Bimbing Aku Ya Zaujatii

Bimbing Aku Ya Zaujatii
Sunset


__ADS_3

"Kita pulang yu?! takut ada yang lihat dan di laporin ke kak Bilqis!" kata Alifa.


"Eh,nanti dulu! tunjukkan dulu sunset nya!" kata Adinda.


"Ini baru jam setengah enam! mungkin sekitar lima belas menit lagi baru bisa lihat sunset!" kata Anisa.


"Berarti kalau pulang sekarang gak bisa lihat sunset sunset dong!'' kata Adinda dengan nada bicara sedih.


"Kasian Dinda Fa kalau balik sekarang!" kata Vanny.


"Ya sudah kalau gitu! kita tunggu lima belas menit lagi ya!'' kata Alifa.


"Emangnya kamu gak pernah lihat matahari terbenam?" tanya Rahma.


"Belum!" jawab Adinda.


"Emangnya kalau kamu main ke laut ke pantai pantai gak pernah lihat gitu?" tanya Rahma.


"Aku kan baru kali ini ke pantai! aku tidak tahu kalau ternyata pantai itu se indah ini dan kalau main air pasti seru! gak perlu kita yang nyamperin air! tapi air yang nyamperin kita!" kata Adinda mengagumi pantai yang memang indah itu.

__ADS_1


"Ya ampun! Orang orang itu,kalau udah sebesar kamu,pasti mimimal sudah dua kali pergi ke pantai! Kamu baru kali ini?" kata Vanny.


"Maklum lah,aku lahir di kampung dari keluarga tak punya! Kalian juga sudah tahu kan,aku bisa masuk pesantren saja karena gratis! Bahkan aku ikut ke sini pun di ongkosin sama kalian kan?" kata Adinda yang tiba tiba sedih mendengar kalimat yang di lontarkan Vanny.


"Eh,Adinda kamu jangan sedih dong! maaf maaf! aku sudah bicara seperti tadi sama kamu!'' kata Vanny memegang tangan Adinda.


"Kalau gak ada kalian dan kyai Abdullah! mungkin aku sudah mati bersama orang tuaku!'' kata Adinda karena memang Adinda di ajak masuk pesantren oleh Kyai Abdullah ayah Alifa.Dan pada saat Alifa satu bulan di pesantren kyai Abdullah,orang tuanya di kabarkan meninggal karena tertimbun tanah longsor.


"Eh,kamu gak boleh bicara seperti itu!'' kata Anisa.


"Kita semua kan keluarga!'' kata Alifa dan mereka berenam pun berpelukan seperti teletubis yaitu tingkiwingki dipsi lala poh pong dan lolo.


"Wah,ternyata indah banget ya!" kata Adinda.


"Andai ibu sama bapa masih ada! aku akan nabung buat bawa mereka ke sini dan melihat ini! pasti mereka akan bahagia sepertiku saat ini!" kata Adinda.


"Pasti mereka bahagia saat kamu bahagia Din!" kata Alifa.


"Semoga begitu!" kata Adinda dan tersenyum sambil memandang pemandangan indah itu.

__ADS_1


"Kok mereka agak aneh ya?" tanya Atta yang memang dia dan teman temannya tidak luput dari memperhatikan gadis gadis pesantren itu.


"Emang aneh! mereka gak tau WhatsApp,gak tahu Facebook! gak tahu Instagram!" kata Jody.


"Masa sih? gak mungkin lah! pasti mereka bohong! jaga privasi mungkin!" kata Atta.


"Mungkin saja mereka gak tahu juga! karena mungkin mereka anak anak pesantren yang di larang punya hand phone!" kata Faiz.


"Nah itu yang ingin aku tanyakan Iz!" kata Willy.


"Apa?" tanya Faiz.


"Pesantren itu apa? mereka juga nyebut nyebut pondok gitu!" kata Willy.


"Pondok pesantren! itu tempat untuk belajar agama! kaya sekolah gitu! tapi mereka nginep di sana!" kata Faiz.



Willy Arfandy

__ADS_1


__ADS_2