
Sesuai rencana,pagi ini Arka dan Faiz akan berangkat ke pulang lain,ke provinsi lain demi memperjuangka seorang wanita yang menjadi cinta pertama Seorang anak tunggal kaya raya.
"Arka,kamu hati hati di sana ya! Jaga nama baikmu sendiri! Jangan membuat orang lain rugi dengan sikapmu! Berbuat baik lah pada setiap orang! Yakinkan hati! Yakin dengan pilihanmu! Jangan terlalu sering melihat ke belakang! Fokus saja ke depan! Karena sukses mu ada di depan! sedangkan yan g di belakang,jadikan pelajaran! Terus,jika kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan,jangan siasiakan itu! Jika kamu merasa bosan nantinya,ingatlah pengorbanannya! Jangan hanya karna satu kesalahan,kamu bertindak hal yang tidak masuk akal! bahkan merusak akal! Fikirkan sebelum bertinak!" kata Adya memberi pepatah kepada anaknya yang hendak berangkat berjuang.
"Baik ma,Arka faham!"
"Faiz,titip Arka ya! jangan sungkan buat negur dia kalau da salah! jangan sungkan marahin dia jika dia berbuat kesalahan! Pokoknya,mama serahkan tanggung jawab mama atas Arka ke kamu sementara kalian di luar rumah!"
"InsyaAllah ma!" kata Faiz.
"Ya sudah ma,Arka sama faiz,berangkat dulu ya! Jangan lupa selalu doakan kita berdua ya!"
"Iya sayang!" Adya mencium kening putranya dengan tulus dan menahannya beberapa detik.Abharan juga melakukan hal yang sama terhadap anaknya.
Arka dan faiz akan di antarkan oleh supir pribadi Abharan ke bandara untuk naik pesawat.
"Ka!" kata Faiz setelah di dalam pesawat.
"Apa Iz?" tanya Arka.
"Apa kamu sudah benar benar jujur sama nyokap bokap lu?" tanya Faiz.
__ADS_1
"Iya udah!"
"Tentang perbedaan yang ada di antara lu dan si cewe?"
"Iya udah!"
"Terus,gimana reaksi orang tua lu?"
"Mendukung kok!"
"Beneran?"
"Iya!"
"Iya! Bahkan jikalau aku harus pindah agama,demi memperjuangkan cinta pertamaku,mereka mendukung!"
"Nah itu yang gw khawatirkan ! Gw takut ortu lu gak ngedukung tentang itu!!" kata Faiz.
"Lu tenang aja Iz,gak perlu khawatirin gw!"
"Iya iya! Gw percaya sama lu!" kata Faiz.
__ADS_1
"Tapi Iz,lo harus siap!" kata Arka.
"Harus siap apa?"
"Gw udah yakin kalau gw bakal harus pindah kepercayaan!" kata Arka dengan mimik wajah yang tiba tiba berubah.
"Iyaa,gw juga udah duga gitu sih,soalnya si cewe itu anak kyai! Pasti lah gak mau anaknya nikah sama sembarang orang! Lo juga sih yang salah!"
"Lah? Gw salah apa?"
"salahnya,lo cinta sama cewe beda kepercayaan!" kata Faiz.
"Ooh,iya juga sih! Tapi gimana lagi ong Iz! Kan gw udah terlanjur cinta!"
"Iya udah,kalau lo emang gak bisa merubah itu! Lu harus bener bener memperkuatnya!"
"Pastinya! Apalagi saat gw bakal dapetin! Pasti gak bakal gw sia siain! Gw bakal inget gimana perjuangannya!" kata Arka.
"Nah gitu,Terus maksud lu gw harus bantu lu,bantu apa maksudnya?" Tanya Faiz.
"Bantu ajarin gw buat benar benar pindah keyakinan! Gw gak mau pindah keyakinan karena cinta walaupun itu benar adanya! Lagi lagi gw mau gw pindah keaykinan bukan hanya mulut dan tindakan,tapi juga hatinya! Percuma ong,nantinya gw gak bakal ibadah ke percayaan gw yang sekarang,ibadah dengan kepercayaan tidak dengan hati,percuma kan?"
__ADS_1
"Iya! InsyaAllah gw bantu ajarin lu Ka!" kata Faiz.