
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Tak ada pula yang menyangka bahwa Tuhan telah memposisikan segala sesuatu pada tempatnya.
Tanpa disadari, takdir telah membawa manusia pada jalan yang berbeda. Tak sesuai harapan itu sudah biasa. Kehancuran terjadi di mana-mana. Perpecahan semakin meraja lela.
Tinggal kembali pada diri kita masing-masing, bagaimana menyikapinya. Mencoba menyelamatkan diri dari hal negatif itu adalah keputusan yang tepat. Tetapi, jika semua itu dilakukan dengan menginjak harga diri orang lain, itu namanya sangat tidak BIJAK.
Pergilah seperti apa caramu datang! Maka itu akan terasa lebih sopan. Bukan malah seperti tamu yang tak diundang, tiba-tiba keluar tanpa mengucapkan salam.
Di kala diri menganggap kitalah yang paling benar. Di situlah kehancuran akan berpendar. Memelukmu penuh angkuh seakan tak ada lagi orang lain yang lebih sempurna darimu.
Di kala kita menilai orang lain buruk, maka sebenarnya itulah cerminan dari diri kita.
Seorang ulama pernah mengatakan; Di saat seorang mukmin menilai buruk terhadap mukmin yang lain, maka sebenarnya dirinyalah yang paling buruk. Karena apa? Karena seorang mukmin adalah cerminan dari mukmin yang lain. Namun, jika seorang mukmin bisa menilai baik orang lain, maka sebenarnya dialah mukmin sejati.
Berprasangka baiklah!
Jangan sampai menyesal di masa yang akan datang!
Namun, tak apa!
Lepaskanlah, Kawan!
Itu adalah Hak Asasi Manusia!
Namun tetap saja, ujung-ujungnya kita semua akan kembali pada Tuhan!
__ADS_1
...πππ...
Dua Tahun Kemudian
Kini Berlian telah menjadi Penulis Profesional seperti apa yang telah ia harapkan. Tak kenal lelah akan kejamnya takdir mempermainkan, ia tetap berjalan pada alur yang sudah ditetapkan.
Perihal hubungannya dengan Angin, sekarang sudah memasuki tahun kedua. Dan Berlian tengah mengandung buah cinta mereka. Tak ada yang menyangka semua berlalu begitu cepat, sehingga membuat para Pembaca menjadi bertanya-tanya.
Tenanglah, semua akan diceritakan!
Satu bulan setelah hari itu, Angin langsung menikahi Berlian. Awan menikahi kekasihnya, Putri. Kenma menikahi Seul Ye. Angkasa menikah dengan kekasih barunya, Magisna. Sementara Fafa tentu saja menikah dengan Mr. Potato.
Namun, untuk Jibril dan Senja, mereka masih terus mengulur waktu. Entah kenapa harus begitu, bahkan Penulis pun tidak tahu. Yang jelas, mereka pasti mempunyai alasan tersendiri dalam hal ini.
Lalu ... bagaimana dengan Gempita?
Intinya, Gempita tidak ingin menjadi pribadi yang seperti 'kacang lupa kulit'!
Walaupun mereka semua telah berada di ruang dan waktu yang berbeda, namun tetap saling tegur sapa. Karena hubungan yang sejati adalah ikatan batin yang bahkan tak tampak di depan mata.
Mata bisa saja salah menilai, namun siapa yang bisa menerka hati?
Lalu, bagaimana dengan Kepala Casper?
Nah, ketujuh makhluk cebol yang terlewat astral itu kini entah berada di mana. Tak ada satu orang pun yang tahu. Bahkan Penulis Singa.co sekalipun. Mereka bahkan ditelan pahitnya kenyataan.
__ADS_1
Aha!
Canda, Kawan!
Kepala Casper telah kembali ke habitatnya, setelah memastikan Berlian berada dalam mode sukses. Lagi pula, mereka menyadari bahwa saat ini Berlian tak lagi membutuhkan pertolongan dan perlindungannya. Sudah ada Angin Topan yang akan selalu berada di sisinya.
Sementara Zoya, tak ada lagi nama samaran di antara kita. Ia telah kembali ke tempat yang seharusnya, yaitu ... menjadi Penulis Novel ini tentunya.
...TAMAT...
...-...
...πππ...
Untuk para Pembaca setia, terima kasih atas dukungannya selama Penulis berkarya. Novel Berlian dan Kepala Casper harus ditamatkan karena memang sudah waktunya. Penulis hanya tidak ingin jika terlalu panjang akan terasa ngalur ngidul seperti lambe turah, aha.
Semua yang Penulis ungkapin dalam karya ini, murni terinspirasi dari fakta dan fenomena yang terjadi di aplikasi paling horor ini. Jika ada pihak yang merasa tersinggung dan sejenisnya, tolong jangan baper ya, Zheyenk. Karena memang itulah kenyataannya. Dan kenyataan itu ... memang lebih pahit dari harapan.
Eaaak!
Oh, ya, sekalian nih, Penulis mau kasi pengumuman!
Mulai hari ini, Penulis mau fokus dulu ke dunia dubbing. Bukan berarti berhenti nulis, ya. Hanya saja, masih butuh waktu untuk menyiapkan karya selanjutnya. Stay tune yah, jangan di unfavo dulu, karena Penulis bakalan kasi info terbarunya di novel ini.
Nah, untuk yang belum pernah dengerin AB-nya Penulis, yuk kepoin suaranya, Aha.
__ADS_1
...πSalam Hangatπ...