Bidadari Untuk Daddy

Bidadari Untuk Daddy
Berakhir dengan Bahagia Masing-Masing


__ADS_3

"Semoga pernikahan Rachel dan Fadil langgeng yah, Pah. Aku bahagia setidaknya kita bahagia bukan di atas penderitaan orang lain." Penuturan Karlyn saat keduanya tengah mengendarai mobil menuju jalan pulang sontak membuat wajah teduh Gavin tiba-tiba berubah.


Pria itu menatap sekilas sang istri yang tersenyum tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Mah, bicara apa sih? Kenapa begitu? Kita bahagia bukan di atas penderitaan orang lain kok. Kita bahagia yah di atas kebahagiaan Jesslyn juga." jelasnya tegas.


Karlyn menghela napas kala mendengar sang suami tampak tegang. Sembari mengelus perut miliknya, Karlyn berucap.


"Rachel itu kan masih ada hati sama kamu, Pah kemarin-kemarin. Yah dengan dia menemukan jodohnya, kan kita bisa bahagia bersama. Tidak ada lagi yang mengganggu kita. Kita sama-sama sibuk bahagia dengan pernikahan masing-masing." jelasnya lemah lembut yang hanya di jawab dengan deheman saja oleh Gavin.


Malam usai resepsi pernikahan Rachel dan Fadil, Gavin memilih istirahat bersama sang istri. Tangannya terus mengusap perut sang istri penuh kasih.


Keheningan di kamar tampak membuat keduanya saling menatap dan tersenyum.


"Kenapa?" tanya Kalryn sembari mengusap rambut pendek sang suami.


Samar Gavin tersenyum memandangi wajah cantik istrinya. "Jesslyn begitu jeli melihat wanita cantik ternyata." tuturnya sontak membuat wajah Karlyn merona malu.


Di puji suami yang tidak pernah memuji membuatnya malu saat ini. Bahkan wajah tampan sang suami benar-benar membuat Karlyn meleleh melihatnya.


"I love you, Papah Jess."


Bukan membalas ucapan sang istri, Gavin justru mencium bibir istrinya dengan lembut. Ia memejamkan mata tak lama di susul juga oleh Karlyn.

__ADS_1


Dua pasang wajah yang saling menutup mata menikmati sesapan malam itu terjadi di dua tempat yang berbeda pula. Satu pasangan pengantin tak cukup lama, dan satunya pengantin baru.


Yah, saat ini Rachel sudah memadu kasih di atas ranjang bersama seorang pria yang baru saja sah menjadi suaminya. Yaitu Fadil Aska. Dimana sang suami juga merupakan seorang duda.


Suara erangan nan erotis sama-sama menggema di kamar mereka masing-masing hingga jam tiga subuh Rachel terpaksa harus bangkit dari tidurnya. Wanita itu bergegas untuk membersihkan dirinya lantaran tak bisa tidur nyenyak jika belum mandi.


***


Singkat cerita pagi hari yang cerah, sepasang pengantin baru itu tampak sudah berada di halaman rumah milik sang mantan suami.


Kening Rachel mengernyit melihat ada beberapa koper yang sudah berdiri tegak di depan pintu.


"Loh Rachel," Karlyn yang berpakaian rapi tampak kaget melihat keberadaan Rachel bersama suami barunya itu.


"Kalian mau pergi kemana?" tanya Rachel tanpa basa basi. Jujur ia penasaran pastinya sebab barang di depannya bahkan cukup banyak dari milik mereka yang akan pergi honeymoon satu minggu.


Karlyn menatap barang-barang miliknya. "Oh ini...iya kami belum cerita yah? Kalau Daddynya Jesslyn mau aku proses hamil sampai melahirkan di luar negeri. Katanya sih biar kelahirannya beda negara. Entah ada-ada saja idenya." celetuk Karlyn terkekeh.


Sementara Rachel begitu antusias mendengarnya. "Wah keren dong, Kar. Itu pasti jadi impian semua anak-anak. Sayang Jesslyn..."


Karlyn yang mendengar nama anak itu di sebut segera mengusap lengan Rachel seolah memberikan dukungan. "Sudahlah, dia sudah bahagia di sana." tuturnya tersenyum.


"Loh ada kalian ternyata." Gavin yang baru saja keluar rumah tampak kaget melihat sang istri sudah berbincang dengan sang mantan istri serta suami barunya.

__ADS_1


"Em sebenarnya kami kesini ingin pamit untuk pergi honeymoon. Makanya pagi-pagi ke sininya." jelas Rachel yang tak ingin di sangka mengganggu keberangkatan sepasang suami istri di depannya itu.


Melihat respon Rachel tentu saja Gavin mendekati mereka dan menggandeng pinggang ramping sang istri.


"Oh bagus itu. Kami juga akan pergi baby moon sekarang." jawab Gavin.


"Yasudah, Hel. Kalian hati-hati yah? Jangan lupa berkabar. Nanti jalan macet takut kalian terlambat." ujar Karlyn memeluk erat tubuh Rachel.


Begitu pun sebaliknya. Rachel berpelukan erat dan meminta mereka untuk selalu memberi kabar sebab mereka akan pisah cukup lama sampai Karlyn melahirkan.


"Nyonya, semua sudah siap." Kini Elis dengan pakaian rapi juga turut membawa barang.


Akhirnya kedua keluarga itu sama-sama menuju bandara dengan gate yang berbeda. Hingga kebahagiaan pun dapat mereka rasakan bersama-sama.


Karlyn bergandengan tangan dengan sang suami sembari terus melangkah masuk menuju ke bandara.


"Kita akan bahagia memiliki Daddy seperti Daddy Gavin, Nak. Kelak kamu akan merasakan apa yang kakak Jess rasakan. Betapa ia bahagia memiliki Daddy hebat seperti Daddy Gavin." gumam Karlyn sangat bersyukur dalam hatinya.


Rasa syukur begitu Karlyn rasakan tanpa ada kurang satu apa pun lagi. Ia berkali-kali terus mengucap syukur sembari mengeratkan genggaman tangannya pada sang suami.


Dua keluarga yang di berikan waktu sama-sama bahagia akhirnya menikmati hidup mereka dengan pasangan mereka masing-masing tanpa ada hati yang terluka.


***

__ADS_1


*"*Semua sudah cukup aku dapatkan, suami yang ku dapatkan sudah lebih dari cukup untuk alasanku bahagia, Tuhan." Karlyn.


__ADS_2