Benci Jadi Cinta Versi Joe

Benci Jadi Cinta Versi Joe
Ep. 26 DI INTEROGASI


__ADS_3

🏡🏡


Nike dan Joe menatap ibunya dan menariknya untuk duduk di sofa. ''Mama kenapa telfon papa?'' Tanya Nike dan menatap ibunya penuh selidik.


Rahel menatap anak bungsunya dan tersenyum ''Karena kamu nangis sayang.'' Jawab Rahel santai


''Mah, kan mama tau gimana sikap papa sama anaknya kalau nangis, sedikit lebay ma.''Jawab Nike cemberut. Roy ayahnya tidak suka jika anaknya menangis, pernah sekali tangan Nike tergores pisau karena memotog apel,


Roy langsung saja membawanya kerumah sakit padahal hanya sedikit darah yang keluar, pernah juga Nike menangis karena ikan hiasnya mati satu ekor dan Roy ayahnya mengantinya dengan membeli ratusan ekor ikan hias.


''Kan wajar sayang mama kuatir sama kamu karena nangis jadi mama telfon papa.'' Santai sekali Rahel menjawab anaknya.


''Mama gak ngerti apa, kalau papa orangnya sedikit berlebih jika berhubungan dengan kita berdua? kan kasian papa lagi kerja ma.'' Jawab Joe memberi pengertian kepada ibunya.


Brak...! pintu dibuka sedikit keras tanda Roy sudah sampai.


''Mana anak papa, siapa yang buat nangis, bilang sama papa, Nike jawab papa kenapa kamu menangis?'' Memeluk Nike dan melihat kesekujur tubuhnya mana tau ada bekas luka.


''Pah, Nike gak kenapa-kenapa.'' Balas Nike sambil menuntun papanya duduk.


''Kamu boong kan sama papa, ayo sayang bilang siapa yang buat kamu nangis, abangmu Joe iya?'' Menatap anak sulungnya tajam, Roy sedikit curiga melihat anak sulungnya yang seringkali menjahili adiknya.


Joe yang dituduh sembarangan tidak terima ''Ya ampun pah, Joe gak anak kecil lagi, malahan Joe yang menghibur anak papa itu waktu nangis.'' Sambil menunjuk Nike yang berada dipelukan Roy.


''Benar sayang apa yang dibilang abangmu, atau kamu diancam sama dia iya?'' Tanya Roy kembali. ''Mah anak kita kenapa tadi menangis?'' Kali ini bertanya kepada istrinya yang sejak dari tadi diam.


''Ih papa, Nike gak apa-apa kok, mama sih yang langsung laporin Nike ke papa, Nike nangis itu karena ditolak cowok disekolah yang Nike suka pa, bukan apa-apa.'' Nike berusaha bicara pelan-pelan.


''APA? Kamu ditolak cowok disekolah? anak papa yang cantik ini ditolak? ayo sekarang antar papa keorangnya biar papa kasih pelajaran sama dia, berani sekali menolak anak gadis papa.'' Roy bicara sambil berdiri dan menarik tangan Nike.


Joe yang melihat perlakuan ayahnya hanya geleng-geleng kepala ''Udah pa, ini urusan anak remaja, kan wajar anak jaman sekarang suka sama cowok, mau dia suka atau tidak itu kan piihan masing-masing, gak bisa dipaksa juka kali.'' Jawab Joe.


''Yang lain bisa begitu, tapi anak saya gak boleh ditolak oleh siapapun.'' Tegas Roy


''Kalau anak papa yang menolak gimana?'' Tanya Joe ingin melihat tanggapan Roy tentang dirinya.


''Maksud kamu?'' Roy bingung akan pertanyaan Joe.

__ADS_1


''Joe yang menolak gadis yang suka sama Joe.'' Jawabnya pelan.


''Kenapa ditolak, dia suka sama kamu kok kamu tolak, coba pikir, dia suka sama kamu tapi kamu tolak gak masuk akal Jo.''


''Maksud papa, kalau ada gadis yang suka sama Joe gak usah ditolak gitu, berarti kalau satu kampus yang suka gimana?'' Sedikit bingung dengan jawaban ayahnya.


''Ya wajar dong orang suka sama kamu, yang gak wajar itu adalah kamu menolak mereka yang suka sama kamu Joe, intinya siapapun yang suka sama kita harus diterima dan ucapkan terimakasih, tapi beda dengan orang yang ingin jadi pacar kamu, itu harus kamu yang pilih iya atau tidak, papa gak pernah ngajarin kamu berdua untuk sombong atas apa yang kamu miliki saat ini, kalau kamu suka, jalin hubungan tapi kalau tidak suka tolak dengan baik-baik.'' Panjang lebar Roy bicara sidepan keluarganya.


''Trus papa kok marah sama orang yang menolak Nike?'' Tanya Joe


''Karena dia buat anak gadis papa nangis.'' Jawabnya enteng.


What..??? ga masuk akal


''Ha..ha..ha papa lucu deh, gak terima anaknya ditolak.'' Joe tertawa melihat reaksi papanya.


''Pa, lagian kan Nike menangis atas kemauan Nike sendiri, gak ada hubungannya sama cowok itu.'' Setelah beberapa lama Nike angkat suara


''Iya papa ngerti, jangan nangis hanya gara-gara seorang pria, fokus dulu belajar nanti ada saatnya pacaran,ok?''


''Iya pa.''


Glek..! Joe menelan slavilanya karena langsung dituduh Roy. ''I..iya pa Joe gak akan ngelakuin hal yang memalukan.'' Menjawab sedikit gugup.


Rahel dari tadi hanya diam melihat interaksi suami dan anaknya sambik tersenyum.


Roy melihat istrinya senyum-senyum sendiri ''Mama kenapa kok senyam senyum?''


''He he he gak apa-apa sayang, bentar ya mama buatin jus dulu.'' Berdiri dan langsung menuju ke dapur.


Mereka menghabiskan sore itu dengan bercengkrama dan sesekali terdengar gelak tawa.


●●●●


Setelah acara makan selesai, Vero pamit pulang.


''Gue pulang dulu ya Krys, sampai jumpa besok, ingat besok kita ke butik beli gaun buat acara ultah kampus.'' Vero berjalan beriringan dengan Krystal.

__ADS_1


''Siap bos, lo hati-hati dijalan jangan ngebut loh.''


''Iya, ya udah gue pulang ya, jangan sedih lagi, masih banyak cowok diluar sana.'' Vero memegang pundak Krystal.


''Udah ah, jangan diingetin lagi.'' Mendorong tubuh Vero ke mobil.


''Ya udah, bye.'' Melambaikan tangan ke Krystal yang langsung dibalas


''Bye.'' Menatap mobil Vero dan melaju meninggalkan kompleks perumahan. Sepulangnya Vero, Krystal langsung menuju kekamarnya.


Sesampainya dikamar, Krystal membuka ponselnya dan melihat postingan Joe di forum kampus. Krystal mengeritkan dahi karena tidak lagi melihat postingan Joe tentang surat yang ditulisnya.


'' Dimana ya gambarnya kok hilang, atau paket internet gue habis kali ya.'' Krystal bangkit dan menuju kekamar kakaknya.


Tok tok tok '' Kak? kakak didalam?'' Krystal mengetuk pintu kamar Kristian.


''Buka aja Krys, gak dikunci.'' Teriak Kristian dari dalam, Krystal masuk dan melihat kakaknya sedang fokus mengetik di laptop.


''Kakak ngapain, serius banget'' Krystal duduk disofa yang ada dikamar Kristian.


''Ada tugas dari kerjaan, besok harus selesai.'' Jawab Kristian sambil tetap fokus ke layar laptop. '' Ada apa tadi Krys?''


Krystal menepuk jidatnya ''O iya lupa, Krys mau minta kakak nyalain Wifi kakak sebentar, mungkin paket aku habis.''


Melihat Krystal sebentar dan menyalakan Wifi yang ada dikamarnya ''Kamu itu ya, kan kakak dah bilang sama kamu buat wifi dikamar, kamu gak mau.'' Kristian bicara masih tetap fokus mengetik.


''He he he, iya kakakku, nanti aku bilang sama papa buatin wifi dikamar hehehe.'' Krystal langsung menghubungkan wifi ke ponsel miliknya. ''Lho kok gak ada juga, atau memang udah dihapus ya'' Krystal berguman sendiri sambil menscroll layar ponsel miliknya.


''Apanya yang gak ada Krys?'' Tanya kakanya


''Ga papa kak, ya udah Krystal kekamar dulu, makasih ya kakakku yang ganteng.'' Krystal mencubit gemes pipi Kristian dan langsung berlari keluar kamar.


''Awas kamu ya Krys, sakit tau.'' Teriak Kristian dari dalam kamar. Krystal tersenyum mendengar teriakan kakaknya dan langsung berlari kekamar miliknya.


TBC


Like like nya yaaa dan koment nya juga jangan ditinggalin

__ADS_1


maaf banyak typo


__ADS_2