
π»π»
***Mungkin takdir ini terlanjur menunggu
Diriku tak dapat pergi darimu
Walaupun seribu bintang tinggalkanku
Dan mentari tak bersinar
Aku takkan mampu tuk lepaskanmu
Mencoba sejenak ungkapkan segalanya yang telah terjadi
Reff:
Duhai cinta..
Tataplah aku disini tetap menatapmu
Walau perih terus kau sakiti aku
Tetap mengharapmu
Mungkin benar bila aku tak berarti
__ADS_1
Dan dirimu terlalu berarti
Walaupun pekatnya bulan gelapkanku
Dan pelangi tak berpijar
Wajahmu terlalu indah tuk kubenci
Dan kuterus mencintaimu
Engkau terus melupakan aku*....
π€π€π€π΅πΆπΆπΌπΌ*
TITO : KUBENCI KAU DENGAN CINTAKU.
Selesai makan siang, Krystal langsung menuju kamar miliknya sambil berselonjoran di tempat tidur dan mendengarkan lagu kesukaanya. Krystal menyentuh lengannya secara perlahan dan kembali mengingat setiap peristiwa yang dialami dirinya mulai dari kampus dan tanpa sengaja bertemu cowok idamannya dengan cara yang tak terduga serta rangkaian peristiwa di warung Bik Mega dimana dia dapat bekas luka.
''Hufff... gue harusnya bertemu itu cowo baik baik bukan kayak tadi, benar kata Vero gue dapat bonus besar besaran hari ini, tapikan gue harus jaga sikap secara gue cewek idaman di kampus''. Krystal berguman sendiri dan merebahkan tubuhnya sambil mengacak-acak rambut panjangnya.
''Ah... ya sudahlah mendingan gue mandi manja dulu soalnya banyak tugas kampus yang menanti besok''. Krystal berdiri sambil menyambar handuk miliknya.
Dikediaman Wijaya.
''Aku pulang'' Seru Joe sambil masuk kedalam rumah dan melihat beberapa pelayan sibuk membersihkan ruang tamu.
__ADS_1
''Baru pulang Jo ?'' Rahel ibunya yang baru datang dari belakang melihat anak sulungnya baru nongol. '' Kok lama pulangnya, kamu udah makan siang Jo ?'' Tanya Rahel kembali.
''Iya ma Joe singgah dulu tadi sama teman ditempat biasa dan udah makan siang disana'' Joe berbicara sambil membuka kulkas di dapur dan meneguk setengah botol air mineral.
'' Ya udah ganti baju dulu sana gih, mama mau ke pasar sebentar beli bahan dapur udah mau habis, ada yang mau kamu titip sama mama biar sekalian '' Tanya Rahel sambil mencuci tangannya di washtafel.
''Ga mah Joe mau keatas dulu mau mandi gerah sekalian mau ngerjain tugas kampus''
''Ya udah mama pergi dulu''
'' Hati-hati ma nyetirnya jangan ngebut ntar dimarahi sama papa lagi seperti kemaren'' Ledek Joe sambil berlalu meninggalkan Rahel. Pernah sekali ibunya nyetir ugal-ugalan dan mendapat lecet di kening akibat rem paku andalan milik ibunya yang hampir saja menabrak kucing tanpa tuan dijalan raya akibatnya ibunya diomeli ayahnya habis habisan.
'' Ck... dasar anak nakal kau ya'' Ucap Rahel sambil berlalu menuju garansi. Hanya dibalas senyuman dari Joe.
Sesampainya di kamar Joe langsung menyambar handuk miliknya yang sudah tersusun rapi didekat pintu kamar dan cusss..... mandi ala Joe berlangsung. Tidak berselang beberapa lama Joe sudah memakai baju santai berwarna biru muda yang memperlihatkan tubuh bugar yang selalu dia jaga dengan berolahraga.
Tidak heran dirinya sering dapat pujian baik secara langsung maupun tidak langsung dan hal itu sudah biasa bagi dirinya.
Jreng...jreng.. jreng...!!! Petikan gitar memenuhi kamar miliknya, sambil bernyanyi lagu Sebelas Januari dari grup band GIGI, Joe kembali mengingat sederetan peristiwa yang sedikit mengganggu pikirannya mengingat bagaimana seorang wanita berani menantang dirinya secara terang-terangan dihadapan umum.
Joe membuat rencana bagaimana cara membalas perlakuan kedua wanita itu agar tau bahwa dirinya serta gengnya benar-benar serius jika merencanakan aksi.
Krystal dan Veronika tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan Singa yang sedang tidur dan belum makan siang.
**TBC
__ADS_1
Maaf banyak typo jangan lupa dikoment, like, dan tambahkan ke daftar bacaan kamu dengan cara di klik Vavorit, Thks
Omega Biring**