
🫑🫑🫑
Krystal buru-buru segera bertemu Vero.
Terlihat gadis itu menunduk sambil memegang ponsel ditangannya.
" Ver..?" Krystal menyentuh pundak sahabatnya.
" Krys... hiks..hikss..hikss.. gue.. gue." Vero telihat sedih.
" Ssh..sshh.. menangislah, gue ada disini buat lo." Krystal memeluk sahabatnya sambil mengelus-elus punggung Vero.
Beberapa menit telah berlalu, suara tangisan Vero belum juga mereda.
" Masih lama Ver nangisnya, baju gue basah gara-gara ingus lo." Krystal mencoba menghibur Vero.
" Hikss..hikss.. lo pergi aja, biarin gue sendiri, lo jahat." Vero melepaskan pelukannya.
" Cup..cup..cup.. sayangku yang imut, udahan ya nangisnya. Lo ngak liat ingus lo betebaran dimana-mana. Ntar cantik lo ilang." Krystal memperlihatkan kemejanya yang basah akibat air mata Vero.
Vero mulau tenang sekarang. Krystal menyodorkan tisu. " Elap ingus lo, jelek tau."
" Apaan sih lo. Bukannya buat gue senang malahan nambahin masalah." Ujar Vero sambil mengelap mata sembabnya.
" Gue pengen penjelasan dari lo sekarang."
" Buat apa ? bukannya sudah jelas." Ucap Vero ketus.
" Lo ini sebenarnya kenapa sih ? setelah pulang dari Mall, kelakuan lo makin aneh gara-gara Abri."
" Stop...jangan sebut nama dia lagi, gue putuskan untuk tidak memikirkannya lagi." Vero keceplosan. Gawat pikir Vero.
"Hahahahha ternyata lo udah ada rasa sama itu cowok, hanya gara-gara kata 'aku suka padamu' lo akhirnya terbawa arus. Ngak nyangka gue Ver." Krystal terbahak-bahak mendengar penuturan Vero.
" Tapi seingat gue, lo fans sama abang gue Kristian. Ngak lagi ya ?" Pertanyaan Krystal menjebak. Membuat Vero gelagapan.
" Gue..gue suka sama abang Kristian dan ngak tergantikan..iya gue ngak suka sama yang lain."
"Serius lo, bukannya lo bilang kalau abang gue lo hanya sekedar kagum, lagian semenjak kata 'Aku suka kamu' itu terjadi, ngak ada lagi tuh Veronika yang sengaja main kerumah demi melihat abang gue. Oh... gue tau ternyata abang gue yang ganteng itu sudah tersisihkan dengan adanya sosok 'Aku suka kamu' itu." Krystal menunjuk-nunjuk wajah Vero yang memerah.
" Gue.. gue..!" Vero gelagapan.
__ADS_1
" Dan juga. Setelah 'Aku suka kamu' itu terlihat mesra dengan wanita lain, ternyata gadis bernama Veronika ini tersisihkan dan merasa dikhianati. Benar atau betul ? hatinya bagaikan di iris-iris. Seperti menabur garam diatas luka." Krystal mendrama didepan Vero.
" Lo bisa diam ngak. Merinding gue dengarnya." Vero menarik Krystal untuk duduk disampingnya.
" Kita ini sudah dewasa Ver. Lo harus jujur dengan perasaan lo. Gue juga jujur dengan perasaan gue, waktu Joe datang dihidup gue, selalu aja gue cerita sama lo tentang dia. Lo juga tau kan semuanya. Artinya , lo itu sahabat terbaik gue. Gue ngak mau ada orang yang nindas lo. Meski Joe sekalipun, gue ngak lepasin. Lo berharga bagi gue. Sekarang lo yang cerita apa masalah yang lo alami. Gue siap mendengarkan." Krystal berbicara serius membuat Vero menitikkan air mata.
" Huuu.. huu.. sejak kapan lo dewasa begini Krys, maaf ya gue ngak cerita sama lo. Karena gue pikir gue bisa sendiri." Vero memeluk sahabatnya erat. Lo teman terbaik gue Krys.
" Baiklah.. dramanya udah selesai. Sekarang lo ceritain apa yang lo rasakan. Untung kelas pertama ditunda jadi kita punya waktu dua jam lagi sebelum kelas kedua mulai." Krystal melihat layar ponselnya menunjukkan pukul sembilan pagi.
" lo tau apa yang dia bilang sama gue waktu diperpus?" Krystal menggeleng. " Dia bilang 'gue ini cowok pecemburu, gue harap jangan ada cowok lain yang dekatin lo' dia bilang gitu ke gue. Nyatanya dia ngelanggar janji dia sendiri." Ucap Vero sambil mengingat kejadian waktu Abri nembak dirinya.
" Ok. ini masalah yang kemaren, waktu lo liat Abri sama cewek lain. Nah.. sekarang masalahnya lo kenapa nangis hari ini." Ucap Krystal. Terlihat wajah murung Vero kembali menghias wajahnya.
" Pagi ini gue berencana untuk tetap percaya sama dia, mungkin kemaren dia bersama adiknya. Tapi seingat gue dia anak paling bungsu dan semuanya laki-laki. Gue juga memikirkan mungkin dia bersama sepupunya , tapi ngak mungkin semesra itu. Tadi waktu gue turun dari mobil. Gue ngak sengaja melihat Abri boncengan sama cewek itu kekampus. Mesra banget. Gue..gue ngak sanggup ngeliatnya Krys. Gue merasa gue dipermainkan. Gue terlalu mudah jatuh cinta." Air mata Vero kembali jatuh setelah menceritakan kejadian tadi pagi yang membuat sekujur tubuhnya bergetar.
" Kita temui dia sekarang." Ucap Krystal tegas sambil menarik lengan Vero kuat.
" Ha...? sekarang ?" Vero terkejut melihat reaksi sahabatnya.
" Iya sekarang. Gue mau minta penjelasan dari dia. Gue ngak tega ngeliat lo sedih gini." Krystal menarik lengan Vero namun gadis itu menahannya.
" Tu..tunggu Krys, gue belum siap." Ucap Vero seraya melepaskan genggaman tangan Krystal.
" Elap ingus lo, tunjukin bahwa ngak terjadi apa-apa sama lo." Krystal menarik-narik Vero dan berjalan cepat.
Apaan sih ni anak. Kata ingus selalu keluar dari mulutnya. Batin Vero
" Krys.. lepasin. Sakit tau lo tarik-tarik."
"Buruan."
Yang punya masalah disini dia atau gue sih.
Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya sampailah mereka di lapangan basket. Biasanya tempat mahasiswa bertanding atau sekedar latihan. Dari kejauhan Krystal melihat Abri sedang duduk bersama kekasihnya. Tapi.. tunggu. itu cewek kok dekat-dekat sama Joe dan Abri. Malahan duduk ditengah-tengah. Wah...wah... beraninya dia ya.
" Kenapa diam Krys?" Tanya Vero
" Cewek yang lo maksud, itu !" Krystal menunjuk kearah Joe dan Abri. Vero mengangguk. Krystal mengepal tangannya erat.
" Wow..wow.. lo kenapa ? gue lihat lo yang lebih menderita ketimbang gue." Ucap Vero setelah melihat perubahan mimik wajah Krystal.
__ADS_1
" Gue mau kasih pelajaran sama mereka berdua." Wajah Krystal terlihat memikirkan sesuatu.
" Caranya ?" Jawab Vero polos. Sudah tidak terlihat lagi kesedihan diwajahnya.
" Kita lakukan hal yang sama, seperti yang mereka lakukan sekarang." Ucap Krystal lagi dengan arti yang sulit diartikan.
" Caranya ?"
" Gue punya ide. Biar mereka juga rasakan apa yang kita rasakan."
" Lo ngak melakukan hal yang berbahaya kan Krys ?" Polos Vero.
" Lo tenang aja. Yang penting lo juga ikut main drama dengan gue." Ucapnya dengan intonasi yang tegas. Vero mengangguk tanda setuju.
Krystal melihat sekeliling ruangan dan melihat Gevin tetangga rumahnya. Yang kala itu baru selesai main basket. Target ditemukan pikir Krystal.
" Gevinnnn.. !" Panggil Krystal dengan intonasi yang terlihat ceria. Sengaja dipanggil dari jauh supaya Joe dan Abri melihat mereka.
" Ayo.. kita kesana, drama dimulai." Krystal menggandeng Vero.
" Hai Krys.. tumben lo nyapa gue, ada apa gerangan ?" Tanya Gevin seraya mengusap rambut basahnya dengan handuk.
" Mm.. nngak cuma mau bilang, lo haus ngak ? nih air minum buat lo." Krystal menyodorkan air mineral kepada Gevin. Sambil matanya melihat Kearah Joe duduk. Yes... target terpancing. Joe dan Abri melihat interaksi Krystal dan Vero dengan Gevin.
" Tumben lo baik sama gue, tapi makasih ya lagian gue juga ngak bawa air minum." Gevin langsung meneguk air minum yang disodorkan Krystal.
" Hai Krys, kok lo hanya baik sama Gevin sih ? sama gue mana ?" Tanya Joshua.
" Hehe gue cuma bawa satu doang, sori ya. Oh iya ini kenalin sahabat gue Veronika."
" Hai gue Veronika." Ucapnya lembut.
" Cantik juga sahabat lo ya Krys, udah punya pacar apa belum nih?" Ucap Joshua yang terkenal playboy dikalangan anak kampus.
Belum sempat Vero membalas ucapan Joshua.
Bugh...!!!
Tiba-tiba satu pukulan telak mendarat dipelipis Joshua.
" Aw..shh...! Joshua meringis kesakitan, dan melihat siapa yang berani memukulnya barusan. Suasana menjadi ricuh akibat ulah seseorang.
__ADS_1
TBC