
Tetapi, ada hal yang membuat kaki Joe tertahan. Sebentar.
''Pfft...!'' Krystal menutup mulut menahan tawa karena mendengar Joe menyebut kata bonus. Emangnya ini pasar loak, ada main bonus bonusan. Selain emosian ternyata Joe alay juga dalam memilih kata-kata. Orang ganteng tidak mudah ditebak.
Glek..!! Gawat. Batin Krystal merutuki kebodohannya.
Joe kembali berbalik dan melihat siapa yang sudah berani-beraninya meremehkan dirinya, sebab itu kesalahan yang sangat fatal.
🏡🏡
Joe berjalan mendekat kembali tapi bukan dalam posisi semula lebih tepatnya mendekatkan wajahnya ke arah wanita yang dengan lancang meremehkan dirinya, wajah Joe menyisakan jarak satu jengkal dari wajah imut Krystal menatap lekat mata indah sang empunya. Sial.., ni cewek makin diliat dekat makin cantik. Batin Joe, menutupi kegugupannya.
''Kenapa lo tertawa ?, hmm..?''
''Si..siapa juga yang tertawa !'' elak Krystal gugup sambil mengumpulkan keberanian membalas menatap manik mata Joe yang dirinya idam-idamkan dalam diam selama ini. Jantung Krystal berkumandang sahut sahutan antara senang dan takut. Impian Krystal terkabul karena berhasil melihat secara dekat mata dewa milik Joe yang di idam-idamkan kaum hawa walaupun waktunya tidak terduga.
''Lo tertarik sama gue ?, cara lo kampungan menarik perhatian gue, udah basi ''. Ancam Joe semakin melekat menatap manik mata Krystal tanpa menyisihkan jarak diantara mereka. Tidak peduli bisikan sana sini di kedai bik Mega yang dari tadi membuat sahabatnya Vero risih.
Krystal terkejut akan perkataan Joe, bukan hanya membuat dirinya dipermalukan sebagai salah satu wanita tercantik di kampus tapi dirinya di cap menggoda Joe dengan cara kampungan.
''Jiahhh.... ha.. ha.. ha.. , emangnya lo siapa seenaknya ngomongin gue kayak gitu, siapa juga yang naksir cowok kayak lo dan dengar ya lo yang kampungan bukan gue, paham ?'' Krystal tertawa mengejek, emosinya terpancing dikatain kampungan. Sambil berdiri Krystal menarik tangan Vero dengan kuat agar cepat-cepat pergi dari sana karena suasana di kedai bik Mega menjadi hening melihat perdebatan antara primadoma kampus dan dirinya.
__ADS_1
''Tunggu !'' Cegah Joe yang tidak terima dirinya diperlakukan oleh seorang wanita yang baru dia kenal pas bertubrukan tadi pagi di koridor kampus.
''Apalagi ?, jangan-jangan lo yang naksir gue diam-diam. Dan dengar, cara lo juga kampungan''. Balas Krystal sambil berbalik menghadap Joe dengan membalas perkataan Joe yang ngatain dirinya kampungan.
''Wah wah.. bukan hanya wajah kampungan lo perlu di ubah tapi mulut lo perlu dioperasi rupanya ''. Balas Joe yang tidak terima akan balasan menohok dari Krystal yang dimana membuat jiwa primadona dalam dirinya runtuh dihadapan mahasiswa yang sedang melihat tontonan gratis tanpa pungutan biaya. Kapan lagi ya kan menikmati momen langka ini pikir mereka sebagian. Apalagi baru kali ini ada orang yang berani secara terang-terangan menentang sang ketua geng sakral.
'' Udah ah, gue males berurusan dengan orang yang gak guna kayak lo ''. Balas Krystal sambil berbalik namun tiba-tiba dirinya tidak sadar jika karyawan bik Mega berada dibelakangnya membawa talam yang berisi mi ayam bakso pesanan pelanggan.
''Brak..! Prang..! Klontang..Klontang..!'' Mangkuk panas yang berisi ayam bakso bik Mega pecah dan isinya berceceran kesana kemari.
''Aw...Aduh.. shhh !'' Ringis Krystal, matanya berkaca-kaca menahan panas di lengannya akibat tersiram kuah yang dia tubruk barusan. Perih !
''lo gak papa Krys ?'' Tanya Vero kuatir sambil membantu dirinya berdiri.
''Maaf non aku gak sengaja, maaf non maaf ''. Ucap pegawai itu takut sambil meminta maaf berulang ulang pada Krystal.
''Ga papa kok kak aku baik-baik aja hanya lenganku aja yang tersiram kuah ''.
''Beneran non ga apa-apa ? kita kerumah sakit non biar nanti bekas luka bakarnya gak keliatan ''.
''Serius kak aku ga papa, justru aku yang minta maaf sama kakak karna ga ngeliat kalau kakak ada dibelakangku ''. Jawab Krystal sambil berusaha tersenyum bahwa dia baik-baik saja.
__ADS_1
''Ya udah non kalau gitu terimaksih ya kalau non ga marah, nanti langsung dikasi seleb luka bakar ya non supaya cepat pulih'' jawab pelayan itu perhatian.
''Iya kak sama-sama nanti aku langsung obati supaya kakak ga merasa bersalah, nanti kalau udah sembuh aku tunjukin kakak, gimana ?''
'' Terimakasih non, janji ya nanti kasi liat saya, ya udah kalau gita aku mau kebelakang dulu non ngambil sapu sapa kain pel''.
''Iya kak sama-sama''. Jawab Krystal tersenyum.
''Krys lo serius ga papa, kita cepetan pulangnya ya biar nanti lo langsung kasi seleb, ntar lu kudisan lagi'' Jawan Vero asal.
''Dasar lo kawan bar-bar, masa ngatain teman sendiri gitu''. Jawab Krystal sambil memukul lengan Vero kuat.
Vero ingin balas kata Krystal tapi ada suara yang membuat mereka tertegun.
''Cih.. itu balasan buat orang yang cari masalah sama gue, gue doain lo kudisan, dan kurikan''. Sambil berlalu orang itu pergi. Yap dia adalah Joe. Sebenarnya dirinya tidak tega melihat Krystal tersiram kuah bakso tapi apa boleh buat ego dalam dirinya lebih besar.
''Ap..apa lo bilang ? lo ngatain gue ya ? woii..
cowo bar-bar berhenti lo, lo mau nantangin gue ya ? sini lo kalau berani ! dasar cowok kegantengan beraninya sama cewek doang ''. Joe hanya melambaikan tangannya satu tanpa melihat ke arah Krystal.
TBC
__ADS_1