Bimbing Aku Ya Zaujatii

Bimbing Aku Ya Zaujatii
Elektronik


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Arka sambil membuka pintu.


"Maaf ganggu, mas Arka di panggil Ustadz Ahkam!" kata santri yang mengetuk pintu kamar Arkananta.


"Ooh, Ustadz Ahkam nya di mana?" tanya Arka.


"Di madrasyah!"


"Kamu boleh antar aku ke sana gak?"


"Boleh mas,ayo saya antar!" jawab santri itu.


Arka menutup pintu kamarnya dan langsung mengikuti orang yang mau mengantarnya menemui Ustadz Ahkam menantu kyai Abdullah.


"Nama kamu siapa?" tanya Arka.


"Nama?"


"Iya! Nama kamu?"


"Emm,aku Firman!" jawab santri itu.


"Oooh! Udah lama disini?"


"Cukup lama sih!"


"Berapa bulan?"


"Empat tahun!"


"Wih, bukan cukup lama kalau gitu! Udah lama banget!" kata Arka.


"Tapi ada mang Amar! Udah ampir dua puluh tahun tinggal disini!" kata Firman.


"Wah wah wah,ternyata ada yang lebih lama ya?! Usiamu berapa?" tanya Arka.


"Aku baru delapan belas tahun!"


"Eh? ternyata kamu masih sangat muda ya?"

__ADS_1


"Iya deh boleh di bilang begitu! Tapi ada juga yang baru usia sembilan tahun! Tapi MasyaAllah ilmunya itu,lebih tinggi dariku! IQ nya tinggi! Cepat dalam menghafal! Juga cepat memahami! Makanya langsung pintar!"


"Insecure aku!" kata Arka.


"Mas,Ustadz Ahkam ada di dalam! Kamu masuk aja ya!"


"Oooh iya iya! Thanks ya!" kata Arka.


"Iya!" jawab Firman dan langsung pergi.


"Ih,kok gw jadi gugup gini ya?" tanya Arka pada dirinya sendiri sebelum masuk kedalam madrasyah.


"Assalaamu'alaikum!" kata Arka.


"Wa'alaikumussalaam!" jawab Ahkam dengan seorang santri di depannya.


"Arka,masuk masuk!" kata Ahkam.Setelah mendengar sambutan itu,Arka masuk dengan sopan ke dalam madrasyah dan langsung bersalaman dengan Ahkam setelahnya dengan santri yang ada disana.


"Kenalin,ini Amar! Rois santriyyin! Atau kalau di sekolah bisa di sebut ketua murid!" kata Ahkam.


Oooh ini mang Amar mang Amar yang tadi di ceritain Firman?


"Ooh iya Ustadz! Salam kenal mang! Nama saya Arka!"


"Salam kenal juga Arka!" jawab Amar.


"Amar,kamu boleh pergi dulu!" kata Ahkam.


"Na'am Ustadz!" kata Amar dan diapun mencium tangan Ahkam dan kemudian bersalaman dengan Arka.


"Saya permisi Ustadz,Arka! Assalaamu'alaikum!"


"Wa'alaikumussalaam!" jawab Arka dan Ahkam bersamaan.


"Arka,kamu ada bawa handphone?" tanya Ahkam.


"Iya,saya ada bawa handphone!"


"Ada bawa elekronik lain lagi?" tanya Ahkam.

__ADS_1


"Ada,saya juga bawa laptop!" jawab Arka.


"Kamu bawa itu untuk kerja kan?"


"Iya!"


"Tapi,Ustadz takut kalau ada dua alat itu,kamu jadi gak fokus belajar! Bukannya kamu mau ngejar target?"


"Emmm iya!"


"Kan kalau aturan sah pesantren,Seluruh santri tidak ada yang boleh pegang handphone ataupun laptop!"


"Ooh,iya saya mengerti!" kata Arka.


"Tunggu dulu! Ada keringanan buat kamu! Karena kamu bawa alat itu untuk keperluan kamu, yaitu kerja! Jadi kamu boleh bawa dua alat itu! Dengan satu syarat!"


"Apa syaratnya Ustadz?"


Hidupku sepi tanpa handphone! kata hati Arka.


"Syaratnya, waktu kamu bekerja,atau waktu kamu pegang dua alat itu,hanya dua jam? gimana? gak papa?"


"Gak papa deh! Sepertinya cukup dua jam juga!" kata Arka.


"Jadi waktu kamu itu sembilan belas jam buat belajar dan beribadah, dua jam buat kerja,dan tiga jam buat kamu tidur! Gak papa?"


"Gak papa Ustadz!"


"Sanggup?"


"InsyaAllah!"


"Bagus kalau gitu!"


"Kamu boleh pergi sekarang! Belajar yang fokus,yang rajin!" kata Arka.


"Baik Ustadz! Terimakasih!"


"Ingat yang tadi ya, cuman dua jam! Gak boleh lebih! masalah waktunya nanti kamu atur sama Ustadz Noval ya!"

__ADS_1


"Baik Ustadz!"


__ADS_2