Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
EP. 52. UNDANGAN


__ADS_3

🫑🫑🫑


Keadaan makin ricuh. Suara bisikan disana-sini. Mahasiswa yang latihan basket berhenti dan buru-buru melihat kejadian yang baru saja terjadi. Semuanya berkumpul, serta mereka melihat Joshua tersungkur akibat ulah Abri yang memukulnya tiba-tiba. Ya itu Abri.


Krystal dan Vero terkejut melihat kemarahan terpancar diwajah Abri.


" Apa-apaan sih lo Bri ? gue ada masalah sama lo ha..?" Joshua bangkit lalu meremas kerah baju Abri kuat. Sedangkan Abri memperlihatkan wajah dinginnya.


" Jawab gue...! lo punya masalah apa sama gue." Teriak Joshua lagi dengan intonasi yang lebih tinggi.


Abri melepaskan cengkraman Joshua kuat, sambil menepuk baju kemejanya yang berantakan.


" Lepasin tangan jorok lo dari baju berharga gue, dan ingat, lo jangan macam-macam sama cewek gue apalagi menyentuhnya." Ancam Abri dengan tatapan tak kalah dingin dari yanh sebelumnya.


Deg...deg..deg..


" What..? gue macam-macam sama cewek lo ? lo ngak salah nuduh gue ha? lagian cewek lo siapa ?" Joshua juga bingung melihat situasi saat ini. Siapa yang benar siapa yang salah.


Abri gelagapan mendengar pertanyaan Joshua. Abri menoleh melihat Vero yang berdiri sambil menatap matanya tajam. Dengan keberanian yang ada, Abri ingin membuktikan diri dihadapan Vero kalau dia adalah cowok yang dapat diandalkan.


" Dia kekasih gue, jangan macam-macam sama dia atau lo berurusan sama gue." Ucap Abri tegas sambil mendekat ke arah Vero dan memeluknya.


Deg.deg..deg jantung Vero lebih cepat dari sebelumnya, semua mata tertuju kearah mereka berdua. Suara pekikan dari mahasiswa yang menonton terdengar. Ada yang bersorak kegirangan. Bahkan wanita yang membuat Vero cemburu juga melihat adengan itu sambil menutup mulutnya tidak percaya.

__ADS_1


Semua orang yang ada disana juga terkejut dengan pengakuan Abri. Terlebih Vero. rasa senang atau benci menyatu jadi satu. Kali ini Vero tidak dapat menahan emosinya yang sebentar akan meledak.


" Lepasin gue, siapa juga cewek lo. Makan apa lo hari ini membuat otak dan tingkah lo ngak selaras." Ucap Vero dingin membuat Abri terkejut dengan ucapan Vero.


" Krys, ayo kita pergi." Ucap Vero sambil menarik lengan Krystal. Namun ditahan Joe.


" Gue mau ngomong sesuatu dengan Krystal." Joe menarik Krystal keluar ruangan.


" Lepasin..! aku ngak mau ngomong sama kamu." Krystal menarik lengannya namun cengkraman pria itu lebih kuat.


" Bisa diam ngak. Aku mau kasih kamu hukuman karena tidak patuh."


" Joe lepasin..!"


* * *


" Ver dengerin penjelasan gue." Abri terlihat memelas.


" Cukup, lagian lo dan gue ngak punya hubungan apa-apa, ngak perlu penjelasan apapun lagi. Permisi." Vero pergi meninggalkan Abri yang mematung kebingungan.


" Tunggu, gue mau kasih undangan buat lo." Abri menahan Vero sambil menyerahkan undangan biru ke tangan Vero. " Gue harap lo berkenan datang, jangan lupa minggu depan." Ucap Abri.


Vero menerimanya tanpa melihat tulisan yang tertera di sana. Dan pergi.

__ADS_1


" Lo masih punya utang penjelasan sama gue." Ucap Joshua yang hampir dilupakan.


" Maaf bro, gue tadi hanya spontan, gue suka sama Vero. Melihat dia dideketin cowok gue cemburu."


Joshua menepuk pundak Abri. " lain kali lo harus liat keadaan dulu baru bertindak. Kali ini gue maafin lo, tapi tidak lain kali." Ujarnya sambil pergi.


" Thks bro." Ucap Abri.


" Pria dingin berubah menjadi pria bucin, ternyata perubahan terjadi hanya gara-gara wanita." Terlihat Varel mendekati Abri.


" Berisik lo, oh iya undangan ultah gue. Gue harap lo yang jadi MC di acara gue. Buat yang terbaik. Jangan permalukan geng sakral kita. ngerti lo?"


"Siap bos." Varel memberi hormat tanda setuju.


" Bibi gue mana ?" Abri melihat sekeliling ruangan mencari adik ibunya yang bungsu. Ternyata sedang bercanda ria dengan mahasiswa lain.


Namanya Linda, adik bungsu ibunya yang baru pulang dari Australia menyelesaikan pendidikan S-duanya disana. Umur Linda berjarak 10 tahun dengan Abri, kok bisa ? karena Linda lahir saat orangtuanya sudah tua. Sebenarnya Oma dan Opanya juga merasa tidak mungkin untuk melahirkan lagi, namun kalau yang Mahakuasa yang berkehendak siapa yang bisa menolak.


Linda seorang pribadi yang ceria, suka berolahraga, dan selalu menjaga kecantikan agar awet muda. Sering orang salah mengira bahwa Abri pacar Linda.


Kali ini dia datang kekampus Abri untuk mensurvei sekalian jalan-jalan dikampus terbaik daerah tersebut. Hal inilah yang membuat Vero salah menilai pagi tadi.


TBC

__ADS_1


__ADS_2