
Karlyn menyadari tubuh anak kecil yang berada di atasnya kini tampak tidak bergerak. Segera ia pun memeluk dan menggendong tubuh Jesslyn erat. Karlyn benar-benar ketakutan melihat Jesslyn yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Minggir kamu!" teriakan dari wanita yang bernama Rachel Artika. Tangan mulusnya seketika bergerak mendorong tubuh Karlyn usai mengambil alih tubuh Jesslyn. Mata yang memakai softlens berwarna abu-abu tampak menatap marah.
"Maafkan saya, Nyonya. Jesslyn tadi ingin..." ucapan Karlyn terhenti saat Rachel lebih dulu memotong ucapannya.
"Mau bilang apa kamu? Mau bilang karena dia ingin memeluk saya? Kamu seharusnya mencegahnya dong. Kamu sengaja ingin anak saya celaka? Mana Daddynya?" mata Rachel menatap ke sudut rumah seolah mencari sosok pria yang bertanggung jawab penuh atas Jesslyn.
"Nyonya, tidak apa-apa?" tanya Elis mendekati Karlyn yang baru saja di dorong oleh Rachel.
Tampak Rachel memangku Jesslyn dan berteriak-teriak panik. "Jess, bangun. Jesslyn bangun ini Mommy." tuturnya menggoyangkan wajah sang anak bahkan menepuk lembut pipi Jesslyn. Sayangnya bocah kecil itu tak mengeluarkan respon apa pun saat ini.
__ADS_1
"Tuan sedang di luar kota, Nyonya." jawab Karlyn.
Mendengar ucapan Karlyn, Rachel pun semakin meradang. "Keluar kota? apa-apaan dia meninggalkan anak saya dengan pelayan seperti kamu! Sekarang cepat panggil supir dan bawa Jesslyn ke mobil. Cepat!" Teriak Rachel yang di segerakan oleh Elis. Sementara Karlyn tampak bingung harus melakukan apa saat ini.
"Kamu jangan senang dulu. Saya akan memproses hal ini ke kantor polisi." tekan Rachel yang sukses membuat kedua mata Karlyn membulat tak percaya.
Bagaimana mungkin dirinya di laporkan hanya karena kejadian yang bukan di sebabkan olehnya. Sungguh Karlyn tidak ingin semuanya semakin panjang.
Namun, wanita angkuh itu tak perduli. Ia hanya berjalan mengikuti Elis yang sudah menggendong sang anak menuju mobil.
"Gavin keterlaluan, Aku harus memberi tahu dia sekarang juga. Bisa-bisanya dia enak-enakan di luar kota meninggalkan Jesslyn." gerutu wanita itu tanpa sadar dirinya bagaimana acuh pada Jesslyn selama ini.
__ADS_1
Beberapa kali mencoba menghubungi sayangnya ponsel Gavin tak kunjung aktif. Jaringan yang tidak cukup baik membuat pria itu kesulitan di hubungi. Hingga akhirnya Rachel menyerah dan mengirimkan pesan pada mantan suaminya.
"Segera pulang. Jesslyn masuk rumah sakit." Pesan singkat yang ia kirim pun akhirnya membuat Rachel mendesah kasar dan memangku Jesslyn ke rumah sakit.
Karlyn yang tidak bisa ikut di mobil terpaksa meminta supir untuk segera di antar ke rumah sakit yang sama dengan Jessly, tentu dengan Elis yang juga ikut.
"Nyonya, coba hubungi Tuan segera." pintah Elis mengingat sosok Gavin.
Karlyn menurut dan menghubungi sang tuan. Hasil yang ia dapat sama saja Gavin tak bisa di hubungi saat ini. Hingga timbul rasa takut di diri Karlyn mengingat ucapan Rachel barusan.
"Lis, bagaimana ini? Saya takut jika Mommynya Jesslyn benar ingin memenjarakan saya." Air mata Karlyn menetes seketika membayangkan cobaan apa lagi yang akan ia dapatkan saat ini. Sungguh ia merasa lelah baru saja hidupnya tenang dan bahagia bersama Jesslyn, mengapa Tuhan kembali memberikan cobaan padanya.
__ADS_1
Elis yang mendengar turut khawatir mengingat betapa arogannya wanita yang pertama kali mereka lihat tadi. Dan Gavin rasanya tidak akan mau membela mereka yang hanya seorang pelayan dan baru di kenal beberapa hari.