
...💎💎💎...
Berlian menurunkan kedua telapak tangannya ragu-ragu, setelah ketujuh Kepala Casper itu menutup aurat mereka masing-masing.
"Ada apakah gerangan, Berlian?" Kepala Keparat bertanya dengan berbalut aura khas miliknya, yang selalu berhasil membuat bulu kuduk Berlian berdiri tegak. Sementara yang lainnya memasang posisi menyimak.
"Di dalam mimpiku kemarin siang, kalian bilang ... kalo kalian itu pasukan anti-spam, apa itu benar?" Semua Kepala Casper tampak saling bertukar pandang. Sedangkan Kepala Keparat hanya tersenyum tipis sembari melirik ke arah Kepala Koneng.
Merasa ditodong dengan tatapan langsung, akhirnya Kepala Koneng angkat bicara, "Siapa sih yang bacot? Ngaku woi!" tanya Kepala Koneng kepada teman-temannya yang lain. Selalu berlakon seolah tidak tahu apa-apa, itulah ciri kampret dari makhluk aneh yang satu ini.
"Elah, pake nanya lagi. Pan waktu itu, elu yang bacot, Tan ...," seloroh Kepala Kunti merasa geram.
(Kali ini panggilan Tan disadur dari kata Se-Tan)
"Iyak, fix si Koneng lagi kumat," sambung Kepala Kentang mencibir.
"Ah, dia memang selalu begitu. Kalo gak gentle itu, gak keker tau." Kepala Syantik menimpali, walaupun terdengar tidak selaras dengan yang lainnya. Namun sebenarnya itu hanya ungkapan sarkasme yang ditujukan khusus untuk si Kepala Koneng.
"Kenapa jadi bahas keker, sih? Eh, aku diam aja, aku nyimak," kelakar Kepala Vampire sembari tersenyum miring.
"Kalian ini, selalu aja ngalur-ngidul kalo pas lagi misi, hem ...." Kepala Terakhir menghela nafas berat seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Berlian tak lagi merasa aneh akan tontonan yang sudah biasa ia lihat. Seolah sedang menyaksikan serial komedi kesayangannya, gadis cupu itu hanya bisa menyimak, dengan bersematkan senyuman tipis di kedua sudut bibirnya.
"Jadi, semua yang dikatakan oleh Kepala Koneng di dalam mimpiku itu ... benar adanya?" Berlian kembali menagih jawaban. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Saat ini juga, ia harus menemukan solusi dari permasalahannya.
"Benar sekali, Berlian. Kami memang terlahir sebagai pemberantas 'Komentar Se-Tan'," tegas si Kepala Keparat.
"Maksudnya 'Komentar Se-Tan'?" Berlian bertanya sembari mengangkat kedua tangannya, dengan jari telunjuk dan tengah menempel, bergerak ke atas dan ke bawah. Seolah sedang memberi tanda kutip pada istilah baru yang terdengar asing di telinganya.
"Iya, Berlian. Komentar spam adalah 'Komentar Se-Tan'. Jadi, hanya bisa dihantui oleh Setan Aplikasi seperti kami ini," timpal Kepala Terakhir, membuat Berlian manggut-manggut, tanda mengerti.
"Makanya kita semua berkeliaran di aplikasi N.O.V.E.L.T.O.O.N, Yang." Kepala Casper bermahkotakan Makaroon itu menimpali. "Karena di sana, buaaanyak sekali 'Komentar Se-Tan', kikikikikikikikik ...," lanjutnya seraya tertawa lantang khas kuntilanak Bogor.
Berlian mengerutkan keningnya dalam, lalu bertanya, "Apakah komentar-komentar seperti ini yang kalian maksud?" Gadis cupu itu menyodorkan lappy-nya ke arah tujuh Kepala Casper.
Para Hantu Cebol itu sedikit merunduk membuat kepala mereka sejajar dengan lappy. Lalu mulai membaca satu persatu komentar yang tertera pada laman Prolog di dalam novel pertama Berlian.
"Ternyata mereka belum kapok juga, ya?" Kepala Kentang berdecak semakin kesal setelah membaca isi komentar itu.
"Gimana mau kapok coba? Wong mereka dapat kebebasan kok untuk melancarkan aksi paling meresahkan itu." Kepala Vampire menyayangkan sistem yang berlaku di dalam aplikasi horor tersebut.
"Coba aja ada sanksi langsung dari pihak N.O.V.E.L.T.O.O.N. Gua yakin mereka bakalan ngibrit siang dan malam, ngahahaha ...," celetuk Kepala Koneng dengan tawa khasnya. Kepala Casper yang satu ini memang terkenal tidak terlalu banyak bicara. Namun, ketika ia bersuara, raja iblis sekali pun bisa terpental jauh ke dalam neraka.
"Loh, kok bisa gitu?" Kepala Syantik tiba-tiba mendelik ke arah Kepala Koneng.
"Ya ... karena mereka bakalan gak ada kerjaan lagi, ngehehehe ...," jawab Kepala Koneng dengan raut wajah mengesalkan.
Berlian tampak mengekori arah pembicaraan ketujuh makhluk eksentrik tersebut. Dengan terus berusaha memahami percakapan kampret mereka, Berlian kembali bersuara.
"Terus gimana dong caranya, agar mereka berhenti kasi komentar, yang gak ada nyambungnya sama sekali dengan isi ceritaku?" Menatap penuh harap ke arah teman barunya itu.
Ya, Berlian telah mengganggap ketujuh Kepala Casper itu sebagai teman barunya. Ia juga sangat yakin bahwa makhluk aneh yang hanya bisa ditangkap oleh netranya itu, bisa membantunya menyadarkan para Kang Spam dari kebiasaan salah yang telah mereka lakukan. Bahkan, tanpa mereka sadari, perilaku itu telah meresahkan beberapa Penulis lain yang tidak satu kiblat dengan mereka.
"Tenanglah, Berlian! Serahkan semua ini kepada kami!" respon Kepala Keparat seraya melempar pandangan kepada keenam kembarannya.
"Yo'i ...," sahut keenam Kepala Casper lainnya secara bersamaan.
Lalu ketujuh Hantu Cebol itu kembali ke wujud asalnya, yaitu gumpalan asap putih. Kemudian terbang bergantian memasuki sarang mereka, yaitu Aplikasi paling horor di seluruh penjuru dunia halu.
Berlian masih setia menatap layar lappy-nya, sekedar untuk memonitor apa yang akan di lakukan oleh makhluk-makhluk gaje tadi.
Beberapa saat kemudian
TING
Di kolom komentar tertera beberapa 'Komentar Se-Tan' yang dikirim oleh para Kang Spam tersohor seantero N.O.V.E.L.T.O.O.N. Tetapi, yang paling menarik perhatian Berlian adalah ... komentar balasan yang berada di bawahnya.
__ADS_1
Sekali lagi ingat ...! Ini semua hanya ilustrasi saja!
^^^@Mr. Potato^^^
^^^Aku mampir kakak^^^
^^^Udah boom like, rate 5, dan Vote^^^
^^^Jangan lupa feedback ya😍^^^
@Kepala Kentang
Mau gue goreng lu?
Penulis gak cuma butuh itu woi
Baca dulu sono!
Baca aja kaga lu
Malah minta feedback👽
^^^@Seul Ye^^^
^^^Jangan lupa mampir^^^
^^^Ke karyaku ya kak^^^
^^^Pasti aku jamu^^^
^^^dengan roti sobek💃^^^
@Kepala Syantik
Aku emang doyan roti sobek ya
Tapi bukan dari Kang Spam kayak kamu
^^^@Kozume Kenma^^^
^^^Kalo gak mampir balik, awas lu!^^^
^^^Ntar gue jadiin selir, ngahahaha😂^^^
@Kepala Koneng
Baru juga Prolog
Udah ngajak ngamar aja lu
Dasar payah
Stop komentar PHP, Setan!👽
^^^@Affxxvi^^^
^^^Hai, Kak Author^^^
^^^Dapat salam dari novelku nih^^^
^^^Jangan lupa jaga kesehatan ya^^^
^^^Semoga kita bisa saling mendukung🥰^^^
@Kepala Vampire
Jangan sok perhatian deh
Kalo lu emang peduli
__ADS_1
Baca dulu karya orang!
Baru promosi👽
^^^@Jibril Ibrahim^^^
^^^Gue mampir nih^^^
^^^Awas kalo gak mampir balik!^^^
^^^Gue laporin lu ke komite🧐^^^
@Kepala Keparat
Kaga salah nih?
Yang ada juga elu, yang gue laporin
Nyepam sana-sini, sistem copas lagi
Pake ngancam pula
Mao gue kiss lu?👽
^^^@Eka Magisna^^^
^^^Sebelum gue seksah^^^
^^^Baca novel gue sono!😤^^^
@Kepala Kunti
Ini lagi bikin malu
Kalo mau karya lu dibaca orang
Baca dulu karya orang!
Jangan maen nyeksah aja lu👽
^^^@Senja Terakhir^^^
^^^Gua mau nyepam dulu ah^^^
^^^Siapa tau ada yang minat^^^
^^^buat ngelaporin😎^^^
@Kepala Terakhir
Gua paling minat ni ama yang beginian
Udah tau nyepam
Pake dipertegas lagi
Komentar Se-Tan
Kubur dalam-dalam!👽
...💎💎💎...
Berlian begitu terkesiap ketika membaca satu persatu komentar balasan yang dilayangkan oleh Kepala Casper.
Perlahan hatinya mulai menghangat. Jantungnya berdentum ria seperti seorang pecinta yang sedang bertemu dengan tambatan hatinya. Baru kali ini, ia merasa sangat dilindungi dan disayangi.
"Ternyata mereka benar-benar melindungiku dari para pemuja popularitas tanpa kualitas." Menyabit senyuman haru di bibir ranumnya yang tampak sedikit terbelah.
Jika saja bisa disentuh, ingin rasanya Berlian menghambur merengkuh tubuh semampai pahlawan berwujud demit itu ke dalam pelukannya. Namun sayang, ia tidak bisa melakukannya.
__ADS_1
Dibalik keheningannya, Berlian mulai menyadari bahwa setan yang selama ini bersarang di dalam lappy-nya, ternyata bukanlah setan cap sapu lidi, melainkan setan berkualitas tinggi.
Bahkan mulai detik ini juga, gadis cupu itu meyakini bahwa sesuatu yang terlihat buruk di depan mata, belum tentu memiliki niat yang buruk pula. Karena tidak semua yang tampak baik di depan mata, memiliki niat yang baik pula di dalam hatinya.