagum akan lo dan geng lo.'' Dada Vero naik turun karena emosi.


Joe tidak terima apa yang dikatakan Vero tentang dirinya. '' Cih... lo belagu jadi cewek, pantesan aja teman lo itu sedikit kampungan.'' Melihat sekilas mata Krystal yang saat itu sedang menatap dirinya.


Tatapan itu lagi, ini kedua kalinya gue terhipnotis sama ini cewek. Batin Joe, dan tanpa dirinya sadari bahwa dia sebenarnya telah jatuh cinta kepada Krystal tetapi karena ego, semua jadi tertutup.


''Kembalikan surat itu ke gue.'' Kali ini Krystal yang angkat suara sambil menjulurkan tangannya didepan Joe.

__ADS_1


''Buat apa lo ini surat sampah?'' Sambil melipat tangan didada.


''Balikin sama gue.'' Mencoba merebut dari tangan Joe


''Eits..eits.. gak segampang itu, gue mau sebarin kebanyak orang kata-kata alay lo dan kalau bisa gue mau letakkan di mading kampus.''


''Lo jangan main-main sama gue.''


''Terserah gue, ini bukti bahwa gue gak suka ada orang yang merusak ketenangan gue.'' Balas Joe sedikit menajam.


'' Ok, gue memang pernah suka sama lo, kagum sama lo dan ingin gue jadi pacar lo, tapi setelah gue pikir-pikir lo gak pantas buat gue, dan surat itu adalah salah satu kesalahan terbesar yang pernah gue buat.'' Kali ini Krystal memberanikan diri berbicara didepan banyak orang tentang perasaannya selama ini.


''Jadi ?'' Sahut Joe


'' Jadi, gue tarik semua kata-kata gue ke lo, gue bersyukur kalau lo tidak suka sama gue, karna lo bukan lagi tipe gue.'' Krystal mengepal tangannya karena berbohong pada dirinya sendiri bahwa dia tidak menyukai Joe.


''Yakin lo ?''


Joe terdiam sejenak mendengar apa yang Krystal katakan, jauh dilubuk hatinya, Joe merasa kecewa akan dirinya sendiri namun karena ego, Joe tetap menyangkalnya.


Karena melihat masalah ini tidak ada ujungnya, akhirnya Abri beranjak dari duduk dan mendekati Joe dan berbisik ''Udah Jo, mendingan lo akhiri sampai disini saja, lo gak malu diliatin banyak orang, hanya gara-gara seorang perempuan lo rela ngelakuin hal beginian, ntar lo ketahuan kalau lo baru pertama kali dapat surat cinta.'' Ancaman Abri berhasil membuat Joe sedikit ciut.


Setelah berbisik ditelinga Joe akhirnya Abri kembali ketempat semula duduk.


''Ok, kali ini lo berdua beruntung, tapi tidak lain kali, terutama lo'' Menunjuk Krystal. ''Lo persiapkan diri, karena gue gak berhenti disini, gue akan mempermalukan lo lebih parah, lihat aja cewek kampung.'' Joe Berbalik meninggalkan Vero dan Krystal dan langsung cabut dari kantin.


''Cih.. dasar cowok tak tau diri, emangnya lo siapa berani nantangin gue.'' Krystal bicara pelan dan kembali duduk sambil meminum jus jeruknya sampai tandas.


Suasana kantin yang tadinya tegang, sekarang mereda dengan sendirinya setelah kepergian Joe dan teman-temannya.


Krystal tetap diam membisu setelah apa yang terjadi atas dirinya. Vero juga melihat perubahan sahabatnya yang tiba-tiba membisu dan fokus menatap meja didepannya.


''Krys ?'' Vero melambaikan tangan didepan Krystal, namun tidak ada respon.

__ADS_1


''Krystal ?'' Kali ini Vero mencubit lengan Krystal.


''Aw !!! apaan sih Ver''


''Lo lamunin apa sih ? gue panggil lo gak nyahut.''


''Gue malu Ver, diliatin banyak orang, gue nyesal kasih surat ke dia.'' Krystal menampilkan wajah sedih.


Vero menggenggam tangan Krystal ''Maafin gue ya, jika bukan karna gue mungkin lo gak kena masalah begini, ini semua salah gue, maafin ya Krys?'' Menggenggam erat tangan Krystal.


Sambil tersenyum Krystal membalas genggaman Vero''Lo gak salah apa-apa Ver, gue yang terlalu kepedean ngungkapin rasa sama orang yang salah, gue akan berusaha untuk tidak menyukai pria seperti dia lagi.''


Apa mungkin gue bisa ngilangin rasa suka yang udah tertanam begitu dalam dihatiku selama tiga tahun, gue hanya nerima perlakuan Joe ke gue, meskipun itu sungguh menyakitkan.


Tiba-tiba salah satu penggemar Joe datang kemeja mereka tidak lain adalah Vania.


''Oh.. jadi elo yang bernama Krystal, gak cantik-cantik amet, kulit lo juga gak tergolong putih, pantesan aja Joe ngelakuin itu ke lo.'' Vania menilai tubuh Krystal dari atas ke bawah.


BRAK...!!!Tidak terima dikatain begitu Krystal memukul meja sedikit keras. ''Lo siapa? dan apa hak lo ngatain gue, maaf gue eneg membahas cowok banci itu.'' Menatap mata Vania intens ''Ver ayo kita cabut, ada cewek aneh.'' Mengambil tas sambil menarik lengan Vero.


Vania tidak terima dan langsung menghadang pergerakan Krystal.


''Mau lo apa ? gue gak kenal sama lo dan kita gak ada urusan, jadi minggir gue mau pergi.'' Mencoba mengelak dari hadangan Vania.


**TBC


JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE


DAN KOMENT KOMENT KOMENT


MAAF BANYAK TYPO


Omega_366**

__ADS_1


__ADS_2