
🏡🏡
Krystal kembali ketempat dimana abangnya Kristian menunggu. Dari kejahuan terlihat Vero malu-malu saat berbincang dengan abngnya, secara Vero kagum berat sama Kristian.
Ting ! Satu pesan baru.
Krystal tersenyum melihat pesan dari Joe
📱📱
Joe ❤ : Kenapa lama balas ? jangan-jangan ada yang kamu sembuyiin dari aku, ingat ! 😡 aku ini pacar kamu.
Krystal : Kamu dimana ?
Joe ❤ : Jawab dulu pertanyaan ku Krystal 😤😠
Krystal : Jangan kekanakan, aku tanya sekali lagi kamu dimana ? 😡😬😠
Joe ❤ : Hufffff... ya sudah kalau gak mau jawab. 😔😔😔
Krystal : Jawab dulu dong kamu dimana
📱📱
Lama Krystal menunggu namun balasan dari Joe tak kunjung datang.
'' Apa ? di read doang'' Krystal gemes melihat tingkah Joe yang orang kata keren, cool, berwibawa, buktinya didepan mata, sungguh seorang pribadi yang kekanakan.
📱📱
Krystal : Kok gak dibales lagi 😯😐 dia itu abang aku, Kristian namanya.
Joe ❤ : Hmmm!!
📱📱
''Sesingkat itu '' Krystal heran melihat tingkah Joe yang tidak lebih dari anak sekolah dasar.
''Apanya yang singkat Krys?'' Kristian mendekati adiknya yang dari tadi ngomong sendiri sambil menatap layar hpnya.
''Gak kok kak hehehe, oh iya Vero mana ?'' Krystal melihat kesana-kemari mencari keberadaan Vero.
''Tuh disana'' Kristian menunjuk kearah parkiran dimana Vero sedang bersama seorang laki-laki, Krystal menajamkan matanya memastikan bahwa orang yang dilihatnya bersama Vero saat ini adalah Abri sahabat Joe.
*Tunggu ! Itukan Abri, tumben gunung es ramah, kalau diliat-liat Abri ganteng juga ya kalau senyum gitu.
__ADS_1
Gue apa-apa sih, kan gue udah punya Joe*
Seperti ada yang menampar pipi Krystal karena berpikiran yang tidak-tidak.
''Kenapa Krys ? kamu liat apaan ?''
''Gak ada bang, bentar ya aku pamit sama Vero dulu''
''Ok ! Abang tunggu di mobil''
Krystal menuju dimana Vero dan Abri berada.
''Ehem !'' Krystal berdehem sambil menampilkan senyum manisnya.
''Lo dah ketemu sama Joe ?'' Vero bertanya seraya melihat kesekitar. Krystal menggeleng menanggapi pertanyaan Vero.
''Lo tau Joe kemana ?'' Krystal memberanikan diri bertanya kepada Abri yang terlihat cuek akan keberadaannya.
''Dia bilang kurang enak badan jadi pulangnya awal, kenapa ?'' Jawab Abri sambil menampilkan wajah serius seperti biasa.
''Gak, gue hanya mastiin aja dia dimana, ya udah gue mau pamit pulang abang gue nungguin, lo berdua belakangan ya''
''Jadi yang tadi itu abng lo ?'' Tanya Abri.
''Iya ! kenapa ?''
''Iya ! kalau lo gak yakin lo tanya sama Vero, buat apa gue bohong'' Krystal sedikit kesal mendengar pertanyaan Abri yang kurang yakin akan dirinya.
''Gue percaya kok, jadi gara-gara ini Joe marah-marah tanpa sebab'' Abri akhirnya mendapat jawaban setelah apa yang terjadi atas diri Joe.
''Gue udah jelasin semuanya, tapi kelihatannya dia masih ngambek sama gue'' Terang Krystal sedikit lirih.
''Dia tipe orang cemburuan, mudah emosi, dan mudah juga mengambil keputusan tanpa memikirkan resikonya, gue dan yang lain tau betul sifat Joe.'' Imbuhnya.
''Masalah kecil bisa jadi besar, bayangin jika itu masalah besar gue yakin perang dunia ketiga pasti muncul. Jadi, lo sebagai pacarnya harus lebih banyak bersabar.'' Abri berbicara panjang lebar seperti bukan dirinya sama sekali tapi demi orang yang dia sukai dia akan berusaha keluar dari zona pribadinya.
Krystal dan Vero terkejut melihat Abri yang berbicara panjang lebar. Kesan dinginnya tidak terlihat sama sekali. Tapi Krystal berusaha menutupi keheranannya. Sekarang, lebih penting menggali tentang Joe daripada yang lain.
''Kenapa lo mau jelasin itu semua ke gue?'' Tanya Kryatal sedikit hati-hati.
''Karna Joe sahabat gue'' Jawabnya singkat ''Tapi ini belum semuannya'' Imbuhnya lagi.
''Maksud lo ?'' Krystal sedikit penasaran akan pernyataan Abri.
Abri menatap Krystal sesaat seperti memikirkan sesuatu '' Gue gak punya hak jelasin semuanya, lo pacar dia, lo tanya sama Joe sendiri'' Jawabnya datar.
__ADS_1
Krystal menghela nafas mendengar jawaban dari Abri dan kemudian membuka hpnya. Ada dua pesan yang masuk dan sepuluh panggilan tak terjawab.
''Astaga ! Gue gak dengar abang gue dari tadi nelfon, ya udah kalau gitu gue pamit dulu ya, Ver lo hati-hati nyetirnya ya'' Krystal mendekatkan pipinya ke pipi Vero alias Cipika Cipiki.
''Iya sayang, lo juga baik-baik sama Joe, gue juga mau pulang'' Jawab Vero tersenyum.
''Ok! sampai jumpa senin depan, Abri gue luan ya'' Krystal melambaikan tangan kearah abri dan langsung dianggukin pria es.
''Bye Krys, jangan lupa kirim salam sama abang lo Kristian ya'' Sambil malu-malu Vero memegang lengan Krystal.
''Ntar gimana gue ngomongnya ?''
'' Dari binik lo bilang hehe'' Jawaban Vero membuat pria disampingnya sedikit terusik dan tersaingi.
''Sempat-sempatnya lo, ya udah gue pasti sampein kok'' Krystal beranjak dari sana menuju parkiran dimana abang kesayangannya menunggu.
''Lo belum pulang ?'' Vero membuka kembali percakapan.
''Bentar lagi'' Jawabnya singkat. Vero hanya ber-oh ria menanggapi pria es disampingnya.
''Kalau gitu gue pulang luan ya'' Vero berbalik beranjak pergi namun sebelum itu tangannya dicekal oleh Abri. ''Kenapa?'' Vero merasa horor melihat perubahan wajah Abri yang semakin dingin dari sebelumnya.
Abri melepaskan genggamannya cepat dan mencoba menetralkan jantungnya yang tak karuan. '' Gue.. gue mau minta nomor lo boleh?'' Jawabnya kikuk namun berusaha terlihat santai.
Vero tidak bereaksi namun jantungnya yang menjawab dengan cara berdetak lebih cepat.
Gue kenapa? kok tiba-tiba berdebar-debar gini aneh deh. Batinnya.
''Bagaimana ?'' Tanya Abri lagi yang mengejutkan lamunan Vero.
''Bo..boleh kok boleh.. boleh hehehhe, sebentar'' Vero membuka tas dan mengambil hpnya dan menyebutkan angka-angka nomor miliknya.
''Selesai, makasih ya'' Kali ini wajah Abri terlihat lebih adem ayem karena senang.
''Sama-sama, ya udah kalau gitu gue balik dulu, bye !'' Setelah berkata demikian Vero berjalan cepat-cepat ke arah parkiran sambil menetralkan jantungnya.
Abri tersenyum melihat wanita pujaannya pergi
Tunggu gue, gak lama lagi gue hadir dihidup lo, jangan coba-coba merubah perasaan gue, lo akan tau akibatnya
Batinnya. Abri juga memutuskan untuk pulang meninggalkan acara yang masih berlangsung malam itu.
●●●●
Selesai mandi, Krystal merebahkan tubuhnya diranjang sambil meluruskan urat-urat tubuhnya yang terasa pegal.
__ADS_1
''Di sms gak dibalas ditelfon gak diangkat apasih maumu'' Krystal menyanyikan sepenggal lirik, menunjukkan isi hatinya saat ini.
TBC